Rakor Ops Ketupat 2018, PLN Surplus Daya, Stok BBM Aman

BANGGAI RAYA- PLN Cabang Luwuk memastikan pelayanan listrik di daerah ini tidak ada masalah. PLN Luwuk memiliki surplus daya, seperti di Kecamatan Bualemo, kondisi pelayanan listrik telah maksimal. Sebab, PLN telah menambah mesin. Demikian halnya dengan di wilayah Kota Luwuk, PLN memiliki surplus daya.

Kepastian itu terungkap ketika rapat koordinasi Operasi Ketupat Tinombala 2018 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Selasa (5/4/2018). Pertemuan itu dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah OPD Pemda Banggai, Kepala BUMN serta para Kapolsek.

Untuk pelayanan listrik di Kecamatan Bunta, Nuhon dan Simpang Raya, PLN telah menambah satu mesin. Makin maksimal pelayanannya, karena selain disuplai tenaga dari PLN Ranting Ampana dibantu pula pembangkit listrik di Bunta. Di tiga kecamatan itu, terbilang surplus daya.

Kondisi yang sama juga di wilayah Toili, Toili Barat, Moilong, Batui Selatan dan sebagian wilayah Batui juga mengalami surplus.

Sedangkan untuk Masjid Agung, PLN Luwuk telah menyiapkan satu unit mesin genset. Ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Pada intinya untuk seluruh wilayah di Kabupaten Banggai memiliki surplus daya, dan tidak ada persoalan. Begitu juga dengan karyawan PLN juga disiagakan. PLN tidak ada libur, sejumlah karyawan disiagakan,” ungkap salah satu perwakilan PLN Cabang Luwuk.

Selain urusan listrik, pertemuan tersebut juga membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Sepuluh hari kedepan, stok Pertalite tersedia. Begitu juga dengan stok lainya juga masih tersedia untuk 12 hari kedepan. Bahkan jika tidak ada kendala suplai BBM akan segera tiba, tergantung kondisi cuaca,” ujar perwakilan Pertamina.

Kendala suplai BBM ke wilayah Bunta dan Pagimana diakibatkan longsor, sehingga Pertamina meminta kepada intansi teknis selalu siaga ketika terjadi longsor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banggai, Paiman Karto menyampaikan titik lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga. Menurutnya, lokasi wisata itu adalah Pantai Minahaki, Kecamatan Toili, pantai hek Kecamatan Nuhon, wisata Salodik, Pulo Dua Kecamatan Balantak Utara serta pantai KM 5.

Lokasi wisata tersebut ramai dikunjungi selama sepekan pascalebaran atau yang disebut dengan lebaran ketupat.

Dinas Perhubungan Banggai menyampaikan kesiapannya. Instansi ini menyiapkan sejumlah pos yang ditentukan oleh Polres Banggai. Arus mudik dan arus balik lebaran juga diantisipasi Dinas Perhubungan.

Saat ini, kendaraan yang tersedia di Terminal Biak berjumlah 134 armada. Armada itu melayani wilayah utara dan selatan Kabupaten Banggai. Sedangkan untuk Terminal KM 8, sebanyak 54 unit armada melayani trayek menuju Batui, Toili hingga Baturube.

Seandainya terjadi lonjakan penumpang, Dishub akan menyiapkan armada cadangan seperti angkutan kota. Pemprov Sulteng juga menyiapkan armada gratis khususnya yang mudik dari Palu tujuan Luwuk.

Kepala Syahbandar Luwuk menyampaikan kondisi saat ini lonjakan penumpang melalui pelabuhan Luwuk menuju Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan Maluku Utara masih sepi.

Seandainya terjadi lonjakan penumpangan, pihak syahbandar telah mengantisipasi dan telah menyiapkan sejumlah armada laut. Untuk saat ini, armada laut yang tersedia adalah kapal ferry, kapal cepat dan kapal penumpang yang aktif melayani penyebarangan ke Balut dan Bangkep.

“Kita juga telah kedatangan kapal kapal cepat dan akan beroperasi mulai tanggal 7 Juni. Untuk jadwal pemberangkatanya dari pelabuhan Luwuk pukul 13:00 Wita menuju Banggai Kepulauan. Sedangkan untuk jadwal kapal Tilong Kabila akan tiba setelah tiga hari pascalebaran. Masalah lonjakan penumpang kapal yang melayani penyeberangan Luwuk-Bangkurung telah teratasi dan tidak mengalami kejadian seperti tahun kemarin. Saat ini, kapal yang melayani penyeberangan Luwuk-Bangkurung sebanyak tiga unit kapal,” ujar Kepala Syahbandar Luwuk.

Rakor Operasi Tinombala tersebut dipimpin Kapolres Banggai, AKBP. Moch Soleh. Pertemuan digelar di ruang rapat umum Mapolres Banggai.

Kapolres AKBD Moch. Sholeh menyatakan bahwa pertemuan itu menyamakan persepsi, konsep dan pola tindak dalam kegiatan pengamanan seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. MAD

Catatan dari Hari Nusantara 2018 di Tangkiang

harnus tangkiang
Warga yang menyaksikan parade kapal perang pada Hari Nusantara di Pelabuhan Tangkiang. FOTO ISKANDAR



Oleh Iskandar Djiada

Menjaga Laut Merangkai Indonesia


BANGGAI RAYA-Dalam beberapa hari terakhir, Pelabuhan Tangkiang di ujung selatan Kecamatan Kintom, sontak terkenal. Tak hanya menjadi terkenal di kalangan warga Kabupaten Banggai, pelabuhan yang berjarak sekira 40 kilometer dari pusat Kota Luwuk itu, juga menjadi perhatian berbagai kalangan di Sulawesi Tengah dan bahkan nasional.

