WARGA DIHIMBAU WASPADA

*Rumah Warga Terendam, Pemda Perbaiki Infrastruktur Rusak


BANGGAI RAYA- Warga yang terkena dampak banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi selama sehari diminta untuk tetap waspada. Permintaan untuk meningkatkan kewaspadaan bersama itu diungkap Bupati Herwin Yatim kepada Banggai Raya via telepon genggamnya, Rabu (30/5/2018) tadi malam.

Terhadap kondisi yang dialami warga di sejumlah desa di berbagai kecamatan, Bupati Herwin Yatim meyakinkan bahwa Pemda Banggai tidak tinggal diam. Pemda berkewajiban menangani masalah rakyatnya. “Kepada seluruh masyarakat yang terkena banjir, tim teknis Pemda Banggai terdiri dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Dinas Sosial serta Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah turun memantau,” tutur Bupati Herwin di ujung ponselnya.

Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Lamala, Masama, Nambo, Kintom, Batui, Batui Selatan, Kecamatan Toili serta Moilong akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ini.

Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika yang diterima Herwin Yatim bahwa curah hujan tidak seperti biasanya. Kondisi ini diakuinya, membutuhkan perhatian dan peningkatan kewaspadaan bersama.

Dirinya memastikan bahwa infrastruktur yang rusak akibat banjir tersebut akan segera ditangani. “Insya Allah, infrastruktur yang rusak akan segera ditangani,” tekan dia.

Sementara rumah dan fasilitas publik lainnya yang masih terendam banjir kata dia, akan dibuat perencanaan di areal pemukiman warga. Sehingga, dampak banjir kedepan tidak akan terulang seperti genangan air tidak mengarah ke rumah warga atau tidak dalam jangkan waktu lama genangannya langsung surut.

“Kedepan pemda akan mencari solusi, sehingga genangan air banjir bisa tidak dalam beberapa jam, tetapi bisa langsung masuk atau terbuang ke laut. Di antaranya, pembuatan drainase dan gorong-gorong atau box culvert yang lebih besar dan membuat aliran sungai yang lebih besar/normalisasi sungai,” demikian Herwin Yatim.

RUMAH WARGA DIGENANGI AIR

Berdasarkan data yang dihimpun Banggai Raya, hingga malam tadi, terdapat beberapa titik banjir menggenangi perumahan warga.

Di Desa Runsa Kecana, Kecamatan Toili, empat kepala keluarga terpaksa harus dievakuasi oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 11.00 Wita. Menyusul debit air di wilayah itu terus bertambah akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak malam Rabu dini hari.

Danramil 1308/03 Batui, Kapten Inf Herman mengatakan, warga yang rumahnya terendam banjir dievakuasi ke rumah warga yang berada di ketinggian. Empat kepala keluarga yang telah dievakuasi tersebut keluarga Arpan (60), Keluarga Misjan (57), keluarga Sumarno (40) keluarga Bawon (34). Evakuasi yang dilakukan oleh Babinsa tersebut berupa menyelamatkan barang berharga milik warga.

“Empat rumah warga yang terendam itu berada di daerah rendah, banjir juga menutup badan jalan Trans Sulawesi di Desa Rusa Kencana sekitar 1 KM dengan ketinggian mencapai 50 Cm. Hingga pukul 18.00 Wita, kondisi air belum juga surut,” kata Kapten Herman.

Selain evakuasi, pihaknya juga telah menghimbau kepada warga yang berada di daerah yang mudah dilalui banjir untuk berhati-hati dan selalu melihat kondisi air. Mengingat, saat ini kondisi curah hujan terus bertambah.

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, sejak Selasa malam (29/5/2018) akibat curah hujan yang cukup tinggi, luapan air menutup bandan jalan yang menghubungkan Desa Bahari Makmur dan Tangeban. Akses jalur darat yang menghubungkan Kecamatan Masama dan Lamala putus.

Warga memilih akses jalur laut dari Desa Kota Raya ke Desa Bone Bakal. Selain itu, tambak ikan milik warga ikut direndam banjir. Belum dipastikan berapa kerugian warga. Sedangkan untuk Kecamatan Balantak Selatan ada pula rumah yang ikut direndam banjir, belum dipastikan berapa jumlah rumah, tetapi informasi menyebutkan banjir terjadi di Desa Sepe dan Desa Dondo.

