Catatan dari Hari Nusantara 2018 di Tangkiang

harnus tangkiang
Warga yang menyaksikan parade kapal perang pada Hari Nusantara di Pelabuhan Tangkiang. FOTO ISKANDAR



Oleh Iskandar Djiada

Menjaga Laut Merangkai Indonesia


BANGGAI RAYA-Dalam beberapa hari terakhir, Pelabuhan Tangkiang di ujung selatan Kecamatan Kintom, sontak terkenal. Tak hanya menjadi terkenal di kalangan warga Kabupaten Banggai, pelabuhan yang berjarak sekira 40 kilometer dari pusat Kota Luwuk itu, juga menjadi perhatian berbagai kalangan di Sulawesi Tengah dan bahkan nasional.

Ribuan warga, secara bergelombang mendatangi kawasan pelabuhan bongkar muat barang tersebut sejak hampir sepekan terakhir, menyusul penetapan kawasan itu sebagai lokasi peringatan Hari Nusantara. Bukan untuk melihat aktivitas harian pelabuhan, namun kedatangan warga, demi menyaksikan dan mengabadikan langsung alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Sejak pekan lalu,  sejumlah kapal perang kebanggaan Republik Indonesia, memang berlabuh di dermaga Pelabuhan Tangkiang, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Nusantara yang puncak acaranya jatuh pada Kamis, 13 Desember 2018, kemarin. Hari Nusantara, yang tahun 2018 ini digelar di Kabupaten Banggai dan dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, dihadiri langsung Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Berbagai kegiatanpun digelar, mulai dari aksi bersih pantai yang sukses membuat kawasan pesisir pelabuhan itu menjadi super bersih, lomba mancing, bakti sosial kesehatan yang digelar di Puskemas Uling dan di atas kapal bantu rumah sakit KRI dr. Suharso-990, tour atau mengunjungi kapal perang bagi warga, hingga atraksi matra laut yang dipersembahkan oleh pasukan khusus TNI Angkatan Laut dari kesatuan Detasemen Jalamengkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska) serta Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir. Berbagai atraksi mulai dari terjun payung, terjun bebas dari helikopter ke atas laut, terjun payung dengan sasaran pendaratan di atas ponton apung serta keahlian mengendarai jetski dan ditutup dengan parade kapal atau sailing pass, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sejak masa awal latihan hingga puncak acara Kamis kemarin. TNI Angkatan Laut sendiri mendatangkan lima Kapal perang Republik Indonesia atau KRI, yakni KRI dr.Suharso, KRI Banda Aceh, KRI Madidihang, KRI Untung Suropati dan KRI Ajak, ditambah dengan satu unit kapal dari Bakamla.

Secara umum, seluruh rangkaian acara peringatan Hari Nusantara yang menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Banggai itu berlangsung lancar, aman dan sukses. Sebagaimana pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo, Kamis (13/12/2018), meski hanya dalam waktu singkat, namun Kabupaten Banggai bisa mempersiapkan dan menggelar kegiatan dengan baik serta sukses. Karenanya, Mendagri atas nama Presiden RI Joko Widodo, menyampaikan apresiasi pada Bupati Herwin Yatim dan jajarannya yang sukses menggelar kegiatan nasional tersebut.

Namun di balik suksesnya kegiatan, mungkin banyak yang belum terlalu paham dengan apa itu Hari Nusantara. Tak heran, bila beberapa hari sebelumnya, ada kelompok massa yang dengan pengetahuan terbatasnya, mempersamakan kegiatan Hari Nusantara dengan sebuah kegiatan lain. Beberapa pihak memang tidak paham atau bisa jadi buta sejarah tentang perjalanan bangsa sejak kemerdekaannya, hingga kemudian bisa memiliki kedaulatan penuh, termasuk berdaulat di laut.
Hari Nusantara yang setiap tahun diperingati tanggal 13 Desember, bermulai dari kondisi bangsa Indonesia pasca kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, yang oleh negara lain hanya diakui berdaulat di darat. Perairan yang mengelilingi pulau-pulau ketika itu, dianggap sebagai laut bebas. Kondisi ini tentu mengancam kedaulatan Republik Indonesia. Karenanya, di masa sistem parlementer dan kepala pemerintahan dijabat Perdana Menteri Republik Indonesia Djuanda Kartawidjaya, lahirlah gagasannya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia yang seutuhnya dengan menjadikan laut sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.  Lahirlah dokumen yang disebut sebagai Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja, adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.
Sebelum deklarasi Djuanda, wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya, dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia, tetapi waktu itu belum diakui secara internasional.
Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar (kecuali Irian Jaya), terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8.069,8 mil laut.

Setelah melalui perjuangan yang penjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
Pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Penetapan hari ini dipertegas oleh Presiden Megawati dengan menerbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional tidak libur.

Isi dari Deklarasi Juanda yang ditulis pada 13 Desember 1957, menyatakan: (1) bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri, (2) bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan, (3) ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan : (1) untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat, (2) untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan, (3) untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.

Dekalarsi Djuanda sendiri dianggap sebagai pernyataan resmi kemerdekaan yang kedua, karena mempertegas bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat di darat dan di laut. Laut bukanlah pemisah bagi pulau-pulau di gugusan kepulauan Republik Indonesia, namun pemersatu gugusan kepulauan tersebut. Menjaga laut dan kedaulatannya, sama dengan menjaga Indonesia, sebab laut adalah kawasan yang merangkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah penetapan Hari Nusantara, pemerintah kemudian menunjuk Kementerian Dalam Negeri sebagai penyelenggara, dengan operasional di lapangan dilakukan oleh oleh TNI Angkatan Laut, sebagai penjaga dan pengawal kawasan laut Republik Indonesia. Karenanya, peringatan Hari Nusantara sangat lekat dengan TNI Angkatan Laut, termasuk peringatan yang baru saja digelar di Pelabuhan Tangkiang, Kabupaten Banggai.