Ribuan warga, secara bergelombang mendatangi kawasan pelabuhan bongkar muat barang tersebut sejak hampir sepekan terakhir, menyusul penetapan kawasan itu sebagai lokasi peringatan Hari Nusantara. Bukan untuk melihat aktivitas harian pelabuhan, namun kedatangan warga, demi menyaksikan dan mengabadikan langsung alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Sejak pekan lalu,  sejumlah kapal perang kebanggaan Republik Indonesia, memang berlabuh di dermaga Pelabuhan Tangkiang, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Nusantara yang puncak acaranya jatuh pada Kamis, 13 Desember 2018, kemarin. Hari Nusantara, yang tahun 2018 ini digelar di Kabupaten Banggai dan dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, dihadiri langsung Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Berbagai kegiatanpun digelar, mulai dari aksi bersih pantai yang sukses membuat kawasan pesisir pelabuhan itu menjadi super bersih, lomba mancing, bakti sosial kesehatan yang digelar di Puskemas Uling dan di atas kapal bantu rumah sakit KRI dr. Suharso-990, tour atau mengunjungi kapal perang bagi warga, hingga atraksi matra laut yang dipersembahkan oleh pasukan khusus TNI Angkatan Laut dari kesatuan Detasemen Jalamengkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska) serta Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir. Berbagai atraksi mulai dari terjun payung, terjun bebas dari helikopter ke atas laut, terjun payung dengan sasaran pendaratan di atas ponton apung serta keahlian mengendarai jetski dan ditutup dengan parade kapal atau sailing pass, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sejak masa awal latihan hingga puncak acara Kamis kemarin. TNI Angkatan Laut sendiri mendatangkan lima Kapal perang Republik Indonesia atau KRI, yakni KRI dr.Suharso, KRI Banda Aceh, KRI Madidihang, KRI Untung Suropati dan KRI Ajak, ditambah dengan satu unit kapal dari Bakamla.

Secara umum, seluruh rangkaian acara peringatan Hari Nusantara yang menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Banggai itu berlangsung lancar, aman dan sukses. Sebagaimana pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo, Kamis (13/12/2018), meski hanya dalam waktu singkat, namun Kabupaten Banggai bisa mempersiapkan dan menggelar kegiatan dengan baik serta sukses. Karenanya, Mendagri atas nama Presiden RI Joko Widodo, menyampaikan apresiasi pada Bupati Herwin Yatim dan jajarannya yang sukses menggelar kegiatan nasional tersebut.

Namun di balik suksesnya kegiatan, mungkin banyak yang belum terlalu paham dengan apa itu Hari Nusantara. Tak heran, bila beberapa hari sebelumnya, ada kelompok massa yang dengan pengetahuan terbatasnya, mempersamakan kegiatan Hari Nusantara dengan sebuah kegiatan lain. Beberapa pihak memang tidak paham atau bisa jadi buta sejarah tentang perjalanan bangsa sejak kemerdekaannya, hingga kemudian bisa memiliki kedaulatan penuh, termasuk berdaulat di laut.
Hari Nusantara yang setiap tahun diperingati tanggal 13 Desember, bermulai dari kondisi bangsa Indonesia pasca kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, yang oleh negara lain hanya diakui berdaulat di darat. Perairan yang mengelilingi pulau-pulau ketika itu, dianggap sebagai laut bebas. Kondisi ini tentu mengancam kedaulatan Republik Indonesia. Karenanya, di masa sistem parlementer dan kepala pemerintahan dijabat Perdana Menteri Republik Indonesia Djuanda Kartawidjaya, lahirlah gagasannya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia yang seutuhnya dengan menjadikan laut sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.  Lahirlah dokumen yang disebut sebagai Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja, adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.
Sebelum deklarasi Djuanda, wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya, dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia, tetapi waktu itu belum diakui secara internasional.
Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar (kecuali Irian Jaya), terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8.069,8 mil laut.

Setelah melalui perjuangan yang penjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
Pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Penetapan hari ini dipertegas oleh Presiden Megawati dengan menerbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional tidak libur.

Isi dari Deklarasi Juanda yang ditulis pada 13 Desember 1957, menyatakan: (1) bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri, (2) bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan, (3) ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan : (1) untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat, (2) untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan, (3) untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.

Dekalarsi Djuanda sendiri dianggap sebagai pernyataan resmi kemerdekaan yang kedua, karena mempertegas bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat di darat dan di laut. Laut bukanlah pemisah bagi pulau-pulau di gugusan kepulauan Republik Indonesia, namun pemersatu gugusan kepulauan tersebut. Menjaga laut dan kedaulatannya, sama dengan menjaga Indonesia, sebab laut adalah kawasan yang merangkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah penetapan Hari Nusantara, pemerintah kemudian menunjuk Kementerian Dalam Negeri sebagai penyelenggara, dengan operasional di lapangan dilakukan oleh oleh TNI Angkatan Laut, sebagai penjaga dan pengawal kawasan laut Republik Indonesia. Karenanya, peringatan Hari Nusantara sangat lekat dengan TNI Angkatan Laut, termasuk peringatan yang baru saja digelar di Pelabuhan Tangkiang, Kabupaten Banggai.

Selain untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah laut, Hari Nusantara juga menjadi momen untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa di laut ada potensi kekayaan nasional yang besar, dan bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat serta pembangunan bangsa. Dalam istilah yang disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo kemarin, sudah saatnya bagi kita untuk tidak memunggungi laut.

Momentum Hari Nusantara, harus dimanfaatkan pula untuk mempertegas sikap seluruh elemen untuk menolak perusakan laut, dan siap melawan praktik-praktik perusakan sumber daya dan biota laut.  Termasuk dalam hal terkecil, adalah menolak  praktik tak terpuji yang menjadikan laut sebagai tempat berbagai jenis sampah. Dalam skala paling kecil inilah, seluruh elemen di Kabupaten Banggai bisa menunjukkan perannya untuk menjaga kawasan perairan agar tetap bersih dan lestari, sehingga bisa menjadi sumber kehidupan di masa mendatang. Selamat Hari Nusantara.**

Kemenhub Buka Rute Tol Laut Pelabuhan Tangkiang


 BANGGAI RAYA- Upaya Bupati Herwin Yatim mendorong Pelabuhan Tangkiang menjadi salah satu rute tol laut, mendapat respon baik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Jumat, (7/12/2018) Bupati Banggai Herwin Yatim menemui Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub RI. Hasilnya, Kemenhub menyetujui rute jalur tambahan untuk tol laut, Surabaya-Makassar-Kendari-Tangkiang.

“Tadi pagi (kemarin, red) saya berkomunikasi degan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub. Yang mana salah satu hasilnya adalah disetujuinya rute jalur tambahan untuk tol laut Surabaya, Makassar, Kendari dan Pelabuhan Tangkiang,” tulis Bupati Herwin Yatim via WhatsApp, Jumat (7/12/2018).

