DITERJANG BANJIR & LONGSOR, JALUR BALANTAK UTARA PUTUS TOTAL

JALUR BALANTAK UTARA PUTUS TOTAL

BANGGAI RAYA- Banjir disertai tanah longsor yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Balantak Utara pada Senin malam hingga Selasa (25-26/3/2019), menyebabkan akses transportasi menuju sejumlah desa, termasuk ibukota kecamatan putus.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan media ini dari sejumlah sumber, jalur jalan di Balantak Utara yang menghubungkan sejumlah desa, belum bisa dilalui kendaraan hingga Rabu siang kemarin. Pasalnya, banjir yang terjadi pada Selasa, menyusul hujan lebat sejak hari Senin, telah menyebabkan longsor di beberapa bukit.

Air dan material longsor hingga pohon yang tumbang itu kemudian menutup badan jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah desa. Kendaraan dari arah Balantak menuju Balantak Utara, dilaporkan hanya bisa sampai di kawasan hutan Desa Kuntang, atau tidak bisa tembus hingga ke ibukota kecamatan yakni Desa Teku.

Putusnya jalur jalan dari arah Kecamatan Balantak menuju Balantak Utara itu diakui Ahtar Basongo dari Tim Tagana Banggai, Rabu (27/3/2019).

Dari informasi yang disampaikannya melalui ponsel, kendaraan dari arah Balantak belum bisa tembus ke Balantak Utara hingga Rabu siang kemarin. Warga yang hendak menuju Teku, ibukota Kecamatan Balantak Utara, harus berjalan kaki sekira satu kilometer, karena ada titik jalan yang dipenuhi timbunan material longsor maupun potongan kayu dari pohon yang tumbang.

Bahkan kata dia, terdapat sekitar delapan titik jalan yang terganggu atau putus pasca banjir dan longsor dari arah Kuntang hingga Teku. Sementara pada ruas Desa Tower menuju Ondoliang terdapat enam titik longsor yang menutup jalan. Intinya kata dia, akses jalan belum bisa dilalui.

Putusnya jalur jalan itu, menyebabkan akses informasi valid terkait jumlah kerusakan bangunan, menjadi lebih sulit didapatkan. Apalagi sejumlah desa di wilayah paling timur Kabupaten Banggai itu memang belum terjangkau komunikasi selular.

Kades Tower kata Ahtar, mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan akses jalan yang harus diupayakan segera bisa dibuka. Untuk logistik kata Ahtar, Kades Tower mengakui masih bisa mengupayakan mie instan dan beras untuk warganya yang membutuhkan. Namun persoalannya kata dia, bila ada warga yang sakit, maka akan kesulitan dibawa ke Puskesmas Teku.

Guna mengatasi banjir agar segera surut kata Ahtar, Kades Tower sudah menyarankan agar menjebol riol atau apapun yang menghalangi jalan air.

Ahtar juga menambahkan, Bupati Banggai Herwin Yatim bersama rombongan sudah ke lokasi pada Rabu siang, namun kemungkinan sulit untuk tembus ke Teku dan desa lain seperti Ondoliang, Tower, Batusimpang, Batumandi hingga Pangkalaseang bila lewat jalur darat, sebab jalur jalan masih dipenuhi material longsor dan pepohonan yang tumbang.

GALANG DANA

Dua organisasi kepemudaan, yakni Himpunan Mahasiswa Balantak (HAMBA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Pertanian (Faperta) Unismuh Luwuk menggalang dana di Jalan Ahmad Yani. Mereka menenteng kardus dan menyedorkan kepada pengendara roda dua maupun roda empat untuk memberikan sedikit rezekinya meringankan beban warga terdampak bencana.

Ketua HAMBA, Wira Saada menyadari, aksi yang mereka lakukan itu adalah penggalangan dana, karena bencana banjir telah merusak rumah dan fasilitas infrastruktur lainnya.

Dari hasil penggalangan dana sejak Selasa hingga Rabu itu, mereka telah mengumpulkan uang Rp4.561.500. Uang itu akan dibelanjakan untuk membeli kebutuhan, seperti obat-obatan, air minum, kebutuhan bayi dan siswa. Kebutuhan yang dipenuhi itu sesuai informasi kebutuhan warga. DAR/SAH

KETERANGAN FOTO: PENGENDARA yang mencoba menerobos jalan membersihkan lumpur yang menempel di ban motor. Jalur jalan dari arah Kuntang menuju Teku putus, akibat tertimbun material longsor dan potongan kayu. FOTO: ISTIMEWA FB AHTAR PHOTOGRAPH

Balantak Utara Diterjang Banjir,Ratusan Rumah Terendam


BANGGAI RAYA- Ratusan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Balantak Utara dilaporkan terendam sejak Senin malam hingga Selasa (25-26/3/2019) kemarin, menyusul hujan lebat yang mengguyur kawasan kepala burung itu dan menyebabkan banjir dari luapan air di sejumlah sungai.

Biro Koran Banggai Raya di Balantak Utara Djamal, Selasa kemarin melaporkan, banjir telah merendam hampir seratus rumah di tiga desa, masing-masing Desa Kuntang, Pulo Dua dan Kampangar.

“Hujan selama sehari sejak Senin siang hingga malam, membuat beberapa sungai mati yang dulunya tidak ada aliran air, mendadak dipenuhi air dan kemudian meluap ke pemukiman di Kuntang dan desa lain. Banjir mulai merendam rumah warga di tiga desa bertetangga itu sejak Senin tengah malam atau Selasa dinihari,” ujar warga setempat.

Dari informasi yang dikumpulkan, banjir merendam 30 rumah di Desa Kuntang, 50 rumah di Pulo Dua dan 10 rumah di Kampangar.

Sekdes Pulo Dua, Ratno Lamato kepada media ini melalui sambungan ponsel mengatakan, air meluap hingga menggenangi rumah di desa-desa di kawasan wisata itu dengan ketinggian antara 50-70 cm.

Berbagai perabotan rumah warga basah dan ada yang mengalami kerusakan, karena tidak sempat disimpan di tempat yang tinggi. Pasalnya, banjir melanda kawasan itu pada tengah malam atau saat sebagian besar warga sudah tidur.

Selain di tiga desa tersebut, laporan lain yang diperoleh media ini juga menyebutkan adanya puluhan rumah di Pangkalaseang yang banjir, karena meluapnya sungai.

Sulastri, salah satu warga Pangkalaseang di Luwuk menyebutkan, ia memperoleh informasi dari kerabatnya bahwa desa mereka kembali kebanjiran, karena air sungai meluap. “Di sana hujan lebat sejak Senin dan menyebabkan banjir,” kata dia Selasa kemarin.

Kepala Desa Kampangan, Irwan Bungadjim mengaku bahwa 10 rumah warganya terendam banjir. Ada pula fasilitas desa berupa lapangan yang telah terendam karena luapan air dari sungai di Desa Kampangar dan sungai Ondonuang.

Drainase yang tidak teratur baik, makanya terjadi luapan pada beberada drainase. Tidak mengalir ke muara sungai, karena sudah tertutupi tanah bekas galian,

Irwan menyebutkan bahwa sore kemarin hujan sudah reda dan air mulai surut dari rumah warga.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Irwan mengaku, pihaknya akan mengusulkan program normalisasi sungai dan perbaikan fasilitas fisik.

Kapolsek Balantak, IPTU Makmur kepada Banggai Raya mengatakan, pascabanjir jalan yang menghubungkan sejumlah desa tertutup lumpur. Akses jalan mulai Desa Kuntang, Desa Batu Simpang, Desa Batu Mandi dan Desa Pangkalaseang, Pangkalasean Baru lumpuh total dan tidak dapat dilewati oleh kendraan roda dua dan roda empat. Penyebabnya adalah lumpur yang bercampur bebatuan serta kerikil.

Saat ini, personil Polsek Balantak dan Koramil 05/Balantak hanya bisa membuat tanggul darurat untuk membendung air sungai tidak meluap.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Balantak Utara berkordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (Opd) untuk melakukan upaya penanggulangan banjir.

Berkoordinasi dengan OPD lain sebut Camat Balantak Utara, Syafrullah Mambuhu untuk menormalkan kembali kondisi, seperti jalanan yang tertutup lumpur. “Kami saat ini sudah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Ketahanan Pangan,” ucap Syafrullah kepada Banggai Raya.

Dengan koordinasi itu, BPBD sudah turun langsung membantu warga. Dinkes sudah memberikan bantuan obat-obatan. Begitu juga dengan Ketahanan Pangan.

2 KORBAN DIRAWAT


Dua warga Desa Batu Mandi mengalami luka-luka akibat terbawa arus sungai. Dua warga bernama Tade (98) dan Moris (50). Keduanya mengalami luka luka. Saat ini, kedua warga tersebut telah mendapatkan perawatan medis.

Keterangan Babinsa Serma Minhar Babinsa Pangakalasean, Koramil 05 Balantak, menyebutkan dua korban yang menjadi korban disebabkan bangunan rumah mereka terbawa arus sungai. Nyaris saja keduanya menjadi korban. Beruntung sebagain warga segera menyelamatkan mereka. DAR/SAH/MAD/*

IAI Banggai Launching Lagu GeMa CerMat "5 O"

Foto bersama dalam acara launching video klip lagu GeMa CerMat "5 O".FOTO:HERU HIDAYATULLAH

BANGGAI RAYA- Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesaia (IAI) Kabupaten Banggai menggelar launching video klip lagu bertajuk Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) "5 O" di Hotel Santika, Minggu (24/3/2019).

Ketua PC-IAI Kabupaten Banggai, Martje Kapoh dalam sambutannya mengatakan, diperlukan strategi dalam mengedukasi masyarakat dalam menggunakan obat sebagai upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara tepat dan benar.

GeMa CerMat yang mengusung "5 O" diartikan sebagai 5 poin penggunaan obat. Yakni, Obat ini apa nama dan kandungannya, apa khasiatnya, berapa dosisnya, bagaimana cara menggunakannya dan apa efek sampingnya.

Executive Producer lagu GeMa CerMat "5 O", Indra Pratama menuturkan, Kabupaten Banggai merupakan kabupaten pertama yang dipilih untuk menggalakkan GeMa CerMat di Sulteng sejak 2016. Dan diharapkan lagu ini mampu menjadi sountrack lagu GeMa CerMat nasional.

Sementara, Nurul Firtiah, apoteker yang juga merupakan salah seorang vokalis dalam lagu GeMa CerMat "5 O" ini mengatakan bahwa penyampaiaan sosialisasi melalui lagu lebih bisa diterima dan dicerna oleh masyarakat, sehingga pengapliasiannya akan lebih mudah dilakukan oleh masyarakat.

Usai launching tersebut, acara ini dilanjutkan dengan focus group discussion dengan tema cara distribusi obat yang baik.

Acara ini diikuti apoteker se-Kabupaten Banggai, IAI Sulteng, IAI Pusat, Direktur RSCM Luwuk dan perwakilan dari Bupati Banggai, pencipta lagu Mongonyop, Produser lagu GeMa CerMat "5 O", Inneke Norawaty Soleman, kadis kesehatan Kabupaten Banggai, BPOM Banggai, kreator video klip, serta media cetak maupun elektronik yang ada di Luwuk.