Selain untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah laut, Hari Nusantara juga menjadi momen untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa di laut ada potensi kekayaan nasional yang besar, dan bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat serta pembangunan bangsa. Dalam istilah yang disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo kemarin, sudah saatnya bagi kita untuk tidak memunggungi laut.

Momentum Hari Nusantara, harus dimanfaatkan pula untuk mempertegas sikap seluruh elemen untuk menolak perusakan laut, dan siap melawan praktik-praktik perusakan sumber daya dan biota laut.  Termasuk dalam hal terkecil, adalah menolak  praktik tak terpuji yang menjadikan laut sebagai tempat berbagai jenis sampah. Dalam skala paling kecil inilah, seluruh elemen di Kabupaten Banggai bisa menunjukkan perannya untuk menjaga kawasan perairan agar tetap bersih dan lestari, sehingga bisa menjadi sumber kehidupan di masa mendatang. Selamat Hari Nusantara.**

Kemenhub Buka Rute Tol Laut Pelabuhan Tangkiang


 BANGGAI RAYA- Upaya Bupati Herwin Yatim mendorong Pelabuhan Tangkiang menjadi salah satu rute tol laut, mendapat respon baik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Jumat, (7/12/2018) Bupati Banggai Herwin Yatim menemui Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub RI. Hasilnya, Kemenhub menyetujui rute jalur tambahan untuk tol laut, Surabaya-Makassar-Kendari-Tangkiang.

“Tadi pagi (kemarin, red) saya berkomunikasi degan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub. Yang mana salah satu hasilnya adalah disetujuinya rute jalur tambahan untuk tol laut Surabaya, Makassar, Kendari dan Pelabuhan Tangkiang,” tulis Bupati Herwin Yatim via WhatsApp, Jumat (7/12/2018).

Dengan tambahan rute tol laut Pelabuhan Tangkiang, secara otomatis jalur tol laut di Kabupaten Banggai bertambah, setelah sebelumnya ditetapkan jalur tol laut pelabuhan Bunta dan Pagimana. “Dengan masuknya kapal tol laut ke Pelabuhan Tangkiang, berarti sudah ada dua jalur pengangkutan barang dari Luwuk. Sebelumnya ada jalur tol laut Pelabuhan Bunta dan Pagimana yang telah dioperasikan beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia menjelaskan melalui program tol laut akan membuka akses bagi pengusaha lokal dan masyarakat memasarkan produknya dalam jumlah yang besar. Disamping itu kebutuhan akan barang campuran yang masuk ke Kabupaten Banggai akan dengan mudah didapatkan dengan harga murah dan terjangkau.

“Program tol laut ini sangat membuka peluang memasarkan hasil produk dengan biaya murah dan terjangkau. Karena setiap barang dalam satu kontener biayanya telah disubsidi oleh pemerintah. Dengan subsidi itu, akan menghemat biaya pengangkutan hingga 40-45persen,” cetusnya. NAL

Keterangan Foto: PERTEMUAN Bupati Herwin Yatim dengan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub membahas kerja sama rute tol laut di Kabupaten Banggai. Nampak mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banggai Kepulauan, Rais D. Adam. FOTO: ISTIMEWA

Bupati Balut: Guru Miliki Sejuta Ilmu


BANGGAI RAYA – Dalam rangka memperingati Hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia yang ke-73, Pemda Banggai Laut (Balut)menggelar upacara bendera pada Senin (26/11/2018) di Desa Matangga, Kecamatan Banggai Selatan.

Pada upacara tersebut, Bupati Banggai Laut, H. Wenny Bukamo bertindak sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri oleh Sekda Balut, Furqanuddin Masulili dan sejumlah Pimpinan OPD. Tak hanya itu, upacara juga dipadati dewan guru se Banggai Laut.

Setelah pelaksanaan uparaca, dilanjutkan dengan kegiatan Konferensi Kabupaten ke-II PGRI Balut yang dibuka langsung oleh Bupati H. Wenny Bukamo.

Pada kesempatan itu, Bupati Wenny Bukamo berharap agar di konferensi ke II kali ini bisa menghasikan rekomendasi. “Saya tegaskan dan berharap agar pada Konferensi Kerja Kabupaten ke-II PGRI ini bisa mengahasilkan rekomendasi khususnya di bidang pendidikan yang diperuntukan pada pemerintah daerah,” harap orang nomor satu di Balut itu.

Menurutnya, hal itu agar kebijakan Pemda Balut di bidang pendidikan bisa tepat sasaran dan berdaya guna. “Dengan mengunakan prinsip efektif dan efisien demi kemajuan pendidikan di kabupaten yang kita cintai ini,” kata Wenny.

Di akhir sambutannya, Bupati Wenny meminta agar dialog terbuka itu bisa dilakukan kapan saja dengan diprakarsai oleh PGRI. “Karena dalam jiwa para guru tersimpan sejuta ilmu, karena yakin dan percaya dalam jiwa guru pasti banyak aspirasi yang tidak tersampaikan,” tuturnya.

Usai membuka konferensi, Bupati H. Wenny Bukamo serta beberapa OPD melakukan peninjauan pada beberapa obyek bangunan pemerintah baik yang dianggarkan tahun ini maupun beberapa tahun lalu di wilayah Desa Matangga yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Banggai Selatan. ASW

Keterngan Foto: Bupati Balut, Wenny Bukamo selaku inspektur upacara di HUT PGRI ke-73. FOTO: ASWAN BASIR

GELADI PERSIAPAN HARNUS, Decak Kagum Warga Saksikan Atraksi TNI AL



BANGGAI RAYA- Guna mematangkan pelaksanaan kegiatan Hari Nusantara tahun 2018 yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, pasukan TNI Angkatan Laut sebagai kesatuan yang terkait erat dengan kegiatan kemaritiman tersebut, menggelar geladi atau pelatihan di perairan sekitar dermaga Pelabuhan Tangkiang, Senin (10/12/2018).
alah demo helli water jump atau pasukan yang melompat dari atas heli ke atas laut, serta free fall atau terjun bebas yang diikuti unit pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Khusus untuk terjun bebas pasukan khusus TNI Angkatan Laut, terdapat sasaran di atas areal pelabuhan atau mendarat di atas ponton yang ada di laut.