Dengan tambahan rute tol laut Pelabuhan Tangkiang, secara otomatis jalur tol laut di Kabupaten Banggai bertambah, setelah sebelumnya ditetapkan jalur tol laut pelabuhan Bunta dan Pagimana. “Dengan masuknya kapal tol laut ke Pelabuhan Tangkiang, berarti sudah ada dua jalur pengangkutan barang dari Luwuk. Sebelumnya ada jalur tol laut Pelabuhan Bunta dan Pagimana yang telah dioperasikan beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia menjelaskan melalui program tol laut akan membuka akses bagi pengusaha lokal dan masyarakat memasarkan produknya dalam jumlah yang besar. Disamping itu kebutuhan akan barang campuran yang masuk ke Kabupaten Banggai akan dengan mudah didapatkan dengan harga murah dan terjangkau.

“Program tol laut ini sangat membuka peluang memasarkan hasil produk dengan biaya murah dan terjangkau. Karena setiap barang dalam satu kontener biayanya telah disubsidi oleh pemerintah. Dengan subsidi itu, akan menghemat biaya pengangkutan hingga 40-45persen,” cetusnya. NAL

Keterangan Foto: PERTEMUAN Bupati Herwin Yatim dengan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub membahas kerja sama rute tol laut di Kabupaten Banggai. Nampak mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banggai Kepulauan, Rais D. Adam. FOTO: ISTIMEWA

WARGA DIHIMBAU WASPADA

*Rumah Warga Terendam, Pemda Perbaiki Infrastruktur Rusak


BANGGAI RAYA- Warga yang terkena dampak banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi selama sehari diminta untuk tetap waspada. Permintaan untuk meningkatkan kewaspadaan bersama itu diungkap Bupati Herwin Yatim kepada Banggai Raya via telepon genggamnya, Rabu (30/5/2018) tadi malam.

Terhadap kondisi yang dialami warga di sejumlah desa di berbagai kecamatan, Bupati Herwin Yatim meyakinkan bahwa Pemda Banggai tidak tinggal diam. Pemda berkewajiban menangani masalah rakyatnya. “Kepada seluruh masyarakat yang terkena banjir, tim teknis Pemda Banggai terdiri dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Dinas Sosial serta Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah turun memantau,” tutur Bupati Herwin di ujung ponselnya.

Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Lamala, Masama, Nambo, Kintom, Batui, Batui Selatan, Kecamatan Toili serta Moilong akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ini.

Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika yang diterima Herwin Yatim bahwa curah hujan tidak seperti biasanya. Kondisi ini diakuinya, membutuhkan perhatian dan peningkatan kewaspadaan bersama.

Dirinya memastikan bahwa infrastruktur yang rusak akibat banjir tersebut akan segera ditangani. “Insya Allah, infrastruktur yang rusak akan segera ditangani,” tekan dia.

Sementara rumah dan fasilitas publik lainnya yang masih terendam banjir kata dia, akan dibuat perencanaan di areal pemukiman warga. Sehingga, dampak banjir kedepan tidak akan terulang seperti genangan air tidak mengarah ke rumah warga atau tidak dalam jangkan waktu lama genangannya langsung surut.

“Kedepan pemda akan mencari solusi, sehingga genangan air banjir bisa tidak dalam beberapa jam, tetapi bisa langsung masuk atau terbuang ke laut. Di antaranya, pembuatan drainase dan gorong-gorong atau box culvert yang lebih besar dan membuat aliran sungai yang lebih besar/normalisasi sungai,” demikian Herwin Yatim.

RUMAH WARGA DIGENANGI AIR

Berdasarkan data yang dihimpun Banggai Raya, hingga malam tadi, terdapat beberapa titik banjir menggenangi perumahan warga.

Di Desa Runsa Kecana, Kecamatan Toili, empat kepala keluarga terpaksa harus dievakuasi oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 11.00 Wita. Menyusul debit air di wilayah itu terus bertambah akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak malam Rabu dini hari.

Danramil 1308/03 Batui, Kapten Inf Herman mengatakan, warga yang rumahnya terendam banjir dievakuasi ke rumah warga yang berada di ketinggian. Empat kepala keluarga yang telah dievakuasi tersebut keluarga Arpan (60), Keluarga Misjan (57), keluarga Sumarno (40) keluarga Bawon (34). Evakuasi yang dilakukan oleh Babinsa tersebut berupa menyelamatkan barang berharga milik warga.

“Empat rumah warga yang terendam itu berada di daerah rendah, banjir juga menutup badan jalan Trans Sulawesi di Desa Rusa Kencana sekitar 1 KM dengan ketinggian mencapai 50 Cm. Hingga pukul 18.00 Wita, kondisi air belum juga surut,” kata Kapten Herman.

Selain evakuasi, pihaknya juga telah menghimbau kepada warga yang berada di daerah yang mudah dilalui banjir untuk berhati-hati dan selalu melihat kondisi air. Mengingat, saat ini kondisi curah hujan terus bertambah.

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, sejak Selasa malam (29/5/2018) akibat curah hujan yang cukup tinggi, luapan air menutup bandan jalan yang menghubungkan Desa Bahari Makmur dan Tangeban. Akses jalur darat yang menghubungkan Kecamatan Masama dan Lamala putus.

Warga memilih akses jalur laut dari Desa Kota Raya ke Desa Bone Bakal. Selain itu, tambak ikan milik warga ikut direndam banjir. Belum dipastikan berapa kerugian warga. Sedangkan untuk Kecamatan Balantak Selatan ada pula rumah yang ikut direndam banjir, belum dipastikan berapa jumlah rumah, tetapi informasi menyebutkan banjir terjadi di Desa Sepe dan Desa Dondo.

Terpisah Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol Nurman Syahreda dikonfrimasi mengatakan, terkait dengan musim penghujan sejak beberapa hari ini, telah diinstruksikan kepada Danramil dan Babinsa yang berada di wilayah teritorial Kodim 1308 Luwuk Banggai membawahi Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut, agar berkoordinasi dengan aparat kewilayahan lain. Dengan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan tanah longsor serta angin dan bencanan lainya.