Terpisah Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol Nurman Syahreda dikonfrimasi mengatakan, terkait dengan musim penghujan sejak beberapa hari ini, telah diinstruksikan kepada Danramil dan Babinsa yang berada di wilayah teritorial Kodim 1308 Luwuk Banggai membawahi Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut, agar berkoordinasi dengan aparat kewilayahan lain. Dengan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan tanah longsor serta angin dan bencanan lainya.

Dandim Nurman Syahreda juga menginstruksikan untuk membantu melakukan evakuasi warga sewaktu terjadi bencana banjir, tanah longsor dan bencana lainya.

“Saya telah perintahkan agar jajaran saya untuk siaga melakukan pemantauan kondisi warga yang berada di lokasi yang mudah terkena bencana banjir, tanah longsor, kemudian membantu melakukan evakuasi warga yang terancam banjir. Himbauan ini bukan hanya tugas BPBD saja, tetapi tugas semua pihak termasuk kita TNI untuk mengamankan rakyat dari bencana, sehingga tidak terjadi Korban,” tegas Dandim Nurman Syahreda.

Kata dia, Rabu (30/5/2018), bencana banjir tidak hanya terjadi di wilayah Banggai, tetapi di Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Banggai Kepulauan. Di Kabupaten Banggai Laut, banjir melanda Kelurahan Tano Bonunungan, Kecamatan Banggai, sekitar pukul 15.55 Wita air meluap ke permukaan jalan dan merendam rumah warga setinggi 20 Cm. Sampai saat ini, kondisi air di Keluarah Tano Bonunungan belum juga surut akibat curah hujan belum reda.

Situasi yang sama juga terjadi di Desa Malanggong, Tataba, Labasiano, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Di Desa Malanggong belasan rumah warga dan fasilitas sekolah ikut terendam air dengan ketinggian mencapai 40 Cm. Akivitas sekolah diberhentikan. Saat ini warga yang rumahnya terendam dievakuasi ke lokasi ketinggian.

Menurut warga Kecamatan Buko, Rahman mengatakan, ketinggian air secara perlahan mulai naik hingga mencapai pinggang orang dewasa. Hanya saja belum ada warga yang mengungsi ke tempat lainnya, karena tercatat hanya ada 11 rumah warga di tiga dusun yang terendam banjir.

Ditambahkan Rahman, untuk dusun satu ada dua rumah warga, di dusun dua sebanyak enam rumah dan dusun tiga ada tiga rumah yang terendam banjir. Belum ada korban jiwa hanya saja diperkirakan kerugian materil mencapai jutaan rupiah.

“Data yang saya peroleh di wilayah Desa Malanggong itu ada sebelas rumah warga dari tiga dusun yang kebanjiran, belum ada korban jiwa tapi kerugian materil jutaan rupiah,” ungkapnya.

Dilaporkan juga sampai saat ini kondisi banjir belum surut, bahkan ketinggian air cenderung bertambah karena hujan masih terus mengguyur wilayah Kecamatan Buko. Warga rencananya akan diungsikan apabila ketinggian air sudah melewati ketinggian orang dewasa dan mengancam keselamatan nyawa.

Sementara di Kecamatan Toili, desa yang rumah warganya tergenang air yaitu di Mansahang, Rusakencana, Cendanapura, Tanah Abang, Jaya Kencana, Sentral Sari, Sentral Timur, Tirtakencana, Tirtasari, Mekar Kencana, Marga Kencana, Mulyasari, Tirtajaya, Saribuana, Tohitisari, dan Tolisu, Sindang Baru dan Piondo.

Dari seluruh desa yang terendam banjir, Rusakencana salah satu yang setiap tahun menjadi langganan. Rumah kepala desa (Kades) Rusakencana, Mujianto yang berbentuk panggung terendam air. Menurut tetangganya, Siti Rahmawati, Mujianto tidak mengungsi dan tetap berada di dalam rumah.

Sementara di Piondo, warga yang tengah terlelap tidur malam hari dikagetkan dengan tempat tidurnya sudah terendam air dan terbangun dalam keadaan basah kuyup. Banjir juga menyebabkan padi yang baru dipanen ludes dibawa banjir.

Yang paling merasakan dampak akibat banjir adalah warga Sindang Baru. Selain rumah sebagian warga terendam banjir, mereka juga terisolir dari desa tetangga. Kondisi tersebut akan terus dirasakan warga selama hujan tidak kunjung reda.

Dari pantauan awak media ini, tidak ada korban jiwa selama banjir terjadi. Namun warga yang rumahnya terendam terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

Kecamatan Toili yang sedang memasuki waktu panen padi, menyebabkan ratusan hektar lahan persawahan siap panen rusak terendam air. Sedangkan petani yang telah lebih dahulu panen sebagian gabahnya menjadi rusak karna tidak bisa dijemur.