Setelah itu, diikuti sailing pass atau parade kapal yang diikuti kapal TNI AL yang sudah ada, yakni KRI Untung Suropati-372,  KRI Ajak-653 dan KRI Madidihang-855, disusul kapal pemerintah daerah dan kapal nelayan.



Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasukan yang diterjunkan dari Helli Bell terdiri dari tujuh orang Kopaska dari Koarmada II Surabaya. Sementara mereka yang diterjunkan dari pesawat Cassa, terdiri dari Pasukan Kopaska koarmada II,  pasukan Intai Amfibi Marinir Surabaya dan pasukan Denjaka (Detasemen Jalamangkara) Jakarta. Tidak ketinggalan dua srikandi atau prajurit wanita dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), yaitu Serda TTU/W. Yazella Agustin dan Serda TTU/W. Laila Noor, yang ikut terjun payung dan bergabung dengan pasukan khusus TNI Angkatan laut, dengan jumlah seluruhnya 17 penerjun.

Geladi yang disaksikan langsung Dansatgas Harnus 2018 Kol Laut (P) Andri Kristianto, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan KRI Ki Hajar Dewantara-364, didamping perwira staf Satgas, serta Sekretaris Kabupaten Banggai Ir Abdullah Ali didampingi sejumlah pejabat Pemda, mendapat perhatian antusias warga.

Berkali-kali terdengar decak kagum serta sorak sorai dari warga termasuk siswa yang melihat secara langsung atraksi pasukan penerjun TNI Angkatan Laut, terutama kala mereka berhasil mendarat di atas ponton apung.

Antusias masyarakat Tangkiang dan sekitarnya memang cukup tinggi. Tak hanya warga bisa, kalangan pelajar SD, SMP dan SMA juga berdatangan untuk melihat dari dekat demo terjun pasukan khusus TNI AL. Mereka ingin melihat dari dekat dan menyaksikan bagaimana pasukan khusus turun dari helli dan melompat ke laut, serta pasukan terjun payung yang mendarat dengan tepat di halaman  pelabuhan Tangkiang dan mendarat di ponton yang ada di laut. DAR/PR

KETERANGAN FOTO: Atraksi yang diperagakan pasukan khusus TNI Angkatan Laut, Senin (10/12/2018), sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Hari Nusantara. FOTO ISTIMEWA/TEDDY SUJANA

Bakti Kesehatan Awali Harnus


BANGGAI RAYA-Rangkaian kegiatan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2018 yang digelar di Kabupaten Banggai dan puncak acaranya jatuh pada Kamis (13/12/2018), telah dimulai sejak Selasa (11/12/2018). Kegiatan yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom itu, diawali dengan kegiatan bakti kesehatan berupa pelayanan kesehatan gratis terhadap warga Kabupaten Banggai.

Untuk Selasa kemarin, kegiatan bakti kesehatan digelar di dua lokasi, yakni di Puskesmas Uling Kecamatan Kintom, dan di atas KRI dr Suharso-990 yang berlabuh di Pelabuhan Tangkiang.

Wakil Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan TNI Angkatan Laut Letkol L (K) Joko Haryono, SE yang ditemui di sela-sela kegiatan bakti kesehatan di Puskesmas Uling, Selasa kemarin, mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan berupa pengobatan akan berlangsung selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (11-12/12/2018). Untuk pengobatan hari pertama kemarin dan Rabu ini, dilaksanakan di Puskesmas Uling dan KRI dr. Suharso, sementara pelaksanaan hari ketiga pada Kamis besok, hanya dilaksanakan di KRI dr. Suharso.  “Jadi kegiatan pelayanan kesehatan untuk warga ini dilaksanakan selama tiga hari,” tuturnya.

Guna menunjang kegiatan bakti kesehatan itu kata Joko, TNI Angkatan Laut mengerahkan 76 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat, ditambah dengan lima dokter umum dan tiga dokter gigi dari Dinas Kesehatan, serta petugas PPLKB dan petugas unit transfusi darah. Kegiatan bakti kesehatan terdiri dari pengobatan umum dengan target 1.000 orang, pemeriksaan kesehatan gigi untuk 150 orang, khitanan atau sunatan massal untuk 150 orang dan operasi katarak untuk 50 orang serta donor darah. Khusus untuk operasi katarak kata Joko, dilaksanakan di KRI dr. Suharso yang merupakan rumah sakit apung atau kapal bantu rumah sakit (BRS) TNI Angkatan Laut.