Dandim Nurman Syahreda juga menginstruksikan untuk membantu melakukan evakuasi warga sewaktu terjadi bencana banjir, tanah longsor dan bencana lainya.

“Saya telah perintahkan agar jajaran saya untuk siaga melakukan pemantauan kondisi warga yang berada di lokasi yang mudah terkena bencana banjir, tanah longsor, kemudian membantu melakukan evakuasi warga yang terancam banjir. Himbauan ini bukan hanya tugas BPBD saja, tetapi tugas semua pihak termasuk kita TNI untuk mengamankan rakyat dari bencana, sehingga tidak terjadi Korban,” tegas Dandim Nurman Syahreda.

Kata dia, Rabu (30/5/2018), bencana banjir tidak hanya terjadi di wilayah Banggai, tetapi di Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Banggai Kepulauan. Di Kabupaten Banggai Laut, banjir melanda Kelurahan Tano Bonunungan, Kecamatan Banggai, sekitar pukul 15.55 Wita air meluap ke permukaan jalan dan merendam rumah warga setinggi 20 Cm. Sampai saat ini, kondisi air di Keluarah Tano Bonunungan belum juga surut akibat curah hujan belum reda.

Situasi yang sama juga terjadi di Desa Malanggong, Tataba, Labasiano, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Di Desa Malanggong belasan rumah warga dan fasilitas sekolah ikut terendam air dengan ketinggian mencapai 40 Cm. Akivitas sekolah diberhentikan. Saat ini warga yang rumahnya terendam dievakuasi ke lokasi ketinggian.

Menurut warga Kecamatan Buko, Rahman mengatakan, ketinggian air secara perlahan mulai naik hingga mencapai pinggang orang dewasa. Hanya saja belum ada warga yang mengungsi ke tempat lainnya, karena tercatat hanya ada 11 rumah warga di tiga dusun yang terendam banjir.

Ditambahkan Rahman, untuk dusun satu ada dua rumah warga, di dusun dua sebanyak enam rumah dan dusun tiga ada tiga rumah yang terendam banjir. Belum ada korban jiwa hanya saja diperkirakan kerugian materil mencapai jutaan rupiah.

“Data yang saya peroleh di wilayah Desa Malanggong itu ada sebelas rumah warga dari tiga dusun yang kebanjiran, belum ada korban jiwa tapi kerugian materil jutaan rupiah,” ungkapnya.

Dilaporkan juga sampai saat ini kondisi banjir belum surut, bahkan ketinggian air cenderung bertambah karena hujan masih terus mengguyur wilayah Kecamatan Buko. Warga rencananya akan diungsikan apabila ketinggian air sudah melewati ketinggian orang dewasa dan mengancam keselamatan nyawa.

Sementara di Kecamatan Toili, desa yang rumah warganya tergenang air yaitu di Mansahang, Rusakencana, Cendanapura, Tanah Abang, Jaya Kencana, Sentral Sari, Sentral Timur, Tirtakencana, Tirtasari, Mekar Kencana, Marga Kencana, Mulyasari, Tirtajaya, Saribuana, Tohitisari, dan Tolisu, Sindang Baru dan Piondo.

Dari seluruh desa yang terendam banjir, Rusakencana salah satu yang setiap tahun menjadi langganan. Rumah kepala desa (Kades) Rusakencana, Mujianto yang berbentuk panggung terendam air. Menurut tetangganya, Siti Rahmawati, Mujianto tidak mengungsi dan tetap berada di dalam rumah.

Sementara di Piondo, warga yang tengah terlelap tidur malam hari dikagetkan dengan tempat tidurnya sudah terendam air dan terbangun dalam keadaan basah kuyup. Banjir juga menyebabkan padi yang baru dipanen ludes dibawa banjir.

Yang paling merasakan dampak akibat banjir adalah warga Sindang Baru. Selain rumah sebagian warga terendam banjir, mereka juga terisolir dari desa tetangga. Kondisi tersebut akan terus dirasakan warga selama hujan tidak kunjung reda.

Dari pantauan awak media ini, tidak ada korban jiwa selama banjir terjadi. Namun warga yang rumahnya terendam terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

Kecamatan Toili yang sedang memasuki waktu panen padi, menyebabkan ratusan hektar lahan persawahan siap panen rusak terendam air. Sedangkan petani yang telah lebih dahulu panen sebagian gabahnya menjadi rusak karna tidak bisa dijemur.

Di Kecamatan Lamala Desa Bahari Makmur menyebabkan sungai desa itu meluap. Ternak milik warga menjadi korban. Lima ekor sapi mati, karena kedinginan dibawa banjir. Demikian halnya dengan tambak udang dua lokasi yang dipenuhi bibit udang dan ikan nila mencapai 300 ribu ekor milik Bahrudin Talibo ikut terbawa arus.

Kepala Desa Bahari Makmur, Armat Lamana mengatakan bahwa pada malam hari dirinya berdsama Babinsa Kopda Takdir Y. Saleh memantau lokasi perkampungan. Banyak warga yang melintasi jalan poros ini perlu bantuan untuk menyeberang. Termasuk salah satu anggota Polsek Lamala yang kembali tugas piket untuk menuju rumahnya di Desa Serese.

Beberapa tokoh masyarakat berkumpul di rumah kepala desa sempat berdialog untuk mengatasi bencana alam yang setiap musim penghujan selalu mengancam perkampungan. Fakta itu mengusik kenyamanan warga.

Parahnya lagi, ketika ketika perkebunan pohon sagu ditumbang dan dijadikan lokasi persawahan, sehingga air dengan deras mengalir di saluran sungai dan meluap saat air laut pasang.

Tanggul yang dibangun oleh pemerintah pusat sudah jebol, karena dibangun tidak maksimal. Mereka berharap, pembangunan tanggul penahan aliran air dan saluran sungai di tengah perkampungan dipindahkan salurannya. Dengan begitu, air yang ada di anak-anak sungai tidak meluap ke saluran sungai besar.

Begitu juga banjir yang melanda Desa Dondo Kecamatan Balantak Selatan. Harapan warga, jembatan yang dibangun ditambah volumenya, agar bisa menampung derasnya aliran air dalam volume besar dapat melewati jembatan tersebut.