Untuk diketahui, lagu GeMa CerMat "5 O" merupakan hasil aransemen ulang dari lagu daerah "Mongonyop" kemudian liriknya diganti dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Saluan. Video klip yang ditayangkan dalam acara tersebut merupakan hasil shooting yang digarap hanya dalam satu hari. HRC

IAI Banggai Raih AoC Terbaik Sulteng

Ketua PC-IAI Kabupaten Banggai, Martje Kapoh dalam sambutannya pada acara peluncuran video klip lagu GeMa CerMat "5 O".FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA- Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Banggai didaulat sebagai Agent Of Change (AoC) terbaik dalam implementasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) se-Sulteng 2018.

Hal ini diungkapkan Ketua PC-IAI Kabupaten Banggai, Martje Kapoh, Minggu(24/3/2019) dalam sambutannya pada acara peluncuran video klip lagu GeMa CerMat "5 O" di Hotel Santika Luwuk.

Tak hanya itu, menurut Martje, IAI Kabupaten Banggai menjadi satu-satunya wakil Sulteng di rakornas Kemenkes yang rencananya akan diselenggarakan di Manado,Sulawesi Tengah.

Adapun upaya dari IAI Kabupaten Banggai dalam GeMa CerMat tersebut seperti, di antaranya sosialisasi GeMa CerMat kepada pelajar SD se Kecamatan Bualemo, pembukaan kelas inspirasi III kepada pelajar SD se Kecamatan Pagimana, edukasi dan pemberian informasi obat dalam rangka word pharmatcist dan sosialisasi GeMa CerMat di KPH Balantak. Dengan salah satu materi sosilisasi dijelaskan soal Dagusibu, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara benar. HRC

Bantuan DSLNG Dinilai Lukai Nurani Warga Batui

FORUM Pemuda Batui saat menggelar jumpa pers. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA- Forum Pemuda Batui (FPB) menyesalkan konsep pemberdayaan PT Donggi Senoro Liquified Natural Gas (DSLNG) selama ini. Sesal itu, karena dinilai tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Batui sebagai daerah terdampak yang berada tepat di pusat aktivitas perusahaan. Bahkan beberapa program nilai mereka, cenderung melukai nurani masyarakat Batui sendiri.

Sikap sesal itu diungkap anggota Forum Pemuda Batui, Zukran Nasrudin Hi Haran dalam jumpa persnya, di Kafe Coklat Luwuk, Minggu(17/2/2019).

Pemberian bantuan terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Teluk Lalong dan hibah dua unit bus untuk pelajar dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, DSLNG sebagai perusahaan yang memberikan bantuan bisa menitipkan pesan ke Pemda Banggai agar salah satunya diberikan di wilayah Batui.

Di Batui, ada ratusan siswa yang berjalan kaki pulang pergi dari dan menuju ke sekolah hingga 5 KM jaraknya. Sayangnya, program penyediaan sarana transfortasi pelajar ini tidak diberikan untuk mengangkut pelajar Batui. ”Persoalannya apakah DSLNG mau atau tidak mau, komitmen memperhatikan daerah terdampak di Batui,” terangnya. 



Belum lagi bantuan UKM yang belum lama ini diberikan DSLNG sekira Rp286 juta ditujukan untuk pelaku UKM di Luwuk. Hal ini sangat melukai nurani. Apalagi, selama ini baik perusahaan DSLNG tidak menyentuh pelaku UKM Batui.

Bahkan, di Batui ada adagium membandingkan manfaat kehadiran DSLN dengan Sangkakala (koperasi simpan pinjam, red), masyarakat menilai Sangkakala lebih membawa manfaat terhadap masyarakat Batui. Betapa tidak, ketika mereka butuh bantuan, tidak butuh waktu lama segera teratasi. Hal tersebut menunjukkan penilaian pemberian manfaat.

“Okelah, ada beberapa bantuan CSR dari perusahaan, tapi kami melihat kurang tepat sasaran. Mereka justru merealisasikannya di luar Batui,” keluhnya.

Contoh lainnya di Desa Uso. Masyarakat sudah terserang penyakit gatal-gatal. Belum lagi dampak kebisingan yang harus diterima. Namun ketika hal ini dikeluhkan ke perusahaan, pihak perusahaan selalu memberikan jawabannya bahwa hal itu terjadi karena biang keringat, alergi atau salah makan.

DSLNG katanya, hanya sebatas melucurkan bantuan berupa sandal atau topi berlogo DSLNG yang selalu diagung-agungkan perusahaan yang katanya sudah banyak membantu .

“Program kedepannya yang mampu menanggulangi dampak yang akan kita rasakan. Belum ada tanda-tanda bisa merubah wajah Batui, apalagi penerima mesin-mesin katinting setiap tahunnya hanya itu-itu saja. orang yang punya hubungan dekat yang punya kekerabatan dengan orang-orang DSLNG” jelasnya.

Sebelum keberadaan DSLNG, masyarakat Batui dan sekitarnya adalah petani dan nelayan. Ketika perusahaan ini hadir, masyarakat diajarkan cara bertani dan cara memancing. Padahal wilayah laut yang dahulunya tempat menangkap ikan yang melimpah justru sudah menjadi daerah terlarang. Ditambah lagi, kebun masyarakat terjual sebagai tempat beraktivitasnya perusahaan.

“Perusahaan hanya habis di bantuan bibit rica (cabai) dan perahu. Seharusnya perusahaan turut serta mencerdaskan kehidupan anak-anak Batui,” jelas Razwin Baka, tokoh Pemuda Batui yang juga seorang pengacara di Luwuk.

Meski mengakui ada beasiswa untuk sebagian kecil bagi anak-anak Batui dari perusahaan migas ini, namun dinilai hanya sekadar formalitas. Sebab, bantuan beasiswa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan sebagai daerah penghasil migas.

Beasiswa itu kata Iwin sapaan akrab Razwin Baka, seharunya berhubungannya dengan pertambangan. Tentu kelak, mereka yang mendapatkan beasiswa akan menerapkan ilmunya ke perusahaan yang ada di daerahnya. Namun DSLNG memberikan beasiswa di bidang pertanian.

“Perusahaan yang sudah kurang lebih 7 tahun beroperasi di Batui tidak ada untungnya bagi masyarakat. Malah rugi yang didapat. Saya pernah diskusi dan mempertanyakan ke salah seorang leader perusahaan DSLNG, katanya kami itu membayar pajak besar ke pemerintah. Pertanyaannya kenapa pembangunanya lebih banyak ke kota tidak ke daerah dampak. Minimal kamu bantu sektor pendidikan, perusahaan itu pongo (tuli) dorang tutup talinga,” sorot Iwin.

Bahkan, ketika masyarakat Batui ingin mediasi minta bertemu pimpinan perusahaan DSLNG yang mereka temui justru masyarakat lokal sendiri. Hal tersebut dinilai sebagai upaya perusahaan untuk mengadu domba sesama masyarakat Batui. “Kita dikase baku toki dengan sama-sama torang (kami),” ujarnya.

“Dorang (mereka) lebih utamakan yang berotot, siapa yang bernyali itu yang diutamakan, itu sudah jadi budaya,” bebernya.

Tak hanya itu, perusahaan yang katanya sudah memberikan bantuan lapak ikan di Pasar Batui, malah faktanya penjual ikan lebih banyak berjualan di pinggir jalan. Itu menunjukkan kehadiran DSLNG tidak mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Batui seperti yang selalu dijanjikan ketika pertama kali menginjakkan kakinya di tanah Babasal.

“Kalau hasil dari nelayan dibeli perusahaan sendiri, namun faktanya penjual ikan malah banyak berhamburan di jalan. Los yang diberikan DSLNG tidak digunakan, karena di dalam tidak ada yang beli, perusahaan itu menganaktirikan Batui. Itu baru persoalan kecil, tapi sangat berdampak di masyarakat,” timpal Amin Aman, salah seorang aktivis Batui.

Forum Pemuda Batui ini menilai salah satu solusi yang ditawarkan untuk pemberdayaan pelaku UKM di Batui adalah pihak perusahaan mengalokasikan dana sedikitnya Rp5 miliar dan menitipkan ke bank untuk dikelola. Seperti halnya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah pusat menitip dana ke bank untuk dikucurkan ke masyarakat. HRC

Wipa Diduga Korban Kelalaian RSUD Luwuk

Almarhumah Wipa Damayanti bersama Fauzi Djibran,suaminya
BANGGAI RAYA- Wipa Damayanti, seorang Ibu warga Unjulan diduga menjadi korban kelalain tim medis saat melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk. Dua bulan berlalu, namun kejadian yang merenggut nyawa wanita 37 tahun ini masih terus menjadi pertanyaan di benak keluarga korban, terutama Fauzi Djibran suaminya.

Kronologi kejadian berawal saat Wipa Damayanti yang hendak melahirkan anak ketiganya masuk pada Senin (3/12/2018) sekira sora hari di Puskesmas Pembantu (Pustu) Luwuk. Ketika dirawat pembukaan hanya 2 dan 3, dan kata keluarga korban tensi darah pasien tinggi. Setelah tidak ada perkembangan hingga pagi harinya surat rekomendasi untuk dirujuk ke RS Luwuk dikeluarkan Pustu Luwuk.

"Mereka bilang ini tidak bisa ditangani disini tidak ada dokter, bapak bawa saja langsung ke rumah sakit karena di sana lebih banyak dokter dan banyak yang ba urus," kata pria yang akrab dipanggil Om Oji itu menirukan perkataan bidan, kepada Banggai Raya, Rabu (5/2/2019).

Dari informasi yang diperoleh awak media ini di Pustu Luwuk Kamis,(7/2/2019) membenarkan bahwa pasien atas nama Wipa Damayanti pernah dirawat inap di tempat tersebut. Kata petugas jaga Pustu Luwuk, pasien dirujuk ke RS Luwuk karena sudah melewati batas skala satu, dimana ketika sudah melewati skala satu, pasien harus dirujuk ke rumah sakit, “Kita tidak bisa menahan pasien lebih lama, karena teorinya harus merujuk pasien ke tingkat fasilitas yang lebih canggih, di sini hanya bidan, di rumah sakit lebih banyak dokter dan lebih berpengalaman, ketika terjadi sesuatu masalah langsung calling dokter, sistemnya rumah sakit dan puskemas itu beda, ” kata Stevi, petugas yang berjaga di Pustu Luwuk.

“Dia masuk malam jam 8. Pagi juga diperiksa masih tetap pembukaan yang sama 4 centi seharusnya kalau anak ketiga itu, setiap satu jam maju 1 centi, teorinya begitu, makanya dirujuk ke rumah sakit,” tambah petugas lainnya.

Atas rekomendasi rujukan itulah, Selasa (4 /12/2018) dengan mobil ambulans dibawalah Wipa Damayanti ke RS Luwuk. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Wipa menjalani serangkaian pemeriksaan medis, salah satunya pemeriksaan tekanan darah. Istrinya sebut Om Oji, mengalami tekananan darah tinggi sehingga membutuhkan obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Namun upaya mencari obat yang dianjurkan petugas medis di IGD hingga satu jam, Om Oji tidak berhasil menemukan obat tersebut di sejumlah apotek di Luwuk.