Pemeriksaan kesehatan untuk warga yang merupakan bagian tak terpisahkan Hari Nusantara, mendapatkan apresiasi masyarakat dan pemerintah desa. Mereka menyatakan terima kasihnya pada pemerintah, khususnya TNI Angkatan Laut, yang telah melaksanakan pelayanan kesehatan bagi warga.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hari Nusantara yang digelar setiap tanggal 13 Desember, untuk tahun 2018 ini dilaksanakan di Kabupaten Banggai. Kegiatan yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom, diisi dengan sejumlah kegiatan mulai dari pelayanan kesehatan, parade kapal atau sailing pass, upacara pada Kamis besok serta berbagai kegiatan lain. Pada puncak acara Kamis besok, akan ada pula tarian kolosal yang diikuti ratusan penari.DAR

KETERANGAN FOTO: Pemeriksaan kesehatan untuk warga yang dilaksanakan tim kesehatan TNI Angkatan Laut dan Dinkes Banggai. FOTO ISKANDAR

Sesepuh Adar Batui Pecah, Proses Pengantaran Tumpe Terjadi Dua Kubu

Telur dari rumah adat Batui diantar ke Banggai.FOTO: AHMAD LABINO

BANGGAI RAYA-Prosesi ritual adat pengantaran Telur Burung Maleo atau yang disebut Tumpe oleh masyarakat Adat Batui tidak seperti tahun sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya proses pengantaran Tumpe dimulai dari dari rumah adat Batui menuju ke perahu yang siap mengantarkan Tumpe ke Karaton Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Namun di Tahun 2018 pada Minggu (2/12/2018), upacara pelepasan Tumpe dilakukan di dua tempat berbeda, akibat terjadi perpecahan sesepuh adat dan perangkat adat Batui, mulai dari Bosanyo, Lembaga Adat, Binsilo, Dakanyo sampai ke pemangku adat.

Telur dari rumah kediaman Bosanyo diantar ke Banggai.FOTO : AHMAD LABINO

Di kubu satu, Dakanyo Batui, Binsilo Balantang, Binsilo Katudunan bersama perangkat adatnya melakukan upacara pelapasan Tumpe dari rumah adat Batui, menuju perahu pengangkut yang berada di Kelurahan Bugis, Kecamatan Batui.

Sedangkan di kubu lainnya, Dakanyo Tolando dan Dakanyo Kolam bersama Bosanyo Batui dan Bosanyo Langkoyang, melakukan upacara sendiri. Upacara pelepasan Tumpe bertempat di rumah kediaman Bosanyo Batui, Talib Agama di Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui.   
Belum diketahui terjadinya perpecahan antara sesepuh adat di Batui, hanya saja prosesi pengantaran telur Tumpe tersebut terjadi dua kubu. Keduanya dengan menggunakan masing-masing perahu membawa telur ke Karaton Banggai, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.
Amatan wartawan ini, upcara pelepasan telur Maleo di rumah adat Batui dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Camat Batui, Faisal Karim, Musdar Amin. Sedangkan upacara pelepasan Tumpe yang dilaksanakan di rumah Kediaman Bosanyo Batui, dihadiri oleh Kapolsek Batui Iptu Candra dan Danramil Batui Kapten Inf Herman B.

Proses pengantaran Tumpe dari rumah Bosanyo dimulai sejak pukul 13.00 Wita, menuju kelurahan Tolando untuk diangkut ke perahu.

Sedangkan pengantaran Tumpe dari rumah adat Batui menuju Kelurahan Bugis dilakukan sekitar pukul 15.30 Wita untuk diangkut ke perahu. MAD

Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp3,8 M



Suasana kegiatan Focus Grup Discussion untuk Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Sebanyak 214 badan usaha yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai menunggak iuran kepesertaan dengan estimasi sekitar Rp3,8 miliar.

Ratusan badan usaha itu tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Informasi tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai, Sahid Wahid saat kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019, Kamis (20/12/2018).

Rapat kerja sama operasional ini digelar di Hotel Swiss Bellin Luwuk yang dipimpin langsung Ketua Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro.

“Sampai saat ini terdapat 214 badan usaha yang menunggak iuran estimasi total Rp3,8 miliar,” ujar Sahid Wahid.

Lebih rinci, usai kegiatan tersebut kepada media ini Sahid mengatakan, angka Rp3,8 miliar itu masih perkiraan. “ Nanti kedepannya akan dilakukan kunjungan bersama dengan teman-teman di Forum Kepatuhan dan Pengawasan. Apabila masih tidak kooperatif akan dilakukan tindakan hukum,” katanya.

Agar semua perusahaan taat membayar iuran kepesertaan di program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, kedepan ia akan membuat surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejari Banggai untuk melakukan penagihan. “Sebenarnya angka Rp3,8 miliar itu belum bisa dipastikan, karena sistem membaca juga yang belum membayar iuran di bulan Desember. Sementara dikatakan menunggak itu apabila di atas tiga bulan,” terangnya.

Ia menerangkan, perusahaan yang tidak membayar iuran di atas tiga bulan, sebanyak 107 badan usaha. Kisarannya sekitar Rp1,1 miliar.

Kemudian, Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro dalam arahannya mengatakan, kedepan seluruh perusahaan yang menunggak iuran agar diproses dengan ketentuan, namun tetap dalam kaidah hukum yang berlaku.

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) memaparkan, untuk pendaftaran perizinan perusahaan telah menggunakan sistem online single submission (SOS) atau dikenal dengan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Sehingga, ia berharap BPJS Ketenagakerjaan bisa membantu untuk menyosialisasikan yang lebih intensif terkait hal itu.

Sementara, Korwil Pengawas Ketenagakerjaan Sulteng untuk Wilayah Banggai, Jein Akumoh berharap, kedepannya anggota forum ini dapat terjun langsung ke lapangan (badan usaha) untuk mengecek langsung tenaga kerja dan kepesertaannya pada BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi seperti banyak kasus tenaga kerja yang tidak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Seperti disampaikan oleh Ketua SBSI Banggai, Iswanto Hasan. Dari beberapa kasus ketenagakerjaan yang didampinginya, rerata kasus mengenai upah di bawah standar dan tidak mendapatkan jaminan sosial, utamanya BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum menutup kegiatan FGD, Ketua Forum Kepatuhan dan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan, Ramdhanu Dwiyantoro berharap dalam kuartal pertama 2019 tidak ada lagi badan usaha yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. JAD

Pemda Balut Peringati HAB Kemenag

Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag di Banggai Laut. FOTO SUBIANTO
Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag di Banggai Laut. FOTO SUBIANTO

BANGGAI RAYA-Pemda besama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balut, menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag bertempat di Alum-alun Kota Banggai, Kamis (3/1/2019).