Di Kecamatan Lamala Desa Bahari Makmur menyebabkan sungai desa itu meluap. Ternak milik warga menjadi korban. Lima ekor sapi mati, karena kedinginan dibawa banjir. Demikian halnya dengan tambak udang dua lokasi yang dipenuhi bibit udang dan ikan nila mencapai 300 ribu ekor milik Bahrudin Talibo ikut terbawa arus.

Kepala Desa Bahari Makmur, Armat Lamana mengatakan bahwa pada malam hari dirinya berdsama Babinsa Kopda Takdir Y. Saleh memantau lokasi perkampungan. Banyak warga yang melintasi jalan poros ini perlu bantuan untuk menyeberang. Termasuk salah satu anggota Polsek Lamala yang kembali tugas piket untuk menuju rumahnya di Desa Serese.

Beberapa tokoh masyarakat berkumpul di rumah kepala desa sempat berdialog untuk mengatasi bencana alam yang setiap musim penghujan selalu mengancam perkampungan. Fakta itu mengusik kenyamanan warga.

Parahnya lagi, ketika ketika perkebunan pohon sagu ditumbang dan dijadikan lokasi persawahan, sehingga air dengan deras mengalir di saluran sungai dan meluap saat air laut pasang.

Tanggul yang dibangun oleh pemerintah pusat sudah jebol, karena dibangun tidak maksimal. Mereka berharap, pembangunan tanggul penahan aliran air dan saluran sungai di tengah perkampungan dipindahkan salurannya. Dengan begitu, air yang ada di anak-anak sungai tidak meluap ke saluran sungai besar.

Begitu juga banjir yang melanda Desa Dondo Kecamatan Balantak Selatan. Harapan warga, jembatan yang dibangun ditambah volumenya, agar bisa menampung derasnya aliran air dalam volume besar dapat melewati jembatan tersebut.

BERDAMPAK PERTANIAN

Koordinator Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan Pangamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Aloysius Nasus mengatakan, perubahan iklim dan kondisi curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Banggai berdampak terhadap lahan pertanian warga.

Dari hasil monitoring di lapangan, areal cetak sawah yang mengalami gagal panen terdapat di Kecamatan Toili Barat, Desa Uwelolu. Per tanggal 28 Mei 2018, sebanyak 763 hektar persawahan yang mengalami puso. Kemudian per tanggal 30 mei 2018, areal sawah yang mengalami puso juga bertambah seluas 4,8 hektar.

Sedangkan untuk Kecamatan Toili, Moilong, Batui Selatan, Batui, Masama dan Lamala, saat ini sedang dilakukan pemantauan di lapangan. Di kecamatan tersebut juga sedang dalam tahap pengelolaan lahan dan sebagian pula dalam tahap pembibitan. Pihaknya juga telah menghimbau kepada petugas POPT dan PHL POPT, supaya dimonitoring tanaman pangan hortikultura dan perkebunan dampak akibat perubahan iklim (DPI) banjir. NAL/MAD/IKB/CR2/MIN

Catatan dari Hari Nusantara 2018 di Tangkiang

harnus tangkiang
Warga yang menyaksikan parade kapal perang pada Hari Nusantara di Pelabuhan Tangkiang. FOTO ISKANDAR



Oleh Iskandar Djiada

Menjaga Laut Merangkai Indonesia


BANGGAI RAYA-Dalam beberapa hari terakhir, Pelabuhan Tangkiang di ujung selatan Kecamatan Kintom, sontak terkenal. Tak hanya menjadi terkenal di kalangan warga Kabupaten Banggai, pelabuhan yang berjarak sekira 40 kilometer dari pusat Kota Luwuk itu, juga menjadi perhatian berbagai kalangan di Sulawesi Tengah dan bahkan nasional.