BERDAMPAK PERTANIAN

Koordinator Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan Pangamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Aloysius Nasus mengatakan, perubahan iklim dan kondisi curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Banggai berdampak terhadap lahan pertanian warga.

Dari hasil monitoring di lapangan, areal cetak sawah yang mengalami gagal panen terdapat di Kecamatan Toili Barat, Desa Uwelolu. Per tanggal 28 Mei 2018, sebanyak 763 hektar persawahan yang mengalami puso. Kemudian per tanggal 30 mei 2018, areal sawah yang mengalami puso juga bertambah seluas 4,8 hektar.

Sedangkan untuk Kecamatan Toili, Moilong, Batui Selatan, Batui, Masama dan Lamala, saat ini sedang dilakukan pemantauan di lapangan. Di kecamatan tersebut juga sedang dalam tahap pengelolaan lahan dan sebagian pula dalam tahap pembibitan. Pihaknya juga telah menghimbau kepada petugas POPT dan PHL POPT, supaya dimonitoring tanaman pangan hortikultura dan perkebunan dampak akibat perubahan iklim (DPI) banjir. NAL/MAD/IKB/CR2/MIN

Terima Kasih Bapak Presiden

jokowi-herwin
Bupati Banggai Herwin Yatim mengalungkan selendang dari Tenun Nambo kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Minggu (23/12/2018). FOTO: ISTIMEWA


BANGGAI RAYA- Kehadiran Presdien Joko Widodo di Kota Luwuk dalam rangka meresmikan pembangunan terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat dan Pemda Banggai.

Hadirnya Jokowi yang kedua kalinya di kota Berair ini (bersih, indah aman dan ramah), memberikan angin segar serta motiviasi bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.


Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo merasa puas dengan adanya Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Alhamduliah, Pak Jokowi merasa puas melihat Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang berfungsi mempermudah transportasi termasuk daerah tetangga Banggai, Banggai Laut, bahkan Kepulauan Sula,’ kata Herwin, Minggu (23/12/2018).

Herwin yang terlihat terus mendampingi Presiden Joko Widodo menambahkan bahwa Presiden RI ke-7 tersebut telah memerintahkan Kementerian Perhubungan agar menambah rute penerbangan Luwuk-Jakarta untuk penumpang dan pengiriman barang. “Pak Jokowi langsung perintahkan Pak Menteri Perhubungan dan langsung membicarakan dengan Direktur Garuda agar dilakukan penambahan rute Luwuk Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan Banggai ini bermohon kepada Presiden Jokowi agar 2019 mendatang pembangunan infrastruktur bandara Syukuran Aminuddin Amir terus dilanjutkan, seperti penambahan luasan landasan. “Saya juga bermohon agar ada program tahun 2019 untuk pengembangan bandara seperti perluasan landasan. Insya Allah tahun depan diwujudkan,” tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memprogramkan pembangunan terminal bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi, Kementerian Perhubungan dan semua pihak yang telah membangun infrastruktur bandara menjadi lebih baik. Terima kasih pula atas kehadiran Pak Presiden di Kota Luwuk,” terangnya. NAL

Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp3,8 M



Suasana kegiatan Focus Grup Discussion untuk Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Sebanyak 214 badan usaha yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai menunggak iuran kepesertaan dengan estimasi sekitar Rp3,8 miliar.

Ratusan badan usaha itu tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Informasi tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai, Sahid Wahid saat kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019, Kamis (20/12/2018).

Rapat kerja sama operasional ini digelar di Hotel Swiss Bellin Luwuk yang dipimpin langsung Ketua Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro.

“Sampai saat ini terdapat 214 badan usaha yang menunggak iuran estimasi total Rp3,8 miliar,” ujar Sahid Wahid.

Lebih rinci, usai kegiatan tersebut kepada media ini Sahid mengatakan, angka Rp3,8 miliar itu masih perkiraan. “ Nanti kedepannya akan dilakukan kunjungan bersama dengan teman-teman di Forum Kepatuhan dan Pengawasan. Apabila masih tidak kooperatif akan dilakukan tindakan hukum,” katanya.

Agar semua perusahaan taat membayar iuran kepesertaan di program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, kedepan ia akan membuat surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejari Banggai untuk melakukan penagihan. “Sebenarnya angka Rp3,8 miliar itu belum bisa dipastikan, karena sistem membaca juga yang belum membayar iuran di bulan Desember. Sementara dikatakan menunggak itu apabila di atas tiga bulan,” terangnya.

Ia menerangkan, perusahaan yang tidak membayar iuran di atas tiga bulan, sebanyak 107 badan usaha. Kisarannya sekitar Rp1,1 miliar.

Kemudian, Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro dalam arahannya mengatakan, kedepan seluruh perusahaan yang menunggak iuran agar diproses dengan ketentuan, namun tetap dalam kaidah hukum yang berlaku.

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) memaparkan, untuk pendaftaran perizinan perusahaan telah menggunakan sistem online single submission (SOS) atau dikenal dengan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Sehingga, ia berharap BPJS Ketenagakerjaan bisa membantu untuk menyosialisasikan yang lebih intensif terkait hal itu.

Sementara, Korwil Pengawas Ketenagakerjaan Sulteng untuk Wilayah Banggai, Jein Akumoh berharap, kedepannya anggota forum ini dapat terjun langsung ke lapangan (badan usaha) untuk mengecek langsung tenaga kerja dan kepesertaannya pada BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi seperti banyak kasus tenaga kerja yang tidak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Seperti disampaikan oleh Ketua SBSI Banggai, Iswanto Hasan. Dari beberapa kasus ketenagakerjaan yang didampinginya, rerata kasus mengenai upah di bawah standar dan tidak mendapatkan jaminan sosial, utamanya BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum menutup kegiatan FGD, Ketua Forum Kepatuhan dan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan, Ramdhanu Dwiyantoro berharap dalam kuartal pertama 2019 tidak ada lagi badan usaha yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. JAD

Jokowi: Bandara SAA Amir Paling Indah



Bupati Banggai Herwin Yatim menjelaskan kondisi dan fasilitas Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang jauh lebih baik kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan RI , Budi Karya Sumadi. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk yang terletak di antara perbukitan dan laut, memiliki keindahan yang tak kalah menariknya degan bandara lain di Indonesia. Bahkan, keindahan Bandara yang baru saja diresmikan terminalnya ini, diakui Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI ke-7 yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini, begitu memuji keindahan Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir. “Salah satu Bandara paling cantik, paling indah,” kata Jokowi usai peresminan lima bandara secara simbolis di Luwuk, Minggu (23/12/2018).