Upacara yang dipimpin Wabup Balut Drs Hj. Tuti Hamid dan didampingi Kepala Kemenag Balut Drs H Abdul Muluk Lanonci, MM, diikuti seluruh sekolah di lingkungan Kementerian Agama yakni MTs dan Madrasah Aliyah.

Selaku inspektur upacara, Tuti Hamid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undanganyang hadir, sebab upacara itu tidak dihadiri Bupati Balut Weni Bukamo. Bupati Balut Weni Bukamo kata dia, tengah melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, sehingga tidak bisa hadir bersama-sama dengan seluruh jajaran Kemenag. Wabup juga membacakan sambutan tertulis Menteri Agama.

Usai upacara, dilanjutkan dengan pelantikan sejumlah kepala bidang di lingkungan Kantor Kemenag Balut.SUB

Terima Kasih Bapak Presiden

jokowi-herwin
Bupati Banggai Herwin Yatim mengalungkan selendang dari Tenun Nambo kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Minggu (23/12/2018). FOTO: ISTIMEWA


BANGGAI RAYA- Kehadiran Presdien Joko Widodo di Kota Luwuk dalam rangka meresmikan pembangunan terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat dan Pemda Banggai.

Hadirnya Jokowi yang kedua kalinya di kota Berair ini (bersih, indah aman dan ramah), memberikan angin segar serta motiviasi bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.


Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo merasa puas dengan adanya Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Alhamduliah, Pak Jokowi merasa puas melihat Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang berfungsi mempermudah transportasi termasuk daerah tetangga Banggai, Banggai Laut, bahkan Kepulauan Sula,’ kata Herwin, Minggu (23/12/2018).

Herwin yang terlihat terus mendampingi Presiden Joko Widodo menambahkan bahwa Presiden RI ke-7 tersebut telah memerintahkan Kementerian Perhubungan agar menambah rute penerbangan Luwuk-Jakarta untuk penumpang dan pengiriman barang. “Pak Jokowi langsung perintahkan Pak Menteri Perhubungan dan langsung membicarakan dengan Direktur Garuda agar dilakukan penambahan rute Luwuk Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan Banggai ini bermohon kepada Presiden Jokowi agar 2019 mendatang pembangunan infrastruktur bandara Syukuran Aminuddin Amir terus dilanjutkan, seperti penambahan luasan landasan. “Saya juga bermohon agar ada program tahun 2019 untuk pengembangan bandara seperti perluasan landasan. Insya Allah tahun depan diwujudkan,” tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memprogramkan pembangunan terminal bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi, Kementerian Perhubungan dan semua pihak yang telah membangun infrastruktur bandara menjadi lebih baik. Terima kasih pula atas kehadiran Pak Presiden di Kota Luwuk,” terangnya. NAL

Yamaha Maxi Terlaris

Manager Marketing CV Prima Motor, Y. Reki Anis bersama motor produk Yamaha. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA - Yamaha motor Indonesia tercatat sudah cukup banyak menghadirkan motor yang banyak diminati masyarakat. Meski begitu bukan berarti brand berlogo garpu tala ini berhenti dalam memproduksi motor baru. Hal ini terbukti di akhir tahun 2018 lalu dengan menghadirkan satu lagi tipe motor berkualitas dengan dengan nama “FreeGo”.

Manager Marketing CV.Prima Motor, Y.Reki Anis kepada Banggai Raya, Selasa (8/1/2019) menuturkan, FreeGo dengan mesin bluecore 125 cc ditambah dengan SMG menghadirkan era baru motor metik yang memberikan suara mesin lebih halus ketika dinyalakan dan memberikan pengalaman berkendara irit, bertenaga dan handal.

Dilengkapi electric power socket semakin praktis untuk mengisi daya gadget pengendara. Sistem kunci canggih tanpa anak kunci (Keyless). Pengisian bensin lebih praktis tanpa membuka jok.
Selain itu, FreeGo memiliki ban tubeless 12 Inch yang lebih nyaman serta stabil saat berkendara.

Ukuran bagasinya pun lebih besar,sehingga mampu menampung barang bawaan lebih banyak.

“FreeGo jenis metik kelas menengah ini lebih hemat dan bagasi yang lebih luas unggul dari maxi,” jelasnya.

Di tahun 2018 hingga saat ini, penjulan motor metik di tiga kabupatan yakni Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan mencapai 70 persen. Yamaha Maxi masih menduduki peringkat teratas permintaan pasar. “Motor khususnya untuk warga Luwuk bukan lagi barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan wajib,” jelas Reki

Tingginya minat masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai terhadap motor Yamaha juga tak lepas dukungan dan sinergi dari pembiayaan atau lising.

Kedepan, untuk semakin ‘merajai’ penjualan di tanah Babasal, teknik marketingnya akan mengembagkan lagi ke arah digital dengan memanfaatkan jejaring sosial dalam memaparkan program dan produk Yamaha. “Memang dampak lebih adanya sosmed untuk pemasaran,” akunya.

Untuk diketahui, dikutip dari situs resmi Yamaha Indonesia, Nmax meraih penghargaan sebagai Good Design Indonesia (GDI) 2018 untuk kategori transportasi sepeda motor dari Kementerian Perdagangan.

Nmax dinobatkan sebagai motor dengan Good Design Indonesia karena memiliki konsep desain “Active & Comfort Style” yang memberikan gaya berkendara baru. Nmax memiliki posisi berkendara yang nyaman dan enjoy yaitu dua posisi berkendara. Kapasitas tangki yang besar (6,6 liter) ditempatkan di tunnel tengah. Mempunyai bagasi yang super besar dimana dapat menyimpan helm dan berbagai macam barang-barang lainnya.

Penghargaan ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Hal ini membuktikan produk Yamaha semakin di depan.