Ribuan warga, secara bergelombang mendatangi kawasan pelabuhan bongkar muat barang tersebut sejak hampir sepekan terakhir, menyusul penetapan kawasan itu sebagai lokasi peringatan Hari Nusantara. Bukan untuk melihat aktivitas harian pelabuhan, namun kedatangan warga, demi menyaksikan dan mengabadikan langsung alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Sejak pekan lalu,  sejumlah kapal perang kebanggaan Republik Indonesia, memang berlabuh di dermaga Pelabuhan Tangkiang, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Nusantara yang puncak acaranya jatuh pada Kamis, 13 Desember 2018, kemarin. Hari Nusantara, yang tahun 2018 ini digelar di Kabupaten Banggai dan dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, dihadiri langsung Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Berbagai kegiatanpun digelar, mulai dari aksi bersih pantai yang sukses membuat kawasan pesisir pelabuhan itu menjadi super bersih, lomba mancing, bakti sosial kesehatan yang digelar di Puskemas Uling dan di atas kapal bantu rumah sakit KRI dr. Suharso-990, tour atau mengunjungi kapal perang bagi warga, hingga atraksi matra laut yang dipersembahkan oleh pasukan khusus TNI Angkatan Laut dari kesatuan Detasemen Jalamengkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska) serta Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir. Berbagai atraksi mulai dari terjun payung, terjun bebas dari helikopter ke atas laut, terjun payung dengan sasaran pendaratan di atas ponton apung serta keahlian mengendarai jetski dan ditutup dengan parade kapal atau sailing pass, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sejak masa awal latihan hingga puncak acara Kamis kemarin. TNI Angkatan Laut sendiri mendatangkan lima Kapal perang Republik Indonesia atau KRI, yakni KRI dr.Suharso, KRI Banda Aceh, KRI Madidihang, KRI Untung Suropati dan KRI Ajak, ditambah dengan satu unit kapal dari Bakamla.

Secara umum, seluruh rangkaian acara peringatan Hari Nusantara yang menyedot perhatian ribuan warga Kabupaten Banggai itu berlangsung lancar, aman dan sukses. Sebagaimana pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo, Kamis (13/12/2018), meski hanya dalam waktu singkat, namun Kabupaten Banggai bisa mempersiapkan dan menggelar kegiatan dengan baik serta sukses. Karenanya, Mendagri atas nama Presiden RI Joko Widodo, menyampaikan apresiasi pada Bupati Herwin Yatim dan jajarannya yang sukses menggelar kegiatan nasional tersebut.

Namun di balik suksesnya kegiatan, mungkin banyak yang belum terlalu paham dengan apa itu Hari Nusantara. Tak heran, bila beberapa hari sebelumnya, ada kelompok massa yang dengan pengetahuan terbatasnya, mempersamakan kegiatan Hari Nusantara dengan sebuah kegiatan lain. Beberapa pihak memang tidak paham atau bisa jadi buta sejarah tentang perjalanan bangsa sejak kemerdekaannya, hingga kemudian bisa memiliki kedaulatan penuh, termasuk berdaulat di laut.
Hari Nusantara yang setiap tahun diperingati tanggal 13 Desember, bermulai dari kondisi bangsa Indonesia pasca kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, yang oleh negara lain hanya diakui berdaulat di darat. Perairan yang mengelilingi pulau-pulau ketika itu, dianggap sebagai laut bebas. Kondisi ini tentu mengancam kedaulatan Republik Indonesia. Karenanya, di masa sistem parlementer dan kepala pemerintahan dijabat Perdana Menteri Republik Indonesia Djuanda Kartawidjaya, lahirlah gagasannya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia yang seutuhnya dengan menjadikan laut sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.  Lahirlah dokumen yang disebut sebagai Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja, adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.
Sebelum deklarasi Djuanda, wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya, dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia, tetapi waktu itu belum diakui secara internasional.
Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar (kecuali Irian Jaya), terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8.069,8 mil laut.

Setelah melalui perjuangan yang penjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
Pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Penetapan hari ini dipertegas oleh Presiden Megawati dengan menerbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional tidak libur.

Isi dari Deklarasi Juanda yang ditulis pada 13 Desember 1957, menyatakan: (1) bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri, (2) bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan, (3) ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan : (1) untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat, (2) untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan, (3) untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.

Dekalarsi Djuanda sendiri dianggap sebagai pernyataan resmi kemerdekaan yang kedua, karena mempertegas bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat di darat dan di laut. Laut bukanlah pemisah bagi pulau-pulau di gugusan kepulauan Republik Indonesia, namun pemersatu gugusan kepulauan tersebut. Menjaga laut dan kedaulatannya, sama dengan menjaga Indonesia, sebab laut adalah kawasan yang merangkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah penetapan Hari Nusantara, pemerintah kemudian menunjuk Kementerian Dalam Negeri sebagai penyelenggara, dengan operasional di lapangan dilakukan oleh oleh TNI Angkatan Laut, sebagai penjaga dan pengawal kawasan laut Republik Indonesia. Karenanya, peringatan Hari Nusantara sangat lekat dengan TNI Angkatan Laut, termasuk peringatan yang baru saja digelar di Pelabuhan Tangkiang, Kabupaten Banggai.