Selain permintaan mencari obat penurun tekanan darah, Om Oji juga oleh petugas medis dikatakan bahwa istrinya harus melahirkan hari itu juga. “Istri saya ditakut-takuti,” katanya.

Usai dari IGD, Wipa Damayanti di bawa ke ruang persalinan untuk menjalani proses melahirkan.

Di rumah sakit daerah itu, Om Oji disodorkan secarik kertas agar ditandatangani sebagai persetujuan tindakan medis untuk menyuntikan perangsang kepada istrinya.

Tak ada gambaran atau pertimbangan medis terkait langkah melahirkan normal yang diakuinya memang atas permintaan istrinya tersebut. "Inisiatif itulah yang mereka ambil bahwa dalam keadaan darahnya tinggi, mereka coba menjadi dasar untuk melahirkan normal walaupun ini membahayakan," terangnya.

Menurutnya, paling tidak seharusnya dokter atau asistennya ketemu dengan suami atau keluarga pasien yang ada di situ untuk memberikan gambaran dan pertimbangan medis terkait langkah yang akan diambil. "Ini langsung, pak tolong tanda tangan istrinya bapak maunya melahirkan normal ini mau disuntik," katanya.

"Kita ini orang awam, orang bodoh, seharusnya dokterlah yang paling tahu tindakan apa yang akan diberikan, jangan karena pakai BPJS, kami tidak dikasih masukan, kalau yang tidak pake BPJS baru kasih masukan," jelasnya.

Sekira usai Salat Zuhur, tindakan medis dengan menyuntikan perangsang kepada Wipa Damayanti dilakukan. Setelah upaya proses melahirkan normal yang dilakukan tim dokter, sekira pukul dua siang Wipa Damayani akhirnya melahirkan putri ketiganya. Namun, sebut Oji, istrinya mengalami pendarahan hebat. “Darahnya langsung drop,” ujarnya.

Tak hanya itu, ironinya, proses melahirkan tersebut dinilai Om Oji tanpa persiapan. Pasalnya, ketika terjadi pendarahan barulah pihak RS Luwuk menyarankan agar segera mencarikan darah buat pasien. Hal ini dianggap pihak RS Luwuk tidak mempersiapkan diri dalam hal penanganan medis istrinya.

"Pak torang mau ambil tindakan operasi supaya bapak punya istri selamat , tapi saya liat kondisinya memang sudah tidak bisa. Dalam kondisi begitu dorang baru mau operasi, tapi Alhamudulillah dorang te sempat operasi. waktu dibawa ke ruang operasi saya yakin sudah meninggal. Hampir jam dua keluar itu ade meninggal ibunya jam 4 lewat,"bebernya.

Tak hanya itu, persoalan mencari darah di Unit Transfusi Darah (UTD) pun tak berjalan mulus. Ketika Darah yang sangat dibutuhkan cepat itu pun harus melewati rangkaian proses adminitrasi yang memakan waktu nyaris satu jam.

"Gampang itu prosedur mau tanda tangan atau apa kan bisa menyusul. Padahal bisa salah satu keluarga tinggal menyelesaikan administrasinya yang penting keluarkan dulu darahnya. nanti mangamuk begitu, baru darong kasih keluar," bebernya.

"Orang somo mati baru dorang kase keluar darah baru bagaimana,ini bukan ayam yang mati bisa diganti yang baru, ini manusia." tambah Om Oji.

Usai mengambil darah di UTD Luwuk, Om Oji dengan segera mengambil 2 kantong darang dari 4 kantong yang disiapkan untuk operasi. Namun sesampainya di RS Luwuk, darah tersebut tidak juga digunakan. “Darah tidak dipake, disimpan begitu saja, cuma diimpus, saya curiga kalau istri saya dibawa ke ruang operasi itu cuma sebagai alasan saja, untuk menutupi kelalian mereka diruang bersalin, dari awal kenapa mereka tidak dioperasi nanti sudah pendarahan baru mau operasi,” katanya.

Tak lama berselang sekira pukul 16.00 Wita, Wipa Damayanti harus menghembuskan napas terakhirnya dengan darah yang masih terus keluar.

Peristiwa yang menimpa Wipa Damayanti meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, apalagi kata Om Oji, istrinya rutin memeriksa kondisi kandungannya dimana tiga kali melakukan USG atau ultrasonografi ke dokter. "Mantri sendiri bilang maitua orang paling rajin ba periksa,kadang saya bonceng, kadang dia naik taksi sendiri," jelasnya.

Om oji yang sudah mengikhlaskan kepergian istrinya itu berharap agar peristiwa yang dialami Wipa Damayanti menjadi pelajaran pihak rumah sakit dan Unit Transfusi Darah Luwuk sehingga kedepan tidak ada lagi kasus serupa.

"Jangan menilai pasien dari uangnya tapi lebih mengutamakan keselamatan pasien. Membantu semaksimal mungkin menyelamatkan nyawa orang. Untuk adanya perubahan, ini sebagai intropeksi rumah sakit agar diadakan perubahan terutama di ibu-ibu melahirkan,"tandasnya.

Kepala UTD Luwuk, dr.Rasmina mengakui bahwa proses pengambilan darah di UTD paling cepat sekira 45 menit, sebab harus melaksankan rangkaian croscek. Apalagi jika membutuhkan darah lengkap bahkan bisa mencapai 2 jam. “Kita sudah sering sosialisasi ke perawat, kalau proses ambil darah itu lama, jadi sebelum melakukan operasi, memang seharusnya disiapkan dulu darahnya,” katanya.

Sementara itu, direktur Rumah Sakit Luwuk, dr.Gunawan yang dikonfirmasi melalui pesan WA, Minggu (10/2/2019) mengatakan secara umum semuanya sudah dilakukan petugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.HRC

Penyerahan Berkas CPNS Paling Lambat 18 Januari

SERATUS empat puluh sembilan peserta lulus CPNS menyimak arahan dan petunjuk pemberkasan dokumen CPNS oleh BKPSDM, Selasa (8/1/2018). FOTO: DOK. BKPSDM BANGGAI
SERATUS empat puluh sembilan peserta lulus CPNS menyimak arahan dan petunjuk pemberkasan dokumen CPNS oleh BKPSDM, Selasa (8/1/2018). FOTO: DOK. BKPSDM BANGGAI

BANGGAI RAYA- Pemda Banggai secara resmi telah mengumumkan pelamar CPNS yang lulus dalam seleksi pengadaan CPNS tahun 2018. Dari 1.937 pelamar di instansi Pemda Banggai, sebanyak 149 lulus menjadi CPNS, terdiri dari 139 pelamar formasi umum dan 10 pelamar khusus eks honorer kategori II.

Selasa (8/1/2019) bertempat di Ruang Rapat Umum, Kantor Bupati Banggai, diberikan pembekalan, petunjuk serta arahan oleh BKPSDM kepada 149 peserta CPNS yang dinyatakan lulus. Pembekalan berkaitan dengan tahapan pemberkasan dalam rangka pengusulan NIP ke BKN.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai, Soffian Datu Adam menuturkan, pemberkasan merupakan tahapan lanjutan yang akan diikuti peserta yang lulus CPNS. Berkas para peserta menjadi bahan usulan ke BKN untuk penetapan NIP. “Setelah seluruh berkas dilengkapi maka kami mengusulkan ke BKN untuk penetapan NIP. Ketetapan waktu usul penetapan NIP menentukan waktu Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pengangkatan CPNS 2018,” kata Soffian.

Mantan Kabag Humas Setda Banggai ini berpesan kepada seluruh peserta CPNS yang telah dinyatakan lulus, agar kedepan bisa menjalankan tugas dengan baik. “Saya berharap setelah dinyatakan resmi 100 persen PNS, agar bisa melaksanakan tugas dan bekerja sesuai harapan. Sehingga bisa menjadi abdi negara yang berkualitas dan punya dedikasi,” pesannya.

Kepala Bidang Pemberhentian, Pegadaan dan Informasi, BKPSDM Kabupaten Banggai, Amrizal Latif menambahkan, peserta yang dinyatakan lulus CPNS diminta untuk melengkapi berkas paling lambat hingga 18 Januari.

“Kami beri kesempatan untuk pemasukan berkas hingga 18 Januari. Setelah itu dilakukan verifikasi untuk selanjutnya diserahkan ke BKN untuk penetapan NIP,” ungkap Amrizal.

Ia menjelaskan, berkas yang disiapkan peserta antara lain ijasah, SKCK, surat pernyataan tidak akan pindah selama 10 tahun, akreditasi dan lainnya. NAL

Dana Hibah KNPI Dipangkas

BANGGAI RAYA- Keinginan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banggai merencanakan berbagai kegiatan kepemudaan di tahun 2019 sebaiknya diurungkan. Betapa tidak, dana hibah yang disediakan untuk organisasi penghimpun kaum pemuda ini dipangkas separoh lebih. Berbeda dengan dana hibah yang dikelola KNPI Banggai tahun anggaran 2017 dan tahun 2018 yang cukup ‘wah’ sekira Rp600 juta, tapi sepertinya tahun 2019 kali ini KNPI ‘gigit jari’, karena hanya disediakan sekira Rp200 juta.

Para wakil rakyat seolah ngotot memangkas dana untuk organisasi yang dipimpin Irfan Bungaadjim itu ketika pembahasan lanjutan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Banggai Tahun 2019 khususnya dana hibah untuk organisasi di daerah ini.

RAPBD 2019 dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banggai bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banggai, Kamis (3/1/2019). Pembahasan yang statusnya menyeberang tahun itu, diawali dengan membahas alokasi dana hibah dari pemerintah daerah untuk tahun anggaran 2019.

Yang menarik, dari sekian proposal permohonan bantuan dana hibah yang masuk, bantuan dana hibah untuk Banggai menjadi sorotan para penghuni Parlemen Lalong. Jumlah sebesar Rp600 juta yang sudah dikucurkan selama dua tahun untuk kabinet Irfan Bungaadjim dinilai terlalu besar oleh Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang.

"Jumlah ini so talalo basar. Kita rasionalisasi saja, jadi Rp100 juta. Karena saya lihat selama ini KPNI sudah tidak independen. Nah, tahun ini jangan sampai dana hibah untuk pemuda disalahgunakan," ujar pria yang akrab disapa Obama.

Setelah melalui serangkaian pembahasan, lewat masukan dan tanggapan baik dari pihak eksekutif maupun legislatif, dirasionalisasi besaran pagu anggaran untuk dana hibah KNPI Banggai di tahun 2019 adalah sebesar Rp200 juta.

Jumlah ini, berdasarkan asumsi bahwa dana pembinaan yang akan diberikan kepada Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) di bawah naungan KNPI adalah sebesar Rp3 juta yang dikalikan sebanyak 60 OKP, sehingga muncullah angka Rp180 juta. Angka itu di luar anggaran pembinaan pengurus kecamatan (PK) yang dimasukkan ke dalam anggaran operasional sebesar Rp20 juta. Sehingganya didapatkan total sebesar Rp200 juta.