Reki meyakini dengan adanya setiap produk baru dari Yamaha pasti permintaan selalu naik. Alasannya karena Terbukti harga jual kembali tetap tinggi. “Silahkan cek di penjulan motor bekas tanya harga yahama disitu, saya yakin harganya masih tinggi,”katanya. HRC

Jokowi: Bandara SAA Amir Paling Indah



Bupati Banggai Herwin Yatim menjelaskan kondisi dan fasilitas Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang jauh lebih baik kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan RI , Budi Karya Sumadi. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk yang terletak di antara perbukitan dan laut, memiliki keindahan yang tak kalah menariknya degan bandara lain di Indonesia. Bahkan, keindahan Bandara yang baru saja diresmikan terminalnya ini, diakui Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI ke-7 yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini, begitu memuji keindahan Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir. “Salah satu Bandara paling cantik, paling indah,” kata Jokowi usai peresminan lima bandara secara simbolis di Luwuk, Minggu (23/12/2018).

Dari pesawat sudah terlihat laut dan bukit yang tinggi. “Berada dekat laut juga gunung yang tinggi,” turnya.

Ia berharap, Bandara Sukuran Aminuddin Amir dapat mempermudah dan meningkatkan pengiriman logistik , barang dan mobilitas penumpang. “Salah satunya bandara Syukuran Aminuddin Amir bisa mempercepat pengiriman ikan, sehingga masyarakat mersakan dampak yang sagat baik,” ujarnya.

Seperti diketahui Bandara Syukuran Aminuddin Amir mengalami perubahan pembangunan dan terlihat lebih indah di masa pemerintahan Bupati Banggai Herwin Yatim. Pembangunan terminal bandara berhasil dilakukan mulai tahun 2016-2017. Hal tersebut tak lepas dari perjuangan Bupati Banggai Herwin Yatim kepada Presiden Joko Widodo. Bagaimana tidak, tahun 2015 lalu, saat Presiden Jokowi megunungi Luwuk meresmikan LNG Dongi Senoro, Bupati Herwin bermohon kiranya Presiden Jokowi memprogramkan pembangunan bandara. Tanpa menunggu waktu lama, Kementerian Perhubungan merealisasikan degan membangun terminal yang cukup megah bahkan menjadi icon di bagian timur Sulawesi. NAL

PAD Dinas Kelautan Balut Lampaui Target

Perahu bantuan Dinas Kelautan Balut kepada masyarakat pesisir. FOTO: ASWAN
Perahu bantuan Dinas Kelautan Balut kepada masyarakat pesisir. FOTO: ASWAN 
BANGGAI RAYA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perikanan Kabupaten Banggai laut tahun 2018 sebesar Rp785.000.000 ternyata melebihi target hingga mencapai Rp1.200.852.837. “Untuk tahun 2018 target PAD di sektor perikanan sebesar Rp785.000.000. Namun realisasi melebihi target hingga mecapai Rp1.200.852.837,” kata Kepala Dinas Kelautan Balut Balsam Sarikaya, Kamis (3/1/2019).

Ia menjelaskan, target bisa dicapai karena tingginya kesadara masyarakat nelayan dan pengusaha membayar retribusi. “Keberhasilan ini kesadaran masyarakat nelayan dan pengusaha untuk membayar retribusi hasil olahan pada pemerintah daerah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Perizinan dan Penguatan Daya Saing, Dinas Kelautan Balut, Yusdianto. “Perlu disyukuri untuk tahun 2018 pencapaian PAD bisa melebihi target,” ungkapnya. ASW

Pemda Touna Siap Terima Mahasiswa KKN Unismuh

Wakil Bupati Touna, Admin AS Lasimpala, foto bersama dengan Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa dan jajarannya beberapa hari lalu. FOTO: ISTIMEWA
Wakil Bupati Touna, Admin AS Lasimpala, foto bersama dengan Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa dan jajarannya beberapa hari lalu. FOTO: ISTIMEWA 
BANGGAI RAYA- Belum lama ini, Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa bersama Ketua LP3M, Sri Sukari Agustina dan beberapa dosen melakukan kunjungan ke Pemda Tojo Una una. Kunjungan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una una, Admin AS Lasimpala pada Jumat (28/12/2018) di ruang kerjanya. 

Wakil Rektor II Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa mengatakan, kunjungan itu dalam rangka meminta persetujuan Pemda Touna untuk penempatan mahasiswa KKN di kabupaten tersebut. “Surat sudah kita kirim sejak 2 Oktober 2018. Namun sampai kemarin itu belum juga ada balasan. Jadi kita datangi langsung, ternyata surat belum masuk,” kata Sutrisno K Djawa kepada media ini, Rabu (3/1/2019). 

Menurutnya, hasil pertemuan itu pada prinsipnya Pemda Touna siap menerima mahasiswa KKN Unismuh Luwuk. “Prinsipnya mereka siap menerima, welcome. Dan kita akan susul kembali dengan surat resmi ke Pemda Touna,”jelasnya. Bahkan kata Sutrisno, Pemda Touna berharap semua kecamatan yang ada di daerah tersebut bisa terisi oleh mahasiswa KKN. “Pemda Touna inginkan seperti itu, baik kecamatan yang di darat maupun laut bisa terisi semua,” tuturnya. 

Perlu diketahui, Panitia dan LP3M telah turun untuk menyurvei lokasi penempatan KKN di Kabupaten Touna. “Kalau KKN-nya akan dilasanakan pada awal Februari. Kami harap, pelaksanaan KKN tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. JAD

Bantuan DSLNG Dinilai Lukai Nurani Warga Batui

FORUM Pemuda Batui saat menggelar jumpa pers. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA- Forum Pemuda Batui (FPB) menyesalkan konsep pemberdayaan PT Donggi Senoro Liquified Natural Gas (DSLNG) selama ini. Sesal itu, karena dinilai tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Batui sebagai daerah terdampak yang berada tepat di pusat aktivitas perusahaan. Bahkan beberapa program nilai mereka, cenderung melukai nurani masyarakat Batui sendiri.