Selain untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah laut, Hari Nusantara juga menjadi momen untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa di laut ada potensi kekayaan nasional yang besar, dan bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat serta pembangunan bangsa. Dalam istilah yang disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo kemarin, sudah saatnya bagi kita untuk tidak memunggungi laut.

Momentum Hari Nusantara, harus dimanfaatkan pula untuk mempertegas sikap seluruh elemen untuk menolak perusakan laut, dan siap melawan praktik-praktik perusakan sumber daya dan biota laut.  Termasuk dalam hal terkecil, adalah menolak  praktik tak terpuji yang menjadikan laut sebagai tempat berbagai jenis sampah. Dalam skala paling kecil inilah, seluruh elemen di Kabupaten Banggai bisa menunjukkan perannya untuk menjaga kawasan perairan agar tetap bersih dan lestari, sehingga bisa menjadi sumber kehidupan di masa mendatang. Selamat Hari Nusantara.**

Kemenhub Buka Rute Tol Laut Pelabuhan Tangkiang


 BANGGAI RAYA- Upaya Bupati Herwin Yatim mendorong Pelabuhan Tangkiang menjadi salah satu rute tol laut, mendapat respon baik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Jumat, (7/12/2018) Bupati Banggai Herwin Yatim menemui Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub RI. Hasilnya, Kemenhub menyetujui rute jalur tambahan untuk tol laut, Surabaya-Makassar-Kendari-Tangkiang.

“Tadi pagi (kemarin, red) saya berkomunikasi degan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub. Yang mana salah satu hasilnya adalah disetujuinya rute jalur tambahan untuk tol laut Surabaya, Makassar, Kendari dan Pelabuhan Tangkiang,” tulis Bupati Herwin Yatim via WhatsApp, Jumat (7/12/2018).

Dengan tambahan rute tol laut Pelabuhan Tangkiang, secara otomatis jalur tol laut di Kabupaten Banggai bertambah, setelah sebelumnya ditetapkan jalur tol laut pelabuhan Bunta dan Pagimana. “Dengan masuknya kapal tol laut ke Pelabuhan Tangkiang, berarti sudah ada dua jalur pengangkutan barang dari Luwuk. Sebelumnya ada jalur tol laut Pelabuhan Bunta dan Pagimana yang telah dioperasikan beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia menjelaskan melalui program tol laut akan membuka akses bagi pengusaha lokal dan masyarakat memasarkan produknya dalam jumlah yang besar. Disamping itu kebutuhan akan barang campuran yang masuk ke Kabupaten Banggai akan dengan mudah didapatkan dengan harga murah dan terjangkau.

“Program tol laut ini sangat membuka peluang memasarkan hasil produk dengan biaya murah dan terjangkau. Karena setiap barang dalam satu kontener biayanya telah disubsidi oleh pemerintah. Dengan subsidi itu, akan menghemat biaya pengangkutan hingga 40-45persen,” cetusnya. NAL

Keterangan Foto: PERTEMUAN Bupati Herwin Yatim dengan Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Kemenhub membahas kerja sama rute tol laut di Kabupaten Banggai. Nampak mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banggai Kepulauan, Rais D. Adam. FOTO: ISTIMEWA

Rakor Ops Ketupat 2018, PLN Surplus Daya, Stok BBM Aman

BANGGAI RAYA- PLN Cabang Luwuk memastikan pelayanan listrik di daerah ini tidak ada masalah. PLN Luwuk memiliki surplus daya, seperti di Kecamatan Bualemo, kondisi pelayanan listrik telah maksimal. Sebab, PLN telah menambah mesin. Demikian halnya dengan di wilayah Kota Luwuk, PLN memiliki surplus daya.

Kepastian itu terungkap ketika rapat koordinasi Operasi Ketupat Tinombala 2018 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Selasa (5/4/2018). Pertemuan itu dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah OPD Pemda Banggai, Kepala BUMN serta para Kapolsek.

Untuk pelayanan listrik di Kecamatan Bunta, Nuhon dan Simpang Raya, PLN telah menambah satu mesin. Makin maksimal pelayanannya, karena selain disuplai tenaga dari PLN Ranting Ampana dibantu pula pembangkit listrik di Bunta. Di tiga kecamatan itu, terbilang surplus daya.