Dari pesawat sudah terlihat laut dan bukit yang tinggi. “Berada dekat laut juga gunung yang tinggi,” turnya.

Ia berharap, Bandara Sukuran Aminuddin Amir dapat mempermudah dan meningkatkan pengiriman logistik , barang dan mobilitas penumpang. “Salah satunya bandara Syukuran Aminuddin Amir bisa mempercepat pengiriman ikan, sehingga masyarakat mersakan dampak yang sagat baik,” ujarnya.

Seperti diketahui Bandara Syukuran Aminuddin Amir mengalami perubahan pembangunan dan terlihat lebih indah di masa pemerintahan Bupati Banggai Herwin Yatim. Pembangunan terminal bandara berhasil dilakukan mulai tahun 2016-2017. Hal tersebut tak lepas dari perjuangan Bupati Banggai Herwin Yatim kepada Presiden Joko Widodo. Bagaimana tidak, tahun 2015 lalu, saat Presiden Jokowi megunungi Luwuk meresmikan LNG Dongi Senoro, Bupati Herwin bermohon kiranya Presiden Jokowi memprogramkan pembangunan bandara. Tanpa menunggu waktu lama, Kementerian Perhubungan merealisasikan degan membangun terminal yang cukup megah bahkan menjadi icon di bagian timur Sulawesi. NAL

Yamaha Maxi Terlaris

Manager Marketing CV Prima Motor, Y. Reki Anis bersama motor produk Yamaha. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA - Yamaha motor Indonesia tercatat sudah cukup banyak menghadirkan motor yang banyak diminati masyarakat. Meski begitu bukan berarti brand berlogo garpu tala ini berhenti dalam memproduksi motor baru. Hal ini terbukti di akhir tahun 2018 lalu dengan menghadirkan satu lagi tipe motor berkualitas dengan dengan nama “FreeGo”.

Manager Marketing CV.Prima Motor, Y.Reki Anis kepada Banggai Raya, Selasa (8/1/2019) menuturkan, FreeGo dengan mesin bluecore 125 cc ditambah dengan SMG menghadirkan era baru motor metik yang memberikan suara mesin lebih halus ketika dinyalakan dan memberikan pengalaman berkendara irit, bertenaga dan handal.

Dilengkapi electric power socket semakin praktis untuk mengisi daya gadget pengendara. Sistem kunci canggih tanpa anak kunci (Keyless). Pengisian bensin lebih praktis tanpa membuka jok.
Selain itu, FreeGo memiliki ban tubeless 12 Inch yang lebih nyaman serta stabil saat berkendara.

Ukuran bagasinya pun lebih besar,sehingga mampu menampung barang bawaan lebih banyak.

“FreeGo jenis metik kelas menengah ini lebih hemat dan bagasi yang lebih luas unggul dari maxi,” jelasnya.

Di tahun 2018 hingga saat ini, penjulan motor metik di tiga kabupatan yakni Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan mencapai 70 persen. Yamaha Maxi masih menduduki peringkat teratas permintaan pasar. “Motor khususnya untuk warga Luwuk bukan lagi barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan wajib,” jelas Reki

Tingginya minat masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai terhadap motor Yamaha juga tak lepas dukungan dan sinergi dari pembiayaan atau lising.

Kedepan, untuk semakin ‘merajai’ penjualan di tanah Babasal, teknik marketingnya akan mengembagkan lagi ke arah digital dengan memanfaatkan jejaring sosial dalam memaparkan program dan produk Yamaha. “Memang dampak lebih adanya sosmed untuk pemasaran,” akunya.

Untuk diketahui, dikutip dari situs resmi Yamaha Indonesia, Nmax meraih penghargaan sebagai Good Design Indonesia (GDI) 2018 untuk kategori transportasi sepeda motor dari Kementerian Perdagangan.

Nmax dinobatkan sebagai motor dengan Good Design Indonesia karena memiliki konsep desain “Active & Comfort Style” yang memberikan gaya berkendara baru. Nmax memiliki posisi berkendara yang nyaman dan enjoy yaitu dua posisi berkendara. Kapasitas tangki yang besar (6,6 liter) ditempatkan di tunnel tengah. Mempunyai bagasi yang super besar dimana dapat menyimpan helm dan berbagai macam barang-barang lainnya.

Penghargaan ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Hal ini membuktikan produk Yamaha semakin di depan.

Reki meyakini dengan adanya setiap produk baru dari Yamaha pasti permintaan selalu naik. Alasannya karena Terbukti harga jual kembali tetap tinggi. “Silahkan cek di penjulan motor bekas tanya harga yahama disitu, saya yakin harganya masih tinggi,”katanya. HRC

MENGULIK SEMANGAT WARGA, Rela Menunggu Berjam-Jam, Hanya Untuk Melihat Presiden dari Dekat



WARGA berjubel menanti kehadiran Presiden Joko Widodo pada momen peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama Bandar udara lainnya, Ahad (23/12/2018). FOTO: ISKANDAR DJIADA


Baju berwana merah milik Indra basah. Keringat akibat terpaan terik matahari membasahi sekujur tubuhnya. Ia tak peduli, sesekali ia menyeka keringat yang mengucur di dahinya, agar tak menyapu matanya. Indra tak sendiri, di sekelingnya di pinggiran badan jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, cukup banyak warga berjubel. Tekadnya satu, ingin melihat langsung Presiden Joko Widodo.

LAPORAN: TIM BANGGAI RAYA
Terik mentari Ahad, siang kemarin cukup menyengat. Udara panas ditambah dengan derung kendaraan dan asap dari knalpot maupun debu beterbangan menyatu. Debu bercampur keringat menempel di pakaian. Meskipun begitu, warga yang memadati pinggiran jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung tak sedikit pun mengakhiri penantian mereka yang hendak melihat langsung Presiden ke 7 Indonesia itu. Ya, melihat dari dekat, sembari menunggu sapaan khasnya terhadap warga.