Kepada Banggai Raya, Ketua KNPI Banggai, Irfan Bungaadjim mengatakan bahwa hal itu aneh bin ajaib.

"Aneh bin ajaib menurut kami. Sepanjang sejarah parlemen kita, nanti tahun ini terjadi. Setahu kami, hak belanja hibah merupakan kewenangan Bupati. Justru diganjal oleh Ketua DPRD. Ini ada apa? Setahu kami, Bali Mang adalah tokoh senior yang mestinya arif dan bijak. Malah kelihatan berambisi memangkas anggaran hibah untuk KNPI. Salah kami apa? Kok sampai hati dewan mengangkangi hak Bupati dalam belanja hibah," begitu tulis Irfan Bungaadjim dalam pesan singkat WhatsApp, Kamis (3/1/2019).

Irfan menambahkan, atas nama KNPI dirinya memberikan apresiasi kepada Bupati Herwin Yatim. Karena menurutnya, jumlah Rp600 juta yang termasuk di dalam usulan anggaran dana hibah KNPI untuk APBD 2019, adalah bentuk kepercayaan Bupati Banggai selaku kepala daerah, terhadap kinerja KNPI di bawah kepemimpinannya.

Tetapi disesalkan oleh Irfan, justru dewan terkesan melakukan upaya pemangkasan. "Jika memang ada yang keliru, mestinya DPRD berkomunikasi dengan Kadispora, sehingga kami bisa tahu kesalahan kami apa. Jangan tiba-tiba ketuk palu pemangkasan," tambah Irfan.

Menurut Irfan, selama ini KNPI tidak pernah berseberangan dengan DPRD, dan tidak pernah mencampuri urusan kelembagaan DPRD.

Bahkan Irfan menyindir,bahwa DPRD sudah merangkap sebagai pengurus KNPI. Alasannya, besaran pagu Rp200 juta, peruntukannya sudah ditentukan DPRD.

Rapat pembahasan APBD 2019 untuk dana hibah bantuan sosial, akan dilanjutkan, Jumat (4/1/2019) hari ini.

AKTIVITAS ORGANISASI BERIMBAS

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banggai Syarifuddin Muid angkat bicara soal pengurangan dana hibah KNPI Banggai.

Pengurangan dana hibah sebut Syaifuddin, akan berimbas pada pemberdayaan dan aktivitas organisasi kepemudaan tersebut.

Sejauh ini sebut dia, peruntukan dana hibah KNPI sudah menjadi kewajiban, karena diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber dari APBD.

Organisasi yang sifatnya vertikal itu memang diwajibkan mendapatkan dana hibah setiap tahunnya, seperti KNPI, Pramuka, KONI. Ketiga organisasi ini merupakan organisasi di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Ada pula dana hibah yang diberikan kepada setiap lembaga, akan tetapi tidak diwajibkan memberikan dengan waktu berturut-turut. Misal yayasan atau lembaga yang memang tidak diwajibkan untuk diberikan.

Dipahami Syaifuddin, instansinya hanya memeriksa usulan KNPI. Sedangkan untuk verifikasi itu ada di Bagian Kesra. “Kalau ada pengurangan atau perbaikan dari usulan dana hibah DPD KNPI, maka bisa dikembalikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga kemudian dikembalikan kepada KNPI untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Pengurangan dana hibah sebut Syaifuddin, tergantung pembahasan di dewan. “Kalau kemudian dana hibah untuk DPD KNPI Banggai hanya akan diberkan Rp100 juta saja, maka tentunya itu sudah melewati proses pembahasan. Kewenangan dalam rapat tersebut yakni menentukan peruntukan anggaran yang akan dibelanjakan oleh daerah,” jelas dia.

PDPM ANCAM SOMASI

Informasi yang diterima Banggai Raya menyebutkan, rupanya dana hibah yang dikelola KNPI Banggai tak mengucur ke Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banggai pada tahun anggaran 2017 dan tahun 2018. Padahal, KNPI Banggai mengelola dana hibah dari Pemda Banggai sebesar Rp600 juta di dua tahun anggaran, yakni pada tahun 2017 dan 2018.

PDPM Banggai mempertanyakan dana hibah tersebut, karena organisasi di bawah bendera Muhammadiyah itu tidak pernah mendapatkan kucuran dana tersebut.

Ketua Umum PDPM Banggai, Baharuddin L. Agi, Kamis,(3/1/2019) mengungkapkan, sampai saat ini organisasi yang ia pimpin tidak pernah disentuh oleh anggaran dana hibah untuk OKP di bawah naungan DPD KNPI Banggai.

Beda halnya dengan masa kepengurusan sebelumnya. OKP yang ia pimpin selalu dilibatkan atau mendapatkan dana pemberdayaan OKP dari DPD KNPI. “Makanya sampai saat ini saya masih bingung, karena nanti masa kepengurusan periode ini saja Pemuda Muhammadiyah tidak diberikan bantuan setetes pun,’’ keluh Baharuddin.

Entah berapa jumlah OKP yang tidak mendapatkan dana hibah periode 2017- 2018. Yang jelas, PDPM Banggai tidak pernah mendapatkan apa-apa dari KNPI Banggai.

PDPM kata dia, salah satu OKP yang tidak menerima dana hibah di masa kepemimpinan Irfan Bungadjim sebagai Ketua DPD KNPI Banggai. “Kalau di masa kepemimpinan ibu Batia Sisilia Hajar pasti sudah disediakan pos anggaran untuk OKP,” kata Baharuddin.

Ia mengaku, sempat menanyakan perihal dana hibah KNPI Banggai ke Ketua Dewan Banggai, Samsulbahri Mang. Informasi yang disampaikan Bali Mang bahwa dana hibah itu sudah dicairkan. “Saya sempat tanya sebelum berangkat muktamar (baca: Muktamar Pemuda Muhammadiyah) di Yogyakarta,” tutur dia.

Atas informasi itulah, Baharuddin akan melakukan upaya hukum terkait proses penggunaan dana hibah KNPI Banggai. “Untuk langkah awal Pemuda Muhammadiyah akan melakukan somasi ke DPD KNPI Banggai melalui surat somasi yang ditandatangani Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banggai. Somasi itu akan dilakukan Minggu ini, kalau kemudian juga DPD KNPI Banggai tidak punya niat untuk transparan dalam mengelola dana hibah tersebut, maka Pemuda Muhammadiyah akan membuka laporan di kepolisian,” tandasnya. FRB/SAH

Warga Honbola Panik Dengar Isu Tsunami

Kades Honbola bersama aparat Polsek Batui saat menenangkan warga yang panik akibat isu tsunami. FOTO: ANGKI
BANGGAI RAYA- Kabar atau isu akan terjadinya tsunami, membuat warga Desa Honbola panik. Bahkan sejumlah warga yang berada di pesisir pantai sempat lari ke bukit yang lebih tinggi. Perisitiwa ini terjadi pada 28 Desember 2018 pekan kemarin.

Kepala Desa (Kades) Honbola, Rojes Kutondong mengatakan, ketika mendapatkan isu akan terjadinya tsunami, para warga panik dan ketakutan.

"Kita tidak tahu kabar tsunaminya dari mana, tiba-tiba warga panik berusaha menyelamatkan diri. Ini berita hoaks yang beredar di medsos," katanya kepada media ini.

Rojes mengaku kaget saat mendengar warganya panik dan ketakutan. Dia mencoba untuk menenangkan warga.

Namun karena kondisi saat itu warga begitu panik, maka ia kesulitan untuk menenangkan. "Kita langsung berkoordinasi dengan Polsek Batui, agar warga kita tenang. Isu tsunami itu cuma hoax. Memang cuaca di daerah kita khususnya di wilayah pesisir kurang baik, tapi tidak ada sampai terjadi tsunami," cetusnya.

Pada saat itu, Kapolsek bersama anggotanya langsung datang dan menghimbau kepada masyarakat Honbola serta Uso dan Lamo terkait adanya isu tidak benar akan terjadinya bencana tsunami. “Kita minta kepada warga, agar tidak mudah percaya dengan isu-isu seperti ini. Harus dicek dulu kebenarannya,” pungkasnya. JAD

Imigrasi Banggai Tangani Kasus WNA

BANGGAI RAYA- Kantor Imigrasi Kelas III Banggai telah menangani tindakan administrasi keimigrasian dari berbagai Warga Negara Asing (WNA). Yakni, WNA Tiongkok sebanyak 29 kasus dan Srilanka 14 kasus. Demikian dijelaskan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banggai, Novly TN Momongan kepada Banggai Raya di ruang kerjanya, Rabu (2/1/2019).

Jenis pelanggaran yakni over stay sebanyak 28 kasus dan penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 14 kasus dan eks narapidana umum 1 kasus. Atas pelanggaran yang dilakukan, maka penindakan administarsi yang dilakukan terhadap WNA adalah pengenaan biaya beban 28, pedetensian 15, deportasi 1 WNA dan penangkalan satu orang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banggai, Novly TN Momongan menjelaskan, pengenaan biaya beban sampai dengan 28 Desember sebanyak Rp45.900.000. Peningkatan pelayanan dari pemeriksaan khusus Donggi Senoro LNG yang masuk keluar dengan kapal non reguler yakni 53 kapal dengan 490 crew WNI dan 891 crew WNA tahun 2017, meningkat menjadi 70 kapal dengan 667 Crew WNI serta 1.254 WNA pada tahun 2018.

Dijelaskannya, peningkatan pelayanan dan pengawasan yang menunjang peningkatan PNPB tersebut tidak lepas dari keberadaan warga negara asal China/Tiongkok yang jumlahnya begitu banyak, khususnya di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Kabupaten Banggai.

“Saat ini pengawasan yang dilakukan sangat terbatas, karena jarak tempuh ke lokasi yang cukup jauh. Itu memakan waktu 16-18 jam dari kantor. Tapi kami selalu berupaya optimal dalam melaksanakan fungsi pengawasan dalam hal penindakan pada setiap warga Negara Asing yang datang berkunjung di wilyah pengawasan Kantor Imigrasi Banggai,” tutur Novly.

Novly juga berharap peran serta masyarakat dan stakeholder dalam mendukung program yang diemban insan imigrasi, termasuk dukungan dari pemerintah Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Kabupaten Tojo Una-una, Morowali dan Morowali Utara. Karena kerjasama yang baik demi mengawal proses pembangunan pemerintahan nasional. SAH

Aplikasi E-Makam Diluncurkan

Penandatanganan plakat Anjungan Teluk Lalong oleh Bupati Herwin Yatim. FOTO: ZAINUDDIN ARL
BANGGAI RAYA- Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Banggai, menggelar kegiatan Pinasa Sehat bertempat di Teluk Lalong, Minggu (30/12/2018). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching salah satu inovasi Disperkimtan Banggai yakni, Elektronik Makam (E-Makam) dan peresmian Anjungan Teluk Lalong serta Air Mancur Teluk Lalong.

Acara dibuka Bupati Banggai, Herwin Yatim. Turut hadir Wakil Bupati Mustar Labolo, unsur Forkopimda dan pimpinan OPD, camat serta masyarakat.