Sikap sesal itu diungkap anggota Forum Pemuda Batui, Zukran Nasrudin Hi Haran dalam jumpa persnya, di Kafe Coklat Luwuk, Minggu(17/2/2019).

Pemberian bantuan terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Teluk Lalong dan hibah dua unit bus untuk pelajar dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, DSLNG sebagai perusahaan yang memberikan bantuan bisa menitipkan pesan ke Pemda Banggai agar salah satunya diberikan di wilayah Batui.

Di Batui, ada ratusan siswa yang berjalan kaki pulang pergi dari dan menuju ke sekolah hingga 5 KM jaraknya. Sayangnya, program penyediaan sarana transfortasi pelajar ini tidak diberikan untuk mengangkut pelajar Batui. ”Persoalannya apakah DSLNG mau atau tidak mau, komitmen memperhatikan daerah terdampak di Batui,” terangnya. 



Belum lagi bantuan UKM yang belum lama ini diberikan DSLNG sekira Rp286 juta ditujukan untuk pelaku UKM di Luwuk. Hal ini sangat melukai nurani. Apalagi, selama ini baik perusahaan DSLNG tidak menyentuh pelaku UKM Batui.

Bahkan, di Batui ada adagium membandingkan manfaat kehadiran DSLN dengan Sangkakala (koperasi simpan pinjam, red), masyarakat menilai Sangkakala lebih membawa manfaat terhadap masyarakat Batui. Betapa tidak, ketika mereka butuh bantuan, tidak butuh waktu lama segera teratasi. Hal tersebut menunjukkan penilaian pemberian manfaat.

“Okelah, ada beberapa bantuan CSR dari perusahaan, tapi kami melihat kurang tepat sasaran. Mereka justru merealisasikannya di luar Batui,” keluhnya.

Contoh lainnya di Desa Uso. Masyarakat sudah terserang penyakit gatal-gatal. Belum lagi dampak kebisingan yang harus diterima. Namun ketika hal ini dikeluhkan ke perusahaan, pihak perusahaan selalu memberikan jawabannya bahwa hal itu terjadi karena biang keringat, alergi atau salah makan.

DSLNG katanya, hanya sebatas melucurkan bantuan berupa sandal atau topi berlogo DSLNG yang selalu diagung-agungkan perusahaan yang katanya sudah banyak membantu .

“Program kedepannya yang mampu menanggulangi dampak yang akan kita rasakan. Belum ada tanda-tanda bisa merubah wajah Batui, apalagi penerima mesin-mesin katinting setiap tahunnya hanya itu-itu saja. orang yang punya hubungan dekat yang punya kekerabatan dengan orang-orang DSLNG” jelasnya.

Sebelum keberadaan DSLNG, masyarakat Batui dan sekitarnya adalah petani dan nelayan. Ketika perusahaan ini hadir, masyarakat diajarkan cara bertani dan cara memancing. Padahal wilayah laut yang dahulunya tempat menangkap ikan yang melimpah justru sudah menjadi daerah terlarang. Ditambah lagi, kebun masyarakat terjual sebagai tempat beraktivitasnya perusahaan.

“Perusahaan hanya habis di bantuan bibit rica (cabai) dan perahu. Seharusnya perusahaan turut serta mencerdaskan kehidupan anak-anak Batui,” jelas Razwin Baka, tokoh Pemuda Batui yang juga seorang pengacara di Luwuk.

Meski mengakui ada beasiswa untuk sebagian kecil bagi anak-anak Batui dari perusahaan migas ini, namun dinilai hanya sekadar formalitas. Sebab, bantuan beasiswa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan sebagai daerah penghasil migas.

Beasiswa itu kata Iwin sapaan akrab Razwin Baka, seharunya berhubungannya dengan pertambangan. Tentu kelak, mereka yang mendapatkan beasiswa akan menerapkan ilmunya ke perusahaan yang ada di daerahnya. Namun DSLNG memberikan beasiswa di bidang pertanian.

“Perusahaan yang sudah kurang lebih 7 tahun beroperasi di Batui tidak ada untungnya bagi masyarakat. Malah rugi yang didapat. Saya pernah diskusi dan mempertanyakan ke salah seorang leader perusahaan DSLNG, katanya kami itu membayar pajak besar ke pemerintah. Pertanyaannya kenapa pembangunanya lebih banyak ke kota tidak ke daerah dampak. Minimal kamu bantu sektor pendidikan, perusahaan itu pongo (tuli) dorang tutup talinga,” sorot Iwin.

Bahkan, ketika masyarakat Batui ingin mediasi minta bertemu pimpinan perusahaan DSLNG yang mereka temui justru masyarakat lokal sendiri. Hal tersebut dinilai sebagai upaya perusahaan untuk mengadu domba sesama masyarakat Batui. “Kita dikase baku toki dengan sama-sama torang (kami),” ujarnya.

“Dorang (mereka) lebih utamakan yang berotot, siapa yang bernyali itu yang diutamakan, itu sudah jadi budaya,” bebernya.

Tak hanya itu, perusahaan yang katanya sudah memberikan bantuan lapak ikan di Pasar Batui, malah faktanya penjual ikan lebih banyak berjualan di pinggir jalan. Itu menunjukkan kehadiran DSLNG tidak mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Batui seperti yang selalu dijanjikan ketika pertama kali menginjakkan kakinya di tanah Babasal.

“Kalau hasil dari nelayan dibeli perusahaan sendiri, namun faktanya penjual ikan malah banyak berhamburan di jalan. Los yang diberikan DSLNG tidak digunakan, karena di dalam tidak ada yang beli, perusahaan itu menganaktirikan Batui. Itu baru persoalan kecil, tapi sangat berdampak di masyarakat,” timpal Amin Aman, salah seorang aktivis Batui.