Setiap kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke seluruh penjuru pelosok negeri ini tak pernah lekang dari penantian warga. Presiden yang satu ini dikenal dekat dengan rakyat. Tak segan-segan ia menyapa, menyalami langsung jemari warga.

Kebiasaannya itulah yang menumbuhkan kecintaan warga. Tak terkecuali warga di daerah ini.

Inilah alasan warga bersemangat datang dari jauh, berjam-jam menunggu. Hanya untuk melihat maupun menantikan sapaan khasnya.

Banggai Raya mencatat, terdapat beberapa titik penantian warga. Seperti; jalan arena Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, terus di kawasan wisata laut KM 5 serta jalan komplek Masjid Agung Annur.

Joko Widodo, Presiden yang mulai dikenal ketika menjabat Wali Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah bukanlah sosok baru. Presiden yang sudah memasuki tahun akhir masa jabatannya itu dikenal melalui pemberitaan media televisi dengan kebiasaannya blusukan.

Kehadiran pria berusia yang pernah memimpin DKI Jakarta itu bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu dalam rangka peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama bandar udara lainnya. Agendanya hanya itu, meresmikan Bandara SAA Amir. Tidak ada agenda lain.

Warga mengaku, telah mengetahui melalui pemberitaan media cetak terbitan Luwuk bahwa agenda Presiden Joko Widodo hanya meresmikan bandara. Walaupun sudah mengetahui hanya menghadiri agenda tersebut, tapi warga masih tetap menaruh harap bahwa Presiden Jokowi akan menyalami dan menyapa warga secara langsung.

“Kitorang ini so tahu, kalau presiden cuma mo datang baresmikan bandara. Cuma siapa tahu dia mo turun kamari, kan torang bisa basalaman,” tutur Indra, warga Luwuk ketika menanti di pinggiran jalan arena bandara.

Agenda Presiden teratur dan terencana. Namun, biasanya Presiden Joko Widodo senantiasa menyempatkan diri berbaur dengan masyarakat. Presiden tak membatasi warga untuk sekadar bersalaman dengannya.

“Makanya torang batunggu ini, siapa tahu presiden tetap turun (dari arena bandara),” kata warga lainnya.

Indra dan mengaku, telah berada di jalan arena bandara sejak pukul 13.00 Wita. Bukan hanya Indra, warga lainnya pun demikian.

Sumiati misalnya. Warga Biak, Kecamatan Luwuk Utara ini mengaku, tak sendiri. Dirinya bersama anggota keluarga malah menyewa mobil angkutan kota untuk mengangkut pulang-pergi dari Biak ke Bandara Bubung. “Saya ini satu keluarga naek oto. Mo baliat presiden,” kata Sumiati.

Mereka bersemangat, karena Presiden Joko Widodo dalam setiap kunjungan kerjanya selalu bersedia berdialog, bersalaman bahkan rela diajak berswafoto. Kebiasaannya inilah yang ditunggu masyarakat. Jarang bisa bersalaman dengan orang nomor satu di negeri ini.

Ada pula warga yang rela berjalan kaki. Ido namanya. Warga Jalan Rajawali, Kelurahan Luwuk ini berjalan kaki dari kediamannya menuju Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Masjid Agung Annur Luwuk.

Ido membawa dua buah hatinya. Ido berharap, Presiden Joko Widodo akan melewati jalur tersebut.

Dia mendapatkan informasi dari tetangga dan teman-temannya bahwa rombongan Presiden Joko Widodo itu akan melewati jalan tersebut.

Demikian halnya dengan warga lainnya. Kedatangan Presiden untuk kali kedua ini tak ingin mereka sia-siakan.

Bahkan, hingga menjelang Sholat Magrib, mereka masih berharap Presiden Jokowi akan tetap menyusuri jalanan itu sambil menyapa warga seperti biasa kebiasaan Presiden.

Warga bubar setelah Sholat Magrib, setelah melihat aparat yang berjaga mulai meninggalkan lokasi. ***

Pemda Touna Siap Terima Mahasiswa KKN Unismuh

Wakil Bupati Touna, Admin AS Lasimpala, foto bersama dengan Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa dan jajarannya beberapa hari lalu. FOTO: ISTIMEWA
Wakil Bupati Touna, Admin AS Lasimpala, foto bersama dengan Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa dan jajarannya beberapa hari lalu. FOTO: ISTIMEWA 
BANGGAI RAYA- Belum lama ini, Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa bersama Ketua LP3M, Sri Sukari Agustina dan beberapa dosen melakukan kunjungan ke Pemda Tojo Una una. Kunjungan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una una, Admin AS Lasimpala pada Jumat (28/12/2018) di ruang kerjanya. 

Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa mengatakan, kunjungan itu dalam rangka meminta persetujuan Pemda Touna untuk penempatan mahasiswa KKN di kabupaten tersebut. “Surat sudah kita kirim sejak 2 Oktober 2018. Namun sampai kemarin itu belum juga ada balasan. Jadi kita datangi langsung, ternyata surat belum masuk,” kata Sutrisno K Djawa kepada media ini, Rabu (3/1/2019). 

Menurutnya, hasil pertemuan itu pada prinsipnya Pemda Touna siap menerima mahasiswa KKN Unismuh Luwuk. “Prinsipnya mereka siap menerima, welcome. Dan kita akan susul kembali dengan surat resmi ke Pemda Touna,”jelasnya. Bahkan kata Sutrisno, Pemda Touna berharap semua kecamatan yang ada di daerah tersebut bisa terisi oleh mahasiswa KKN. “Pemda Touna inginkan seperti itu, baik kecamatan yang di darat maupun laut bisa terisi semua,” tuturnya. 

Perlu diketahui, Panitia dan LP3M telah turun untuk menyurvei lokasi penempatan KKN di Kabupaten Touna. “Kalau KKN-nya akan dilasanakan pada awal Februari. Kami harap, pelaksanaan KKN tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. JAD

Bantuan DSLNG Dinilai Lukai Nurani Warga Batui

FORUM Pemuda Batui saat menggelar jumpa pers. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA- Forum Pemuda Batui (FPB) menyesalkan konsep pemberdayaan PT Donggi Senoro Liquified Natural Gas (DSLNG) selama ini. Sesal itu, karena dinilai tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Batui sebagai daerah terdampak yang berada tepat di pusat aktivitas perusahaan. Bahkan beberapa program nilai mereka, cenderung melukai nurani masyarakat Batui sendiri.