Bupati Herwin Yatim dalam sambutannya mengapresiasi kerja-kerja dari semua organisasi perangkat daerah yang terus berupaya membuat inovasi demi menciptakan pelayanan serta pembangunan yang lebih baik. “Alhamdulilah Teluk Lalong ini terlihat semakin indah. Inilah persembahan yang luar biasa dari inovasi mengembangkan program yang bersentuhan dengan harapan warga kota,” ungkapnya.

Bupati Herwin juga mendukung inovasi E-Makam. “Inovasi yang sangat membantu mengetahui data-data warga yang telah meninggal. Inovasi ini telah diakui Lembaga Administrasi Negara dan satu-satunya di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Banggai, Alfian Djibran mengungkapkan, aplikasi E-Makam merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan dalam penataan kawasan pemakaman khususnya di TPU Desa Bunga. “Aplikasi E-Makam, bila mana warga kesulitan mencari keluarga atau saudaranya yang telah dikuburkan, melalui aplikasi E-Makam semua terdata tahun meninggalnya, tempat penguburannya dan bloknya langsung diketahuhi,” kata Alfian. NAL

Banggai Penghasil Miras Cap Tikus


cap tikus banggai

BANGGAI RAYA– Kabupaten Banggai tidak hanya dijuluki sebagai salah satu daerah penghasil migas, tetapi juga dearah penghasil minuman keras jenis cap tikus. Betapa tidak, selama beberapa hari jelang pisah tahun, aparat gabungan TNI dan Polres Banggai beserta jajarannya melakukan razia penyakit masyarakat menyasar pusat penjualan dan pembuatan minuman keras.

Alhasil, ratusan liter minuman keras yang dikemas dalam kantong plastik gula, botol minuman mineral serta jerigen disita oleh petugas. Sebagian pemilik miras diberikan pembinaan dan sebagiannya menjalani proses hukum.

Terhitung sejak tanggal 28 sampai 30 Desember 2018, mencapai ratusan liter miras jenis cap tikus.
Berikut reportase razia yang dilakukan oleh personil gabungan Polres Banggai dan Sat Pol-PP, yang melakukan operasi untuk mengamankan jalannya sambut pisah tahun berhasil menyita puluhan kantong minuman keras (Miras) jenis cap tikus di salah satu warung di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sabtu malam (29/12/2018).

“Barang bukti yang berhasil kami sita sebanyak 56 kantong dan 48 botol miras cap tikus masing-masing ukuran setengah liter,” ungkap Kabag Ops Kompol Dj. Darise . Pemilik bersama barang bukti kemudian diamankan di Mapolres Banggai guna penyidikan lebih lanjut.

Kemudian pada Sabtu (29/12/2018) sekitar pukul 20.00 Wita, jajaran Polsek Nuhon yang sedang melakukan patroli rutin menemukan sebanyak 8 kantong miras jenis cap tikus. Pemilik miras bernama Utu (38), warga Desa Tomeang diberikan pembinaan.

Di hari yang sama pula Sabtu (29/ 12/2018), sekitra pukul 16.30 Wita di wilayah Hukum Polsek Batui, ditemukan sebanyak 23 kantong minuman jenis cap tikus. Miras tersebut merupakan milik tiga warga Desa Honbola Kecamatan Batui. Di antaranya, disita dari seorang IRT bernama Evi (40), Agus (29) Efniel Kulilim (45). Ketiga pemilik miras diberikan pembinaan.

Sedangkan operasi jajaran Polsek Bunta, Sabtu (29/12/2018) sekitar pukul 11.00 Wita, dengan sasaran pembuatan miras (Balombong) di Desa Laonggo, Kecamatan Bunta. Operasi tersebut menemukan dua tempat produksi Cap Tikus, yakni milik Ebe (51) warga Desa Laonggo, Kecamatan Bunta dan satunya milik Sandi (41), warga Desa Tindung, Kecamatan Simpang Raya.

Kedua pemilik tempat pembuatan cap tikus kini diamankan di Mapolsek Bunta. Sebelumnya pada Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 17.00 Wita, menemukan sebanyak 30 kantong miras siap edar. Dari hasil pengembangan temuan miras siap edar, ditemukan dua tempat pembuatan miras.

Dengan kondisi tersebut, maka pasokan dan produksi minuman keras jenis cap tikus di sejumlah Kecamatan Bunta, Nuhon, Pagimana, Batui, Batui Selatan dan Toili masih banyak yang melakukan produksi. Berkaca sebelumnya jajaran Polsek Batui di bulan Desember 2018, telah memusnahkan sebanyak dua lokasi pembuatan miras. Sedangkan jajaran Polsek Toili hanya mampu mendapatkan dari hasil razia yang dilakukan di sejumah tempat penjualan. MAD

2019, Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai

Sofyan Lalusu
Sofyan Lalusu
BANGGAI RAYA- Kementerian Sosial (Kemensos) akan merubah model penyaluran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2019.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Sofyan Lalusu mengungkapkan transformasi Bansos Rastra menjadi Bantuan Pagan Non Tunai (BPNT) sedang dirampungkan. “Mau tidak mau, suka tidak suka, April 2019 sudah tidak ada lagi Rastra, program akan berubah menjadi BPNT,” kata Sofyan di Kator Bupati Banggai, Rabu (26/12/2018).

Ia menjelaskan, BNPT merupakan salah satu program pengganti Bansos Rastra. Jika sebelumnya pemerintah membagikan beras langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), melalui program BPNT, peserta penerima manfaat akan menerima bantuan dengan niali Rp100 ribu.

“Bantuan akan disalurkan melalui rekening peserta KPM, selanjutnya peserta bisa menggunakan bantuan untuk membeli bahan pangan di e-warung yang disiapkan pemerintah. Bahan pangan itu terdiri dari beras dan telur,” ujarnya. NAL

2,5 TAHUN WINSTAR MEMIMPIN, Raih Segudang Penghargaan, Berhasil Mengubah ‘Wajah’ Kabupaten Banggai

herwin-mustar adipura
Piala Adipura diarak keliling Kota Luwuk Tahun 2017 lalu oleh Bupati Banggai, Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo. FOTO: ZAINUDDIN ARL



OLEH: ZAINUDDIN ARL

Menjadi seorang kepala daerah dengan sederet prestasi, tentu tidaklah mudah. Butuh perjuangan, kerja keras dan kerja cerdas. Herwin Yatim, Bupati Banggai saat ini, menjelma sebagai seorang pemimpin yang populer. Namanya mulai dikenal tidak hanya di tingkat regional, namun terkenal hingga ke level nasional.

Politisi PDI Perjuangan ini tampil sebagai sosok pejabat yang merakyat, bukan hanya pencitraan, tetapi berhasil mengimplementasikan visi misi saat kampanye. Visi misi yang tak menguap setelah terpilih. Justru menjadikan beban yang sangat berat saat terpilih, membuatnya ekstra kerja keras menjalankan tugas dengan sigap dan peka dengan kebutuhan warganya yang disesuaikan dengan kondisi.

Ia melakukan perubahan dari nol sampai menjadikan daerah yang dipimpinnya terkenal dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya.

Usia kepemimpinan Herwin Yatim baru separoh dari total pengabdian selama lima tahun.. Belum terlalu lama, baru menginjak usia 2,5 tahun. Namun motivasi membangun daerah ini semakin jelas. Dalam usia kepemimpinan yang baru setengah perjalanan, Herwin berhasil mencuri perhatian pemerintah pusat dengan berbagai inovasinya. Ia pun didaulat sebagai kepala daerah inspirator pembangunan daerah tahun 2017.

Berkat ‘tangan dingin’ dan kedekatannya dengan masyarakat Kabupaten Banggai, bupati yang lahir dari hasil Pilkada Banggai 2015 lalu ini, berhasil merubah ‘wajah’ Kota Luwuk menjadi kota yang lebih baik, bersih dan nyaman. Salah satu program yang paling menonjol adalah gerakan moral PINASA.

Banyak daerah lain seperti di Sulawesi Tengah yang mulai mengadopsi program ini. Tidak hanya mampu merubah lingkungan menjadi bersih, dengan program ini mampu menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan. Gerakan moral PINASA tidak hanya digeliatkan dalam kota saja, melainkan di semua wilayah kecamatan dan desa.

Gerakan moral PINASA yang digeliatkan Bupati Herwin dan Wabup Mustar, mampu menembus isu nasional. Dengan program ini, Banggai berhasil meraih penghargaan Adipura.

Dengan program ini pula, ‘wajah’ Kota Luwuk yang awalnya kotor kini terlihat bersih dan indah. Taman kota mulai terbangun di sejumlah sisi yang menambah indahnya Kota Luwuk.

Selain itu, Herwin banyak melahirkan program inovasi yang menambah semakin populernya daerah ini. Inovasi yang menjadi pembahasan di tingkat nasional seperti program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Publik Safety Center (PSC) 119 serta layanan prima Membuat Si Miskin Tersenyum di RSUD Luwuk.

Program 1000 HPK semakin populer dan diakui pemerintah pusat karena Kabupaten Banggai satu-satunya daerah yang berhasil melaksanakan program ini. Program 1000 HPK adalah wujud keinginan pemda mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Menteri Kesehatan RI mengakui keberhasilan program ini. Bupati Herwin pun diundang mempresentasikan program 1000 HPK di Argentina pada Oktober 2017 lalu.
PSC 119 juga inovasi yang luasr biasa. Inovasi ini muncul karena Bupati melihat banyaknya masyarakat yang meredang sakit namun tidak bisa berobat karena keterbatasan biaya. Dengan PSC 119, masyarakat Luwuk bisa bernafas lega, karena akan dibantu berobat.

Warga yang sakitnya parah akan langsung dirujuk ke rumah sakit, dan segala biaya pengobatan digratiskan pemerintah.

Layanan prima si Miskin tersenyum, adalah inovasi yang baru. Praktik cerdas ini memudahkan masyarakat untuk mendapat jaminan kartu kesehatan saat berobat di rumah sakit. Masyarakat yang tidak punya kartu seperti BPJS dan lain sebagainya, akan diurus petugas hanya dalam waktu singkat.

Selain inovasi di bidang kesehatan, terdapat inovasi atau praktik cerdas di sektor pertanian dan perikanan. Seperti program Kartu Petani Sejahtera (KPS) dan Kartu Nelayan Sejahtera (KNS). Kedua program ini akan membantu masyarakat petani dan nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan.

KPS misalnya, dapat membantu petani mendapatkan benih, pupuk dan lainnya. Sejumlah daerah pun mengapresiasi program KPS ini termasuk Pemerintah Provinsi Jawah Tengah. Karena Kabupaten Banggai adalah satu-satunya kabupaten yang melaksanakan program KPS setelah Provinsi Jawa Tengah.

Di awal kepemimpinan Herwin Yatim bersama Mustar Labolo, terus membuat terobosan. Ia mengeluarkan kebijakan melarang sekolah melakukan pungutan siswa baru. Kebijakan ini pun mendapat respon dari masyarakat. Betapa tidak, masyarakat terbantukan dengan kebijakan ini.

