Festival Pulo Dua Masuk Kalender Nasional



Momen Festival Pulo Dua yang digelar beberapa waktu lalu. Mulai tahun depan, Festival Pulo Dua akan digelar akhir bulan Juli.FOTO ISKANDAR

BANGGAI RAYA- Festival Pulo Dua yang digelar di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu kegiatan dalam mempromosikan destinasi wisata daerah ini. Kegiatan ini baru digeliatkan di era pemerintahan Bupati Herwin Yatim dan Wabup Mustar Labolo.

Meskipun kegiatan Festival Pulo Dua baru dua kali dilaksanakan, yakni tahun 2017 dan 2018, namun telah mendapat pengakuan Kementerian Pariwisata RI.

Festival Pulo Dua kini masuk dalam kalender kegiatan wisata nasional sesuai Keputusan Menteri Pariwisata Nomor KM162/HM304/MP?2018. Itu artinya, Festival Pulo Dua akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata akan membantu mempromosikan Festival Pulo Dua go international.

Ketua Banggai Tourism Board (BTB), Dino Gobel mengatakan, Festival Pulo Dua masuk dalam kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata tidaklah mudah. “Banyak kota yang berlomba untuk bisa masuk dalam 100 Wonderfull Indonesia Event. Semua atas doa restu dan dukungan masyarakat serta semangat Bupati Herwin Yatim dalam mengembangkan pariwisata,” kata Dino saat jumpa pers bersama wartawan di Rumah Jabatan Bupati Banggai Jalan Ir. Soekarno, Jumat malam (21/12/2018)

Masuknya Festival Pulo Dua dalam kalender pariwisata nasional akan semakin menguatkan destinasi wisata unggulan. “Momentum tersebut juga akan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Banggai sarat dengan berbagai prestasi nasional. Dan harus diakui kepemimpinan Herwin Yatim telah merubah wajah Kabupaten Banggai,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Herwin Yatim mengapresiasi dengan ditetapkannya Festival Pulo Dua dalam 100 even wisata nasional. “Alhamdulilah, salah satu event pariwisata yakni Festival Pulo Dua masuk dalam kalender wisata nasional. Ini semua berkat bantuan masyarakat serta kerja keras seluruh stakeholder termasuk BTB yang terus berupaya mewujudkan visi dan misi kami khususnya dalam mengembangkan destinasi wisata. Terima kasih pula kepada Kementerian Pariwisata yang telah menetapkan Festival Pulo Dua sebagai salah satu event unggulan di Indonesia,” kata Herwin Yatim.

Kedepan, pengembangan destinasi wisata Pulo Dua akan terus ditingkatkan termasuk pembangunan sarana dan prasarana, untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan. “Tahun 2019 ada Rp1,1 miliar DAK untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur Pulo Dua. Kita berharap Pulo Dua akan terus berkembang, sehingga masyarakat juga akan menerima dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Turut hadir dalam jumpa pers, Asisten 1 Setda Banggai, Judi Ammy Amisuddin, Kepala Dinas Pariwisata Paiman Karto, Sekretaris Dinas Pariwisata Rampia Laamiri dan Sekretaris Banggai Tourism Board (BTB) Taty. NAL

Festival Pulo Dua Menasional, Selanjutnya...



Momen Festival Pulo Dua yang digelar beberapa waktu lalu. Mulai tahun depan, Festival Pulo Dua akan digelar akhir bulan Juli.FOTO ISKANDAR

BANGGAI RAYA-Melalui keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Festival Pulo Dua yang sejak beberapa tahun terakhir digelar pemerintah daerah bersama elemen lain, akhirnya ditetapkan sebagai salah satu dari 100 event yang masuk dalam kalender nasional pariwisata di tanah air. Ini artinya, Festival Pulo Dua yang dalam dua tahun terakhir digelar di bulan Oktober atau bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, sudah masuk dalam agenda kepariwisataan nasional.