Kondisi yang sama juga di wilayah Toili, Toili Barat, Moilong, Batui Selatan dan sebagian wilayah Batui juga mengalami surplus.

Sedangkan untuk Masjid Agung, PLN Luwuk telah menyiapkan satu unit mesin genset. Ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Pada intinya untuk seluruh wilayah di Kabupaten Banggai memiliki surplus daya, dan tidak ada persoalan. Begitu juga dengan karyawan PLN juga disiagakan. PLN tidak ada libur, sejumlah karyawan disiagakan,” ungkap salah satu perwakilan PLN Cabang Luwuk.

Selain urusan listrik, pertemuan tersebut juga membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Sepuluh hari kedepan, stok Pertalite tersedia. Begitu juga dengan stok lainya juga masih tersedia untuk 12 hari kedepan. Bahkan jika tidak ada kendala suplai BBM akan segera tiba, tergantung kondisi cuaca,” ujar perwakilan Pertamina.

Kendala suplai BBM ke wilayah Bunta dan Pagimana diakibatkan longsor, sehingga Pertamina meminta kepada intansi teknis selalu siaga ketika terjadi longsor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banggai, Paiman Karto menyampaikan titik lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga. Menurutnya, lokasi wisata itu adalah Pantai Minahaki, Kecamatan Toili, pantai hek Kecamatan Nuhon, wisata Salodik, Pulo Dua Kecamatan Balantak Utara serta pantai KM 5.

Lokasi wisata tersebut ramai dikunjungi selama sepekan pascalebaran atau yang disebut dengan lebaran ketupat.

Dinas Perhubungan Banggai menyampaikan kesiapannya. Instansi ini menyiapkan sejumlah pos yang ditentukan oleh Polres Banggai. Arus mudik dan arus balik lebaran juga diantisipasi Dinas Perhubungan.

Saat ini, kendaraan yang tersedia di Terminal Biak berjumlah 134 armada. Armada itu melayani wilayah utara dan selatan Kabupaten Banggai. Sedangkan untuk Terminal KM 8, sebanyak 54 unit armada melayani trayek menuju Batui, Toili hingga Baturube.

Seandainya terjadi lonjakan penumpang, Dishub akan menyiapkan armada cadangan seperti angkutan kota. Pemprov Sulteng juga menyiapkan armada gratis khususnya yang mudik dari Palu tujuan Luwuk.

Kepala Syahbandar Luwuk menyampaikan kondisi saat ini lonjakan penumpang melalui pelabuhan Luwuk menuju Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan Maluku Utara masih sepi.

Seandainya terjadi lonjakan penumpangan, pihak syahbandar telah mengantisipasi dan telah menyiapkan sejumlah armada laut. Untuk saat ini, armada laut yang tersedia adalah kapal ferry, kapal cepat dan kapal penumpang yang aktif melayani penyebarangan ke Balut dan Bangkep.

“Kita juga telah kedatangan kapal kapal cepat dan akan beroperasi mulai tanggal 7 Juni. Untuk jadwal pemberangkatanya dari pelabuhan Luwuk pukul 13:00 Wita menuju Banggai Kepulauan. Sedangkan untuk jadwal kapal Tilong Kabila akan tiba setelah tiga hari pascalebaran. Masalah lonjakan penumpang kapal yang melayani penyeberangan Luwuk-Bangkurung telah teratasi dan tidak mengalami kejadian seperti tahun kemarin. Saat ini, kapal yang melayani penyeberangan Luwuk-Bangkurung sebanyak tiga unit kapal,” ujar Kepala Syahbandar Luwuk.

Rakor Operasi Tinombala tersebut dipimpin Kapolres Banggai, AKBP. Moch Soleh. Pertemuan digelar di ruang rapat umum Mapolres Banggai.

Kapolres AKBD Moch. Sholeh menyatakan bahwa pertemuan itu menyamakan persepsi, konsep dan pola tindak dalam kegiatan pengamanan seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. MAD

Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp3,8 M



Suasana kegiatan Focus Grup Discussion untuk Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Sebanyak 214 badan usaha yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai menunggak iuran kepesertaan dengan estimasi sekitar Rp3,8 miliar.

Ratusan badan usaha itu tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Informasi tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banggai, Sahid Wahid saat kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Evaluasi Kerja Sama Operasional dan Rencana Kerja Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Banggai Tahun 2019, Kamis (20/12/2018).

Rapat kerja sama operasional ini digelar di Hotel Swiss Bellin Luwuk yang dipimpin langsung Ketua Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro.