Forum Pemuda Batui ini menilai salah satu solusi yang ditawarkan untuk pemberdayaan pelaku UKM di Batui adalah pihak perusahaan mengalokasikan dana sedikitnya Rp5 miliar dan menitipkan ke bank untuk dikelola. Seperti halnya dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah pusat menitip dana ke bank untuk dikucurkan ke masyarakat. HRC

MENGULIK SEMANGAT WARGA, Rela Menunggu Berjam-Jam, Hanya Untuk Melihat Presiden dari Dekat



WARGA berjubel menanti kehadiran Presiden Joko Widodo pada momen peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama Bandar udara lainnya, Ahad (23/12/2018). FOTO: ISKANDAR DJIADA


Baju berwana merah milik Indra basah. Keringat akibat terpaan terik matahari membasahi sekujur tubuhnya. Ia tak peduli, sesekali ia menyeka keringat yang mengucur di dahinya, agar tak menyapu matanya. Indra tak sendiri, di sekelingnya di pinggiran badan jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, cukup banyak warga berjubel. Tekadnya satu, ingin melihat langsung Presiden Joko Widodo.

LAPORAN: TIM BANGGAI RAYA
Terik mentari Ahad, siang kemarin cukup menyengat. Udara panas ditambah dengan derung kendaraan dan asap dari knalpot maupun debu beterbangan menyatu. Debu bercampur keringat menempel di pakaian. Meskipun begitu, warga yang memadati pinggiran jalan areal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung tak sedikit pun mengakhiri penantian mereka yang hendak melihat langsung Presiden ke 7 Indonesia itu. Ya, melihat dari dekat, sembari menunggu sapaan khasnya terhadap warga.

Setiap kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke seluruh penjuru pelosok negeri ini tak pernah lekang dari penantian warga. Presiden yang satu ini dikenal dekat dengan rakyat. Tak segan-segan ia menyapa, menyalami langsung jemari warga.

Kebiasaannya itulah yang menumbuhkan kecintaan warga. Tak terkecuali warga di daerah ini.

Inilah alasan warga bersemangat datang dari jauh, berjam-jam menunggu. Hanya untuk melihat maupun menantikan sapaan khasnya.

Banggai Raya mencatat, terdapat beberapa titik penantian warga. Seperti; jalan arena Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung, terus di kawasan wisata laut KM 5 serta jalan komplek Masjid Agung Annur.

Joko Widodo, Presiden yang mulai dikenal ketika menjabat Wali Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah bukanlah sosok baru. Presiden yang sudah memasuki tahun akhir masa jabatannya itu dikenal melalui pemberitaan media televisi dengan kebiasaannya blusukan.

Kehadiran pria berusia yang pernah memimpin DKI Jakarta itu bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu dalam rangka peresmian Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Bubung bersama bandar udara lainnya. Agendanya hanya itu, meresmikan Bandara SAA Amir. Tidak ada agenda lain.

Warga mengaku, telah mengetahui melalui pemberitaan media cetak terbitan Luwuk bahwa agenda Presiden Joko Widodo hanya meresmikan bandara. Walaupun sudah mengetahui hanya menghadiri agenda tersebut, tapi warga masih tetap menaruh harap bahwa Presiden Jokowi akan menyalami dan menyapa warga secara langsung.

“Kitorang ini so tahu, kalau presiden cuma mo datang baresmikan bandara. Cuma siapa tahu dia mo turun kamari, kan torang bisa basalaman,” tutur Indra, warga Luwuk ketika menanti di pinggiran jalan arena bandara.

Agenda Presiden teratur dan terencana. Namun, biasanya Presiden Joko Widodo senantiasa menyempatkan diri berbaur dengan masyarakat. Presiden tak membatasi warga untuk sekadar bersalaman dengannya.

“Makanya torang batunggu ini, siapa tahu presiden tetap turun (dari arena bandara),” kata warga lainnya.

Indra dan mengaku, telah berada di jalan arena bandara sejak pukul 13.00 Wita. Bukan hanya Indra, warga lainnya pun demikian.

Sumiati misalnya. Warga Biak, Kecamatan Luwuk Utara ini mengaku, tak sendiri. Dirinya bersama anggota keluarga malah menyewa mobil angkutan kota untuk mengangkut pulang-pergi dari Biak ke Bandara Bubung. “Saya ini satu keluarga naek oto. Mo baliat presiden,” kata Sumiati.

Mereka bersemangat, karena Presiden Joko Widodo dalam setiap kunjungan kerjanya selalu bersedia berdialog, bersalaman bahkan rela diajak berswafoto. Kebiasaannya inilah yang ditunggu masyarakat. Jarang bisa bersalaman dengan orang nomor satu di negeri ini.

Ada pula warga yang rela berjalan kaki. Ido namanya. Warga Jalan Rajawali, Kelurahan Luwuk ini berjalan kaki dari kediamannya menuju Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Masjid Agung Annur Luwuk.

Ido membawa dua buah hatinya. Ido berharap, Presiden Joko Widodo akan melewati jalur tersebut.

Dia mendapatkan informasi dari tetangga dan teman-temannya bahwa rombongan Presiden Joko Widodo itu akan melewati jalan tersebut.

Demikian halnya dengan warga lainnya. Kedatangan Presiden untuk kali kedua ini tak ingin mereka sia-siakan.

Bahkan, hingga menjelang Sholat Magrib, mereka masih berharap Presiden Jokowi akan tetap menyusuri jalanan itu sambil menyapa warga seperti biasa kebiasaan Presiden.

Warga bubar setelah Sholat Magrib, setelah melihat aparat yang berjaga mulai meninggalkan lokasi. ***