Dan kini, setelah munculnya penetapan tersebut, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banggai adalah menata berbagai hal, agar Pulo Dua yang identik dengan wisata bahari, benar-benar ‘menjual’ dan memberi nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Ketua Banggai Tourism Board (BTB) Dino Gobel saat menggelar konferensi pers bersama Bupati Banggai Herwin Yatim dan Kadis Pariwisata Paiman Karto, Jumat (21/12/2018) mengakui, ada banyak hal yang harus dibenahi demi menyambut penetapan event nasional tersebut. ia menyebut antara lain soal akses, sarana dan prasarana pendukung, hingga atraksi penunjang. Karenanya, pengembangan pariwisata kata dia, harus menjadi usaha bersama berbagai pihak, tak hanya Dinas Pariwisata dan BTB atau elemen masyarakat, namun harus melibatkan instansi lain. Bahkan untuk pengembangan pariwisata, ketuanya harus dipegang oleh Sekkab dengan wakil ketua Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta sekretarisnya Dinas Pariwisata.

Menurut dia, Pemda Banggai di bawah kepemimpinan Bupati Herwin Yatim, tentu akan mendorong berbagai organisasi perangkat daerahnya, untuk sama-sama mengembangan sektor pariwisata. Sementara terhadap masyarakat, penetapan status Festival Pulo Dua ini, bisa menjadi momentum pengembangan ekonomi masyarakat. Selama ini kata dia, Dinas Pariwisata sudah melakukan berbagai langkah, seperti mendorong peran aktif masyarakat di tiga desa di kawasan wisata Pulo Dua Kecamatan Balantak Utara, agar bisa mendapatkan nilai tambah ekonomi. “Saat ini sudah mulai tumbuh peran aktif warga, seperti penyediaan makanan dan minuman hingga mulai munculnya penyedia cindera mata,” tuturnya.

Apalagi dari catatan yang ada kata dia, dalam setiap minggu saja, sudah ada sedikitnya 100 wisatawan nusantara yang datang ke Pulo Dua. Sementara pada momentum Festival Pulo Dua, jumlah pengunjungnya mencapai belasan ribu orang.

Dino Gobel juga menyatakan, setelah terbitnya keputusan menteri, jadwal pelaksanaan Festival Pulo Dua juga berubah. Bila dua tahun sebelumnya selalu digelar di akhir bulan Oktober, maka mulai tahun depan akan digelar pada bulan Juli. “Waktunya sudah ditetapkan pemerintah yakni tanggal 25-28 Juli,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan Dinas Pariwisata Banggai. Paiman Karto selaku pimpinan di instansi itu mengakui, ada kendala terkait ketersediaan anggaran, seperti untuk mendorong promosi. Padahal, destinasi wisata maupun festival yang dibuat, harus ditopang oleh promosi besar-besara demi menggaet wisatawan dari berbagai kawasan, baik nusantara maupun mancanegara.

Dinas Pariwisata Banggai akan berupaya agar event-event pariwisata mendapatkan topangan anggaran yang besar, termasuk untuk membiayai promosi melalui media massa. Dan hal ini akan dikomunikasikan oleh pemerintah daerah dengan DPRD.

Bupati Banggai Herwin Yatim mengakui, penetapan status Festival Pulo Dua sebagai salah dari 100 event nasional, adalah kebanggaan bagi daerah. Hal ini merupakan kerja bersama berbagai elemen, mulai dari Dinas Pariwisata, BTB dan berbagai pihak lain. “Keberadaan BTB baru terhitung setahun, dan sudah bisa mendorong agar Festival Pulo Dua masuk dalam kalender nasional. Ini tentu keberhasilan bersama,” ujarnya.