“Sampai saat ini terdapat 214 badan usaha yang menunggak iuran estimasi total Rp3,8 miliar,” ujar Sahid Wahid.

Lebih rinci, usai kegiatan tersebut kepada media ini Sahid mengatakan, angka Rp3,8 miliar itu masih perkiraan. “ Nanti kedepannya akan dilakukan kunjungan bersama dengan teman-teman di Forum Kepatuhan dan Pengawasan. Apabila masih tidak kooperatif akan dilakukan tindakan hukum,” katanya.

Agar semua perusahaan taat membayar iuran kepesertaan di program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, kedepan ia akan membuat surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejari Banggai untuk melakukan penagihan. “Sebenarnya angka Rp3,8 miliar itu belum bisa dipastikan, karena sistem membaca juga yang belum membayar iuran di bulan Desember. Sementara dikatakan menunggak itu apabila di atas tiga bulan,” terangnya.

Ia menerangkan, perusahaan yang tidak membayar iuran di atas tiga bulan, sebanyak 107 badan usaha. Kisarannya sekitar Rp1,1 miliar.

Kemudian, Kajari Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro dalam arahannya mengatakan, kedepan seluruh perusahaan yang menunggak iuran agar diproses dengan ketentuan, namun tetap dalam kaidah hukum yang berlaku.

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) memaparkan, untuk pendaftaran perizinan perusahaan telah menggunakan sistem online single submission (SOS) atau dikenal dengan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Sehingga, ia berharap BPJS Ketenagakerjaan bisa membantu untuk menyosialisasikan yang lebih intensif terkait hal itu.

Sementara, Korwil Pengawas Ketenagakerjaan Sulteng untuk Wilayah Banggai, Jein Akumoh berharap, kedepannya anggota forum ini dapat terjun langsung ke lapangan (badan usaha) untuk mengecek langsung tenaga kerja dan kepesertaannya pada BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi seperti banyak kasus tenaga kerja yang tidak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Seperti disampaikan oleh Ketua SBSI Banggai, Iswanto Hasan. Dari beberapa kasus ketenagakerjaan yang didampinginya, rerata kasus mengenai upah di bawah standar dan tidak mendapatkan jaminan sosial, utamanya BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum menutup kegiatan FGD, Ketua Forum Kepatuhan dan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan, Ramdhanu Dwiyantoro berharap dalam kuartal pertama 2019 tidak ada lagi badan usaha yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. JAD

Imigrasi Banggai Tangani Kasus WNA

BANGGAI RAYA- Kantor Imigrasi Kelas III Banggai telah menangani tindakan administrasi keimigrasian dari berbagai Warga Negara Asing (WNA). Yakni, WNA Tiongkok sebanyak 29 kasus dan Srilanka 14 kasus. Demikian dijelaskan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banggai, Novly TN Momongan kepada Banggai Raya di ruang kerjanya, Rabu (2/1/2019).

Jenis pelanggaran yakni over stay sebanyak 28 kasus dan penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 14 kasus dan eks narapidana umum 1 kasus. Atas pelanggaran yang dilakukan, maka penindakan administarsi yang dilakukan terhadap WNA adalah pengenaan biaya beban 28, pedetensian 15, deportasi 1 WNA dan penangkalan satu orang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banggai, Novly TN Momongan menjelaskan, pengenaan biaya beban sampai dengan 28 Desember sebanyak Rp45.900.000. Peningkatan pelayanan dari pemeriksaan khusus Donggi Senoro LNG yang masuk keluar dengan kapal non reguler yakni 53 kapal dengan 490 crew WNI dan 891 crew WNA tahun 2017, meningkat menjadi 70 kapal dengan 667 Crew WNI serta 1.254 WNA pada tahun 2018.

Dijelaskannya, peningkatan pelayanan dan pengawasan yang menunjang peningkatan PNPB tersebut tidak lepas dari keberadaan warga negara asal China/Tiongkok yang jumlahnya begitu banyak, khususnya di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Kabupaten Banggai.

“Saat ini pengawasan yang dilakukan sangat terbatas, karena jarak tempuh ke lokasi yang cukup jauh. Itu memakan waktu 16-18 jam dari kantor. Tapi kami selalu berupaya optimal dalam melaksanakan fungsi pengawasan dalam hal penindakan pada setiap warga Negara Asing yang datang berkunjung di wilyah pengawasan Kantor Imigrasi Banggai,” tutur Novly.