Kebijakan ini berhasil menarik simpati semua kalangan. Karena bagi Bupati Herwin kebijakan ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masa depan anak bangsa. Karena banyak yang mampu dan memiliki prestasi namun tidak bisa bersekolah karena mahalnya biaya pendidikan. Kebijakan ini pula sebagai wujud pendalaman atas Undang-Undang yang mewajibkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Tidak hanya perhatian terhadap pendidikan, kesehatan pun menjadi prioritas utama. Sejak dilantik 8 Juni 2016, ia mendorong Dinas Kesehatan mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah ke BPJS Kesehatan. Tak kurang dari 50 ribu jiwa berhasil diintegrasikan. Dengan integrasi ini, membantu masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal disetiap fasilitas kesehatan. Langkah lebih maju ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tidak hanya di fasilitas kesehatan yang ada di daerah namun di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, hanya dalam kurun waktu 8 Juni 2016- 8 Juni 2017, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 33,95 persen tahun 2015 menjadi 37,12 persen tahun 2016. Penopang peningkatan ekonomi tidak lain dari sektor pertanian, industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian.

Penurunan angka kemiskinan sebagai salah satu prioritas yang harus sukses dilaksanakan dalam setiap tahunnya. Niat serta tekad yang baik itu, akhirnya membuahkan hasil. Dalam kurun tiga tahun terakhir, 2016, 2017, dan 2018 ini, terjadi penurunan angka kemiskinan.

Pada tahun 2016, penduduk miskin di Kabupaten Banggai berjumlah 33.970 atau 9,47 persen. Jumlah tersebut berkurang di tahun 2017 menjadi 33.636 atau 9,20 persen. Bahkan angka kemiskinan kembali berkurang dari 9,20 persen di tahun 2017, menjadi 8,90 persen atau 33.056 jiwa di tahun 2018
Herwin Mustar dengan tagline Winstar mengambil visi mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian dan kemaritiman berbasis kearifan lokal dan budaya. Visi ini kemudian dijabarkan dalam enam misi, misi pertama menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih menuju pemerintahan yang berwibawah. Kedua, mengembangkan pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Ketiga mengembangkan sektor kemaritiman berbasis potensi wilayah. Keempat mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan merata. Kelima mewujudkan pengembangan nilai-nilai agama, kearifan lokal dan budaya. Keenam meningkatkan kualitas SDM dan daya saing daerah.

Kepemimpinan Bupati Herwin menyita banyak perhatian. Sederet prestasi dan penghargaan terus menghampiri daerah ini.

Di penghujung 100 hari agenda kerja, tepatnya pada tanggal 22 September 2016, Bupati Herwin Yatim menerima penghargaan dari Tempo Media Grup pada acara Indonesia Atractiveness Award, di Hotel Mulia, Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta. Dua penghargaan didapatkan sekaligus, yakni penghargaan sebagai daerah potensial dan penghargaan kategori investasi dan pelayanan publik. Kado manis itupun menjadi awal munculnya sederet prestasi dan penghargaan.

Berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 14 November 2016, Bupati Herwin kembali menerima penghargaan dari Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. Gubernur Longki memberikan penghargaan atas dukungan pemerintah Kabupaten Banggai kepada kelompok tani dalam menerapkan sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian berdaya saing.

Dan pada tanggal 18 November 2016, Pengurus Pusat FKPPI memberikan penghargaan Kartika Satya Nararya kepada Bupati Herwin Yatim sebagai kader FKPPI yang telah berprestasi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Pengharagaan serupa diberikan kepada sejumlah tokoh nasional seperti Surya Paloh.

Penghargaan yang diterima Bupati Herwin ternyata tidak sampai disitu saja, orang nomor satu di pemerintah Kabupaten Banggai ini kembali menerima kado manis di penghujung tahun yakni anugerah penghargaan dari Kementrian Sosial (Kemensos). Anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial diberikan langsung Presiden RI Joko Widodo pada pelaksanaan HKSN di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tanggal 20 Desember 2016. Presiden menyamatkan tanda penghargaan bersama 17 kepala daerah se Indonesia diantaranya Walikota Surabaya, Tri Risma Harini, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Cristiandi Sanjaya, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basiru, dan Bupati Tapin Kalimantan Selatan, Arifin Arfan.


Presiden RI Joko Widodo menyematkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Bupati Herwin Yatim tanggal 20 Desember 2016 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. FOTO: ZAINUDDIN ARL

Bupati Herwin dinyatakan berhak mendapatkan anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial setelah melalui serangkaian verifikasi dan penilaian yang dilakukan pemerintah pusat.

Satya Lencana Kebaktian Sosial merupakan penghargaan yang diberikan kepada warga negara yang mempunyai prestasi di bidang sosial dan kemanusiaan.

Bupati Banggai Herwin Yatim yang baru memimpin enam bulan dinyatakan telah melewati tahapan persyarakatan, verifikasi dan penilaian yang baik dan berhak untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Di awal tahun 2017 tepatnya tanggal 13 Januari, Pemerintah Kabupaten Banggai menerima penghargaan dari Kementrian Agama (Kemenag) RI. Penghargaan itu diterima Bupati mewakili Masjid An-Nur Toili dan Masjid An-Nur Luwuk yang keluar sebagai juara masjid percontohan nasional. Masjid An-Nurain, Kecamatan Toili, keluar sebagai juara pertama masjid Percontohan Nasional Kategori Umarah tahun 2016. Dan Masjid Agung An-Nur Luwuk, juga keluar sebagai juara ketiga Masjid Agung Percontohan Nasional untuk kategori Riayah.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, kepada Bupati Banggai Herwin Yatim, bertempat di Kantor Kementrian Agama.

Tepatnya tanggal 3 April 2017, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan Anugerah Pangripta Nusantara terbaik tiga untuk kategori Dokumen RKPD dan Inovasi terbaik tahun 2017. Penghargaan anugerah Pangripta Nusantara diberikan langsung oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola kepada Bupati Banggai Herwin Yatim pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sulteng di Hotel Santika.

Prestasi terus bermunculan. Tepatnya tanggal 7 April 2017, Bupati Herwin Yatim diundang menjadi pembicara pada kegiatan peluncuran dan semiloka pembelajaran berbasis bukti melaui kolaborasi antar profesi kesehatan perguruan tinggi Makassar, di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Bupati menjadi pembicara atas Keberhasilan Kabupaten Banggai melaksanakan program implementasi perbaikan gizi kesehatan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Bupati Herwin Yatim menjadi pembicara bersama Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek serta lima orang lainnya, seperti Prof. DR. Drg. Andi Zulkifli (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS), Dr. Anung Sugihantono (Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan RI), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Palubuhu (Guru Besar Sosiolog UNHAS), Prof. Dr. Dr. Farid Anfasa Moeloek (Mantan Menteri Kesehatan era Soeharto) serta Dr. Djunaidi M. Dachlan. Keberhasilan yang tentunya tidak dimiliki daerah lain, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah,

Belum genap seminggu memaparkan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di hadapan Menteri Kesehatan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Bupati Banggai, Herwin Yatim kembali mendapat undangan khusus dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka green investment meeteng yang dihadiri duta besar negara sahabat, investor dan pemerintah daerah se-kawasan Teluk Tomini bertempat di Pentadio Resort Gorontalo, 14 April 2017.

Dalam acara temu Pemda dengan grenn investor dan duta besar itu, Bupati Herwin Yatim diberikan kesempatan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memaparkan potensi investasi dan gagasan pengembangan daerah.

Tepat di Hari Otonomi Daerah tanggal 25 April 2017, Gubernur Sulawesi Tengah menganugerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Herwin Yatim sebagai peringkat terbaik satu se Provinsi Sulteng, dalam kategori penyelenggaraan pemerintahan daerah, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah terhadap LPPD. Bupati Herwin mendapat penghargaan terbaik pertama dengan prestasi kinerja sangat tinggi.

Pada hari yang sama, Bupati Herwin Yatim menghadiri undangan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-21 tingkat Nasional di Kabupaten Siduarjo, Provinsi Jawa Timur. Bupati Herwin diundang Menteri Dalam Negeri setelah mendapat penilaian sebagai kepala daerah berprestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Bupati Herwin diundang bersama 16 bupati se Indonesia yang juga mendapat penghargaan di tingkat regional.

Pada 10 Mei 2017, Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai, meraih penghargaan Pengelola Kepegawaian Terbaik Tipe A Tingkat Kabupaten pada acara Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian di Jakarta Convention Center (JCC).

Tepat 31 Mei 2017, Pemerintah Kabupaten Banggai kembali meraih penghargaan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2016.

Penyerahan Laporan hasil pemeriksaan atas LKPD Tahun Anggaran 2016 diserahkan secara langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Bayu Subarta kepada 9 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah bertempat di Auditorium Kantor BPK jalan Moh. Yamin, Palu, Rabu 31 Mei 2017.

Penghargaan WTP ini adalah yang kelima kali secara berturut-turut diterima Pemerintah Kabupaten Banggai, dan yang kedua kalinya secara beruntun diera kepemimpinan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo.

Herwin juga dipandang sebagai sosok pemimpin yang begitu peduli terhadap generasi penerus bangsa. Sehingganya, Yayasan Pendukung Karir dan Prestasi menobatkan Herwin sebagai Tokoh Peduli Anak Bangsa tahun 2017.

Sebagai tokoh, politisi dan kepala daerah, Herwin Yatim menjadi figur pemimpin yang memiiki banyak inovasi dalam pembangunan. Berbagai inovasi dan program dilakukannya dalam mendukung proses pembangunan di daerahnya. Ia pun didaulat sebagai tokoh berpengaruh 2017 versi Koran Sindo. Herwin didaulat bersama 11 kepala daerah sebagai tokoh berpengaruh dalam program kegiatan Indonesia Visionary Leader (IVL).

Sementara itu, Pusat Kajian Keuangan Negara juga memberikan penghargaan kepada Bupati Herwin Yatim bersama 21 kepala daerah yang dianggap mampu menjadi inspirator pembangunan daerah.

Pemberian penghargaan ini bertepatan dengan momen 21 tahun pelaksanaan otonomi daerah.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis 15 Juni 2017. Herwin dipandang memiliki inovasi, terobosan, dan gagasan, sehingga mampu menginspirasi elemen pemerintahan maupun masyarakat dalam membumikan otonomi daerah.

Herwin juga dinilai sebagai kepala daerah yang sukses dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi pelayanan masyarakat. Atas keberhasilan itu, Herwin dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) versi Koran Sindo tahun 2017. Ia dinobatkan sebagai KDI bersama 12 bupati lainnya di seluruh Indonesia.

Pada 2 Agustus 2017, Kabupaten Banggai berhasil meraih penghargaan Adipura. Sebuah capaian dan prestasi yang sungguh luar biasa. Adipura diperoleh hanya dalam usia kepemimpian satu tahun dua bulan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banggai sukses dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah (Sakip) dengan memperoleh nilai “BB”. Atas prestasi tersebut Kementerian PAN-RB memberikan penghargaan sekaligus mengundang Bupati Herwin menjadi narasumber bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Walikota Manado Vicky Lumentut di Hotel Tentrem, Yogyakarta, 13 Februari 2018.