100 event yang masuk agenda nasional itu kata bupati, nantinya akan dipilih 10 event yang dianggap terbaik. Karenanya, ia berharap agar gelaran Festival Pulo Dua bisa disiapkan dengan lebih matang. Agar wisatawan juga memperoleh pengalaman yang luar biasa, menurut bupati, para wisatawan juga bisa dibawa untuk berkunjung ke lokasi pengembangan burung maleo di Desa Taiman yang berada di perbatasan Kecamatan Bualemo dan Balantak Utara.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Banggai Tourism Board itu, tentu akan disambut positif oleh masyarakat. Karenanya, dukungan lembaga lain juga sangat diperlukan, termasuk dari DPRD Banggai, dengan mendorong pengalokasikan anggaran untuk sektor kepariwisataan yang memadai. Sebab untuk memacu angka kunjungan wisatawan, harus ada modal awal yang dikeluarkan yakni anggaran penyediaan akses yang memadai, sarana pendukung hingga pengembangan sektor usaha kecil menengah di kalangan masyarakat, serta dukungan promosi yang juga besar. Bila sinergi berjalan baik dan keseriusan pengembangan pariwisata benar-benar dilakukan, maka sektor pariwisata akan menjadi primadona baru yang mendorong laju peningkatan pendapatan daerah, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.DAR

Tanjung Donggulalu, Destinasi Wisata Baru Desa Tombos

tanjung donggulalu desa tompos
BANGGAI RAYA – Desa Tombos yang terletak di wilayah pesisir Kecamatan Balantak Selatan, memiliki tempat wisata baru yang indah. Namanya Wisata Tanjung Donggulalu, sebuah hamparan pasir putih sepanjang 1,5 kilometer yang berada pada tanjung Desa Tombos.

Keberadaan Wisata Tanjung Donggulalu dinilai mampu mendongkrak perekonomian 340 Kepala Keluarga (KK) atau 1.061 jiwa warga Desa Tombos. Di hari libur atau hari besar keagamaan, ratusan bahkan ribuan wisatawan datang mengunjungi Desa Tombos untuk menikmati keindahan panorama di pantai tersebut.

Kepala Desa tombos, Arman Sinukun mengatakan, sebelumnya desa tersebut tidak memiliki tempat wisata. Namun desa itu memiliki pantai potensi wisata yang luar biasa.
"Alhamdulillah keberadaan objek wisata di desa kami sangat membantu perekonomian masyarakat. Membludaknya kunjungan wisatawan pada saat maulid nabi denga gerakan 1000 jajanan dodol pada tanggal 25 november 2018, memberikan pendapatan cukup besar bagi masyarakat. Ada yang berjualan makanan dan minuman, menjual hasil tangkapan laut dan membuka warung pada sekitar tempat wisata," jelas Arman.

Wisata Tanjung Donggulalu merupakan keinginan dari masyarakat setempat, untuk menjadikan Tanjung Donggulalu sebagai objek wisata memang sudah lama. “Sehingganya saya menginisiatif untuk bersama-sama warga untuk menjadikan tanjung sebagai objek wisata,” katanya.

Dijelaskan, awalnya tempat tersebut masih sangat banyak pepohonan dan rumput liar. Karena karena keinginan warga desa, maka masyarakat menggencarkan kerja bakti. Sekitar 300 warga desa melakukan kerja bakti selama tiga hari.

“Tanjung Donggulalu memiliki artian Donggulalu yang berarti Biak-biak besar atau bisa juga diartikan sebagai tempat pertemuan antara kapal, dikarenakan dekat tempat wisata itu mempunyai tanggul tempat bersandarnya kapal yang dibuat oleh Belanda. Tempat wisata Donggulalu memiliki pohon pakis dan kayu santigi sebagai tempat untuk berteduh bagi wisatawan,” tuturnya.

Namun ia menyadari, masih adanya kekurangan seperti air bersih, gazebo, aliran listrik dan fasilitas pendukung lainnya. “Wisata Donggulalu dibangun oleh warga secara gotong royong dan tidak menggunakan dana desa. Insya Allah tahun 2019 akan kita anggarkan Rp 150 juta untuk pengembangan wisata dan kami jadikan Destinasi Wisata Donggulalu sebagai program Inovasi Desa. Kemudian kami akan lengkapi fasilitas kamar mandi, dan gazebo sebagai tempat berteduh dan fasiltas pendukung lainnya seperti aliran listrik dan tempat jualan bagi warga desa,” pungkasnya. CR1