Sikap sesal itu diungkap anggota Forum Pemuda Batui, Zukran Nasrudin Hi Haran dalam jumpa persnya, di Kafe Coklat Luwuk, Minggu(17/2/2019).

Pemberian bantuan terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Teluk Lalong dan hibah dua unit bus untuk pelajar dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, DSLNG sebagai perusahaan yang memberikan bantuan bisa menitipkan pesan ke Pemda Banggai agar salah satunya diberikan di wilayah Batui.

Di Batui, ada ratusan siswa yang berjalan kaki pulang pergi dari dan menuju ke sekolah hingga 5 KM jaraknya. Sayangnya, program penyediaan sarana transfortasi pelajar ini tidak diberikan untuk mengangkut pelajar Batui. ”Persoalannya apakah DSLNG mau atau tidak mau, komitmen memperhatikan daerah terdampak di Batui,” terangnya. 



Belum lagi bantuan UKM yang belum lama ini diberikan DSLNG sekira Rp286 juta ditujukan untuk pelaku UKM di Luwuk. Hal ini sangat melukai nurani. Apalagi, selama ini baik perusahaan DSLNG tidak menyentuh pelaku UKM Batui.

Bahkan, di Batui ada adagium membandingkan manfaat kehadiran DSLN dengan Sangkakala (koperasi simpan pinjam, red), masyarakat menilai Sangkakala lebih membawa manfaat terhadap masyarakat Batui. Betapa tidak, ketika mereka butuh bantuan, tidak butuh waktu lama segera teratasi. Hal tersebut menunjukkan penilaian pemberian manfaat.

“Okelah, ada beberapa bantuan CSR dari perusahaan, tapi kami melihat kurang tepat sasaran. Mereka justru merealisasikannya di luar Batui,” keluhnya.

Contoh lainnya di Desa Uso. Masyarakat sudah terserang penyakit gatal-gatal. Belum lagi dampak kebisingan yang harus diterima. Namun ketika hal ini dikeluhkan ke perusahaan, pihak perusahaan selalu memberikan jawabannya bahwa hal itu terjadi karena biang keringat, alergi atau salah makan.

DSLNG katanya, hanya sebatas melucurkan bantuan berupa sandal atau topi berlogo DSLNG yang selalu diagung-agungkan perusahaan yang katanya sudah banyak membantu .

“Program kedepannya yang mampu menanggulangi dampak yang akan kita rasakan. Belum ada tanda-tanda bisa merubah wajah Batui, apalagi penerima mesin-mesin katinting setiap tahunnya hanya itu-itu saja. orang yang punya hubungan dekat yang punya kekerabatan dengan orang-orang DSLNG” jelasnya.

Sebelum keberadaan DSLNG, masyarakat Batui dan sekitarnya adalah petani dan nelayan. Ketika perusahaan ini hadir, masyarakat diajarkan cara bertani dan cara memancing. Padahal wilayah laut yang dahulunya tempat menangkap ikan yang melimpah justru sudah menjadi daerah terlarang. Ditambah lagi, kebun masyarakat terjual sebagai tempat beraktivitasnya perusahaan.

“Perusahaan hanya habis di bantuan bibit rica (cabai) dan perahu. Seharusnya perusahaan turut serta mencerdaskan kehidupan anak-anak Batui,” jelas Razwin Baka, tokoh Pemuda Batui yang juga seorang pengacara di Luwuk.

Meski mengakui ada beasiswa untuk sebagian kecil bagi anak-anak Batui dari perusahaan migas ini, namun dinilai hanya sekadar formalitas. Sebab, bantuan beasiswa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan sebagai daerah penghasil migas.

Beasiswa itu kata Iwin sapaan akrab Razwin Baka, seharunya berhubungannya dengan pertambangan. Tentu kelak, mereka yang mendapatkan beasiswa akan menerapkan ilmunya ke perusahaan yang ada di daerahnya. Namun DSLNG memberikan beasiswa di bidang pertanian.

“Perusahaan yang sudah kurang lebih 7 tahun beroperasi di Batui tidak ada untungnya bagi masyarakat. Malah rugi yang didapat. Saya pernah diskusi dan mempertanyakan ke salah seorang leader perusahaan DSLNG, katanya kami itu membayar pajak besar ke pemerintah. Pertanyaannya kenapa pembangunanya lebih banyak ke kota tidak ke daerah dampak. Minimal kamu bantu sektor pendidikan, perusahaan itu pongo (tuli) dorang tutup talinga,” sorot Iwin.

Bahkan, ketika masyarakat Batui ingin mediasi minta bertemu pimpinan perusahaan DSLNG yang mereka temui justru masyarakat lokal sendiri. Hal tersebut dinilai sebagai upaya perusahaan untuk mengadu domba sesama masyarakat Batui. “Kita dikase baku toki dengan sama-sama torang (kami),” ujarnya.

“Dorang (mereka) lebih utamakan yang berotot, siapa yang bernyali itu yang diutamakan, itu sudah jadi budaya,” bebernya.

Tak hanya itu, perusahaan yang katanya sudah memberikan bantuan lapak ikan di Pasar Batui, malah faktanya penjual ikan lebih banyak berjualan di pinggir jalan. Itu menunjukkan kehadiran DSLNG tidak mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Batui seperti yang selalu dijanjikan ketika pertama kali menginjakkan kakinya di tanah Babasal.

“Kalau hasil dari nelayan dibeli perusahaan sendiri, namun faktanya penjual ikan malah banyak berhamburan di jalan. Los yang diberikan DSLNG tidak digunakan, karena di dalam tidak ada yang beli, perusahaan itu menganaktirikan Batui. Itu baru persoalan kecil, tapi sangat berdampak di masyarakat,” timpal Amin Aman, salah seorang aktivis Batui.

Forum Pemuda Batui ini menilai salah satu solusi yang ditawarkan untuk pemberdayaan pelaku UKM di Batui adalah pihak perusahaan mengalokasikan dana sedikitnya Rp5 miliar dan menitipkan ke bank untuk dikelola. Seperti halnya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah pusat menitip dana ke bank untuk dikucurkan ke masyarakat. HRC