Prestasi dan penghargaan tidak sampai disitu saja. 21 Februari 2018, Pemerintah Provinsi Sulteng menobatkan Kabupaten Banggai sebagai daerah terbaik dalam pengelolaan keuangan desa tahun 2017 dari 13 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah.

Bupati Banggai Herwin Yatim, kemudian meraih penghargaan program Indonesia Visionary Leader. Herwin meraih Best in Economic Empowermrnt. Penghargaan diberikan Koran Sindo dalam IVL bertajuk "The Power Of Collaboration" di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2018.

Peghargaan selanjutnya diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Banggai untuk kategori Penataan dan Pengelolaan Perangkat Daerah Terbaik tingkat provinsi tahun 2017.

Piagam penghargaan diberikan langsung Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2018 di Palu, Rabu 25 April 2018.

Selanjutnya pada 30 April 2018 bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Pemerintah Kabupaten Banggai meraih piagam penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Banggai dinobatkan masuk 10 besar setelah menerima penghargaan Pembangunan Daerah terbaik I tingkat Provinsi Sulteng dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahun 2018.

Penghargaan dan prestasi tak henti-hentinya diraih Bupati Banggai Herwin Yatim. Keberhasilan Bupati Herwin Yatim mendorong percepatan sektor wisata bahari mendapat apresiasi positif publik tanah air.

Majalah Sindo Weekly kembali mengganjar Bupati Banggai Herwin Yatim dengan anugerah Government Award 2018. Penghargaan ini khusus diberikan kepada kepala daerah terbaik dan kepala daerah inspiratif di Indonesia. Anugerah Governmen Award ini diterima Herwin Yatim pada acara puncak 5 April 2018

Ini adalah penghargaan kedua dari Koran Sindo kepada Herwin Yatim dalam sepekan. Sebelumnya, 26 Maret 2018 bertempat di The Wstin Hotel, Kuningan, Jakarta, politisi PDI Perjuangan ini, mendapat penghargaan Indonesian Visionary Leader (IVL) untuk kategori Best in Economic Empowerment. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Pemda Banggai mendokrak perekonomian rakyat melalui sektor pariwisata dan usaha kecil menengah, dan tenun Nambo.

Pemerintah Kabupaten Banggai juga menerima piagam penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional IV Makassar atas inovasi layanan terpadu penyelesaian penetapan Surat Keputusan (SK) pensiun PNS dan janda duda tahun 2018. Piagam penghargaan diserahkan Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Sayadi SH pada Selasa 10 April 2018.

Pada 20 April 2018 bertempat di Hotel Navotel, Makassar, Bupati Herwin menerima penghargaan dari 7 Sky Media, sebagai salah satu pemimpin inspiratif pembawa perubahan di tahun 2018. Herwin mendapat penghargaan sebagai Bupati Inspiratif atas berbagai inovasi pembangunan daerah yang telah dilakukannya.

Apresiasi Pemimpin Pembawa Perubahan, yang dipersembahkan 7 Sky Media, merupakan kegiatan penghargaan kepada para pemimpin yang memiliki prestasi memuaskan serta berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia.

Di Bulan Mei 2018 tepatnya 23 Mei Bupati Banggai H. Herwin Yatim menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan RI dalam rangkaian Universal Health Coverage (UHC) JKN- KIS Award. Penghargaan tersebut diserhkan Presiden Joko Widodo di istana Negara. Penghargaan diberikan atas komitmen Pemda Banggai menjamin 98 persen warga dalam jaminan sosial BPJS Kesehatan.

Tanggal 28 Mei 2018, BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Banggai tahun anggaran 2017. Penyerahan LHP atas LKPD tahun 2017 tersebut, Kabupaten Banggai kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). BPK mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan Bupati Banggai beserta jajarannya yang berhasil mempertahankan WTP.

Penghargaan selanjutnya yakni piagam penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari BKKBN Pusat diserahkan langsung Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani, dalam peringatan Harganas XXV 2018, di Kota Manado, Sulawesi Utara, 6 Juli 2018.

Selanjutnya 17 September 2018 bertepatan ulang tahun PMI ke 73 di Pelabuhan Biru Waduk Jatiluhur, Parwakarta Jawa Barat, Bupati Herwin menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) atas perannya dalam mendukung kegiatan kepalangkerahan khususnya pengembangan dan pembinaan relawan PMI.

Keberhasilan Pemda Banggai mempertahankan WTP lima kali berturut-turut untuk laporan oengelolaan keuangan daerah mendapat apresiasi dari kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Bupati Herwin menerima penghargaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Kamis 20 September 2018.

Selanjutnya penghargaan bergengsi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) berhasil diterima pemerintah Kabupaten Banggai. 30 Oktober 2018 bertempat di Gedung Makarti Bhakti Nagari, LAN RI, Jakarta, Bupati Herwin menerima penghargaan INAGARA. Penghargaan diberikan atas komitmen tinggi terhadap pengelolaan inovasi administrasi negara melalui Laboratorium Inovasi LAN.

Pada 11 Oktober 2018 Pemerintah Kabupaten Banggai kembali menerima sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek kepada Bupati Banggai Herwin Yatim pada rangkaian acara Hari Penglihatan Sedunia, di Surabaya.

Setelah menerima penghargaan sertifikat eliminasi malaria, Bupati Banggai Herwin Yatim kembali menerima piagam penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penghargaan kepada Bupati Banggai Herwin Yatim, terkait keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banggai mencapai lebih 95 persen cakupan imuniasi Measles Rubella (MR).

Penghargaan ini diberikan langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pada acara Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah Tingkat Nasional di Sorong, Papua Barat, Senin 15 Oktober 2018.

Kemudian Pemerintah Kabupaten Banggai berhasil meraih penghargaan dari Kementerian PUPR atas kinerja baik dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2018 di Indonesia Timur. Dinas PUPR dinilai terbaik dalam pengelolaan DAK Tahun Anggaran 2018 di bidang jalan. Penghargaan diterima Pemda Banggai di Harris Hotel, Kota Denpasar Bali, 5 Desember 2018.

Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Banggai untuk pertama kalinya meraih Innovative Governtment Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri.

Salah satu penghargaan bergengsi dari Pemerintah Pusat ini, mampu diraih di era kepemimpinan Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo. Kabupaten Banggai menjadi nominator, bahkan satu-satunya kabupaten di Provinsi Sulteng.

Penghargaan tersebut berhasil diterima Bupati Banggai Herwin Yatim di Puri Agung Convention Hall. Hotel Sahid, Jakarta, 7 Desember 2018.
Tiga hari berikutnya, tepatnya 10 Desember, Pemerintah Kabupaten Banggai berhasil meyabet prestasi dari Ombudsman Republik Indonesia. Herwin menerima penganugerahan atas predikat kepatuhan standar pelayanan publik. Dari hasil survei yang dilakukan Ombudsman RI, Kabupaten Banggai memperoleh redikat kepatuhan tinggi atau zona hijau. Kabupaten Banggai berada di peringkat keempat dengan nilai kepatuhan 99,14.

Predikat kepatuhan tinggi diserahkan oleh Anggota Ombudsman RI, Laode Ida saat Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2018 di Auditorium Televisi Republik Indonesia (TVRI) Pusat, Jalan Gerbang Pemuda, Gelora, Jakarta Pusat

Sehari berselang, 11 Desember 2018, Pemerintah Kabupaten Banggai kembali meraih penghargaan sebagai kabupaten yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2018 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Penghargaan diserahkan langsung Meteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly pada Peringatan Hari HAM sedunia, bertempat di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, bertepatan di Hari Nusantara 13 Desember 2018 yang dilaksanakan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom, Bupati Banggai Herwin Yatim meraih tiga penghargaan. Penghargaan pertama yakni Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presdien RI, Joko Widodo. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Joo Widodo.

Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya Pemerintahan Bidang Kemaritiman diberikan atas prestasi dan jasa dalam membangun bidang kemaritiman. Kedua, Penghargaan Satya Lencana Wira Darma dari Kementerian Pertahanan RI, dan Penghargaan oleh Kemendagri atas perhatian dan apresiasi suksesnya pelaksanaan Hari Nusantara 2018. ***

Ketika Presiden Joko Widodo ‘Belanja’ Kopi Saluan

kopi saluan jokowi
Presiden RI Joko Widodo memegang produk Kopsal saat swafoto dengan Tuti Datu Adam. FOTO ISTIMEWA


BANGGAI RAYA-Momen peresmian terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk bersama dengan Bandara Morowali dan tiga terminal bandara lain yang berada di Luwu dan Selayar Sulsel, serta terminal bandara di Bau-Bau Sultra oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Minggu (23/12/2018) lalu, juga dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Banggai guna mempromosikan produk yang mereka hasilkan.

Saat peresmian sarana perhubungan udara pada Minggu petang itu, area lantai 3 terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir (SAA) Luwuk memang digunakan sebagai lokasi pameran, baik produk usaha kecil menengah maupun pameran sarana informasi tentang berbagai hal. Dan salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan pameran di gedung terminal Bandara SAA itu, adalah industri kopi asli Kabupaten Banggai dengan merk produk ‘Kopsal’ atau Kopi Saluan.

Usaha Kopsal yang dirintis oleh pasangan suami istri Wawan Abdurahman dan Tuti Datu Adam ini memang gencar membangun jejaring bisnis dan promosi. Karenanya, tak heran bila momen apapun, selalu dimanfaatkan oleh pasangan suami istri yang mengelola bisnisnya dari kediaman mereka di Desa Tontouan, Kecamatan Luwuk. Apalagi Bupati Banggai Herwin Yatim bersama Wabup Mustar Labolo, memang memberi ruang yang sebesar-besarnya bagi pengembangan industri kecil dan menengah, terutama yang bersentuhan dengan kearifan lokal, dan salah satunya adalah usaha Kopi Saluan.

Satu kebahagiaan yang dirasakan Tuti Datu Adam, adalah ketika Presiden Joko Widodo yang sempat meninjau stan pameran usaha kecil menengah di lantai 3 terminal Bandara SAA, langsung ‘belanja’ Kopsal. Tak tanggung-tanggung kata Tuti, Presiden Jokowi membeli 50 bungkus Kopsal kemasan 150 gram dengan harga Rp30.000 per kemasan.

Menurut dia, apa yang dilakukan Presiden Jokowi dengan membeli produk Kopsal, bukan soal nilai rupiah atau berapa banyaknya, namun soal promosi atas produk lokal Kabupaten Banggai. “Kami tentu senang, karena selain meninjau stan dan berbincang-bincang dengan kami sebagai pengelola Kopsal, pak Presiden Jokowi juga langsung membeli Kopi Saluan,” ujar Tuti bersama Wawan saat berbincang dengan media ini di kediamannya, Selasa (25/12/2018).

Presiden kata dia, sempat menanyakan sejumlah hal terkait Kopi Saluan, mulai bahan baku hingga pengembangan usahanya. Bupati Banggai Herwin Yatim yang mendampingi Presiden Jokowi juga sempat memberi tambahan penjelasan terkait produk lokal Kopsal. “Tentu ini membahagiakan, karena pemerintah memberi perhatian pada usaha kecil berbasis kearifan lokal yang kami kembangkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kopi Saluan juga sempat mengikuti pameran di arena Hari Nusantara di Tangkiang, Kecamatan Kintom yang dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo. Bahkan saat itu, Mendagri juga sempat mencicipi Kopi Saluan, kopi berbahan dasar jenis robusta asal Bunta dan kawasan lain di Kabupaten Banggai.

Ia berharap, perhatian yang diberikan pemerintah terhadap produk-produk lokal, akan mengangkat nama produk, sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi pengusaha lokal untuk terus mengembangan usahanya di tengah iklim usaha yang sangat kompetitif.

Saat ini, Kopi Saluan bisa ditemukan di sejumlah gerai, seperti gerai UKM Dinas Koperasi dan UKM di Jalan Ahmad Yani Luwuk, kios oleh-oleh di Kilo Lima dan sejumlah titik lainnya di Luwuk. DAR

Jokowi: Bandara SAA Amir Paling Indah



Bupati Banggai Herwin Yatim menjelaskan kondisi dan fasilitas Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang jauh lebih baik kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan RI , Budi Karya Sumadi. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk yang terletak di antara perbukitan dan laut, memiliki keindahan yang tak kalah menariknya degan bandara lain di Indonesia. Bahkan, keindahan Bandara yang baru saja diresmikan terminalnya ini, diakui Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI ke-7 yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini, begitu memuji keindahan Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir. “Salah satu Bandara paling cantik, paling indah,” kata Jokowi usai peresminan lima bandara secara simbolis di Luwuk, Minggu (23/12/2018).

Dari pesawat sudah terlihat laut dan bukit yang tinggi. “Berada dekat laut juga gunung yang tinggi,” turnya.

Ia berharap, Bandara Sukuran Aminuddin Amir dapat mempermudah dan meningkatkan pengiriman logistik , barang dan mobilitas penumpang. “Salah satunya bandara Syukuran Aminuddin Amir bisa mempercepat pengiriman ikan, sehingga masyarakat mersakan dampak yang sagat baik,” ujarnya.

Seperti diketahui Bandara Syukuran Aminuddin Amir mengalami perubahan pembangunan dan terlihat lebih indah di masa pemerintahan Bupati Banggai Herwin Yatim. Pembangunan terminal bandara berhasil dilakukan mulai tahun 2016-2017. Hal tersebut tak lepas dari perjuangan Bupati Banggai Herwin Yatim kepada Presiden Joko Widodo. Bagaimana tidak, tahun 2015 lalu, saat Presiden Jokowi megunungi Luwuk meresmikan LNG Dongi Senoro, Bupati Herwin bermohon kiranya Presiden Jokowi memprogramkan pembangunan bandara. Tanpa menunggu waktu lama, Kementerian Perhubungan merealisasikan degan membangun terminal yang cukup megah bahkan menjadi icon di bagian timur Sulawesi. NAL

MENGULIK SEMANGAT WARGA, Rela Menunggu Berjam-Jam, Hanya Untuk Melihat Presiden dari Dekat



WARGA berjubel menanti kehadiran Presiden Joko Widodo pada momen peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama Bandar udara lainnya, Ahad (23/12/2018). FOTO: ISKANDAR DJIADA


Baju berwana merah milik Indra basah. Keringat akibat terpaan terik matahari membasahi sekujur tubuhnya. Ia tak peduli, sesekali ia menyeka keringat yang mengucur di dahinya, agar tak menyapu matanya. Indra tak sendiri, di sekelingnya di pinggiran badan jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, cukup banyak warga berjubel. Tekadnya satu, ingin melihat langsung Presiden Joko Widodo.

LAPORAN: TIM BANGGAI RAYA
Terik mentari Ahad, siang kemarin cukup menyengat. Udara panas ditambah dengan derung kendaraan dan asap dari knalpot maupun debu beterbangan menyatu. Debu bercampur keringat menempel di pakaian. Meskipun begitu, warga yang memadati pinggiran jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung tak sedikit pun mengakhiri penantian mereka yang hendak melihat langsung Presiden ke 7 Indonesia itu. Ya, melihat dari dekat, sembari menunggu sapaan khasnya terhadap warga.

Setiap kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke seluruh penjuru pelosok negeri ini tak pernah lekang dari penantian warga. Presiden yang satu ini dikenal dekat dengan rakyat. Tak segan-segan ia menyapa, menyalami langsung jemari warga.

Kebiasaannya itulah yang menumbuhkan kecintaan warga. Tak terkecuali warga di daerah ini.

Inilah alasan warga bersemangat datang dari jauh, berjam-jam menunggu. Hanya untuk melihat maupun menantikan sapaan khasnya.

Banggai Raya mencatat, terdapat beberapa titik penantian warga. Seperti; jalan arena Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, terus di kawasan wisata laut KM 5 serta jalan komplek Masjid Agung Annur.

Joko Widodo, Presiden yang mulai dikenal ketika menjabat Wali Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah bukanlah sosok baru. Presiden yang sudah memasuki tahun akhir masa jabatannya itu dikenal melalui pemberitaan media televisi dengan kebiasaannya blusukan.

Kehadiran pria berusia yang pernah memimpin DKI Jakarta itu bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu dalam rangka peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama bandar udara lainnya. Agendanya hanya itu, meresmikan Bandara SAA Amir. Tidak ada agenda lain.

Warga mengaku, telah mengetahui melalui pemberitaan media cetak terbitan Luwuk bahwa agenda Presiden Joko Widodo hanya meresmikan bandara. Walaupun sudah mengetahui hanya menghadiri agenda tersebut, tapi warga masih tetap menaruh harap bahwa Presiden Jokowi akan menyalami dan menyapa warga secara langsung.

“Kitorang ini so tahu, kalau presiden cuma mo datang baresmikan bandara. Cuma siapa tahu dia mo turun kamari, kan torang bisa basalaman,” tutur Indra, warga Luwuk ketika menanti di pinggiran jalan arena bandara.

Agenda Presiden teratur dan terencana. Namun, biasanya Presiden Joko Widodo senantiasa menyempatkan diri berbaur dengan masyarakat. Presiden tak membatasi warga untuk sekadar bersalaman dengannya.

“Makanya torang batunggu ini, siapa tahu presiden tetap turun (dari arena bandara),” kata warga lainnya.

Indra dan mengaku, telah berada di jalan arena bandara sejak pukul 13.00 Wita. Bukan hanya Indra, warga lainnya pun demikian.

Sumiati misalnya. Warga Biak, Kecamatan Luwuk Utara ini mengaku, tak sendiri. Dirinya bersama anggota keluarga malah menyewa mobil angkutan kota untuk mengangkut pulang-pergi dari Biak ke Bandara Bubung. “Saya ini satu keluarga naek oto. Mo baliat presiden,” kata Sumiati.

Mereka bersemangat, karena Presiden Joko Widodo dalam setiap kunjungan kerjanya selalu bersedia berdialog, bersalaman bahkan rela diajak berswafoto. Kebiasaannya inilah yang ditunggu masyarakat. Jarang bisa bersalaman dengan orang nomor satu di negeri ini.

Ada pula warga yang rela berjalan kaki. Ido namanya. Warga Jalan Rajawali, Kelurahan Luwuk ini berjalan kaki dari kediamannya menuju Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Masjid Agung Annur Luwuk.

Ido membawa dua buah hatinya. Ido berharap, Presiden Joko Widodo akan melewati jalur tersebut.

Dia mendapatkan informasi dari tetangga dan teman-temannya bahwa rombongan Presiden Joko Widodo itu akan melewati jalan tersebut.

Demikian halnya dengan warga lainnya. Kedatangan Presiden untuk kali kedua ini tak ingin mereka sia-siakan.

Bahkan, hingga menjelang Sholat Magrib, mereka masih berharap Presiden Jokowi akan tetap menyusuri jalanan itu sambil menyapa warga seperti biasa kebiasaan Presiden.

Warga bubar setelah Sholat Magrib, setelah melihat aparat yang berjaga mulai meninggalkan lokasi. ***

Festival Pulo Dua Masuk Kalender Nasional



Momen Festival Pulo Dua yang digelar beberapa waktu lalu. Mulai tahun depan, Festival Pulo Dua akan digelar akhir bulan Juli.FOTO ISKANDAR

BANGGAI RAYA- Festival Pulo Dua yang digelar di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu kegiatan dalam mempromosikan destinasi wisata daerah ini. Kegiatan ini baru digeliatkan di era pemerintahan Bupati Herwin Yatim dan Wabup Mustar Labolo.

Meskipun kegiatan Festival Pulo Dua baru dua kali dilaksanakan, yakni tahun 2017 dan 2018, namun telah mendapat pengakuan Kementerian Pariwisata RI.

Festival Pulo Dua kini masuk dalam kalender kegiatan wisata nasional sesuai Keputusan Menteri Pariwisata Nomor KM162/HM304/MP?2018. Itu artinya, Festival Pulo Dua akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata akan membantu mempromosikan Festival Pulo Dua go international.

Ketua Banggai Tourism Board (BTB), Dino Gobel mengatakan, Festival Pulo Dua masuk dalam kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata tidaklah mudah. “Banyak kota yang berlomba untuk bisa masuk dalam 100 Wonderfull Indonesia Event. Semua atas doa restu dan dukungan masyarakat serta semangat Bupati Herwin Yatim dalam mengembangkan pariwisata,” kata Dino saat jumpa pers bersama wartawan di Rumah Jabatan Bupati Banggai Jalan Ir. Soekarno, Jumat malam (21/12/2018)

Masuknya Festival Pulo Dua dalam kalender pariwisata nasional akan semakin menguatkan destinasi wisata unggulan. “Momentum tersebut juga akan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Banggai sarat dengan berbagai prestasi nasional. Dan harus diakui kepemimpinan Herwin Yatim telah merubah wajah Kabupaten Banggai,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Herwin Yatim mengapresiasi dengan ditetapkannya Festival Pulo Dua dalam 100 even wisata nasional. “Alhamdulilah, salah satu event pariwisata yakni Festival Pulo Dua masuk dalam kalender wisata nasional. Ini semua berkat bantuan masyarakat serta kerja keras seluruh stakeholder termasuk BTB yang terus berupaya mewujudkan visi dan misi kami khususnya dalam mengembangkan destinasi wisata. Terima kasih pula kepada Kementerian Pariwisata yang telah menetapkan Festival Pulo Dua sebagai salah satu event unggulan di Indonesia,” kata Herwin Yatim.

Kedepan, pengembangan destinasi wisata Pulo Dua akan terus ditingkatkan termasuk pembangunan sarana dan prasarana, untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan. “Tahun 2019 ada Rp1,1 miliar DAK untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur Pulo Dua. Kita berharap Pulo Dua akan terus berkembang, sehingga masyarakat juga akan menerima dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Turut hadir dalam jumpa pers, Asisten 1 Setda Banggai, Judi Ammy Amisuddin, Kepala Dinas Pariwisata Paiman Karto, Sekretaris Dinas Pariwisata Rampia Laamiri dan Sekretaris Banggai Tourism Board (BTB) Taty. NAL