Novly juga berharap peran serta masyarakat dan stakeholder dalam mendukung program yang diemban insan imigrasi, termasuk dukungan dari pemerintah Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Kabupaten Tojo Una-una, Morowali dan Morowali Utara. Karena kerjasama yang baik demi mengawal proses pembangunan pemerintahan nasional. SAH

Sesepuh Adar Batui Pecah, Proses Pengantaran Tumpe Terjadi Dua Kubu

Telur dari rumah adat Batui diantar ke Banggai.FOTO: AHMAD LABINO

BANGGAI RAYA-Prosesi ritual adat pengantaran Telur Burung Maleo atau yang disebut Tumpe oleh masyarakat Adat Batui tidak seperti tahun sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya proses pengantaran Tumpe dimulai dari dari rumah adat Batui menuju ke perahu yang siap mengantarkan Tumpe ke Karaton Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Namun di Tahun 2018 pada Minggu (2/12/2018), upacara pelepasan Tumpe dilakukan di dua tempat berbeda, akibat terjadi perpecahan sesepuh adat dan perangkat adat Batui, mulai dari Bosanyo, Lembaga Adat, Binsilo, Dakanyo sampai ke pemangku adat.

Telur dari rumah kediaman Bosanyo diantar ke Banggai.FOTO : AHMAD LABINO

Di kubu satu, Dakanyo Batui, Binsilo Balantang, Binsilo Katudunan bersama perangkat adatnya melakukan upacara pelapasan Tumpe dari rumah adat Batui, menuju perahu pengangkut yang berada di Kelurahan Bugis, Kecamatan Batui.

Sedangkan di kubu lainnya, Dakanyo Tolando dan Dakanyo Kolam bersama Bosanyo Batui dan Bosanyo Langkoyang, melakukan upacara sendiri. Upacara pelepasan Tumpe bertempat di rumah kediaman Bosanyo Batui, Talib Agama di Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui.   
Belum diketahui terjadinya perpecahan antara sesepuh adat di Batui, hanya saja prosesi pengantaran telur Tumpe tersebut terjadi dua kubu. Keduanya dengan menggunakan masing-masing perahu membawa telur ke Karaton Banggai, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.
Amatan wartawan ini, upcara pelepasan telur Maleo di rumah adat Batui dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Camat Batui, Faisal Karim, Musdar Amin. Sedangkan upacara pelepasan Tumpe yang dilaksanakan di rumah Kediaman Bosanyo Batui, dihadiri oleh Kapolsek Batui Iptu Candra dan Danramil Batui Kapten Inf Herman B.

Proses pengantaran Tumpe dari rumah Bosanyo dimulai sejak pukul 13.00 Wita, menuju kelurahan Tolando untuk diangkut ke perahu.

Sedangkan pengantaran Tumpe dari rumah adat Batui menuju Kelurahan Bugis dilakukan sekitar pukul 15.30 Wita untuk diangkut ke perahu. MAD

Bupati Balut: Guru Miliki Sejuta Ilmu


BANGGAI RAYA – Dalam rangka memperingati Hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia yang ke-73, Pemda Banggai Laut (Balut)menggelar upacara bendera pada Senin (26/11/2018) di Desa Matangga, Kecamatan Banggai Selatan.

Pada upacara tersebut, Bupati Banggai Laut, H. Wenny Bukamo bertindak sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri oleh Sekda Balut, Furqanuddin Masulili dan sejumlah Pimpinan OPD. Tak hanya itu, upacara juga dipadati dewan guru se Banggai Laut.

Setelah pelaksanaan uparaca, dilanjutkan dengan kegiatan Konferensi Kabupaten ke-II PGRI Balut yang dibuka langsung oleh Bupati H. Wenny Bukamo.

Pada kesempatan itu, Bupati Wenny Bukamo berharap agar di konferensi ke II kali ini bisa menghasikan rekomendasi. “Saya tegaskan dan berharap agar pada Konferensi Kerja Kabupaten ke-II PGRI ini bisa mengahasilkan rekomendasi khususnya di bidang pendidikan yang diperuntukan pada pemerintah daerah,” harap orang nomor satu di Balut itu.

Menurutnya, hal itu agar kebijakan Pemda Balut di bidang pendidikan bisa tepat sasaran dan berdaya guna. “Dengan mengunakan prinsip efektif dan efisien demi kemajuan pendidikan di kabupaten yang kita cintai ini,” kata Wenny.

Di akhir sambutannya, Bupati Wenny meminta agar dialog terbuka itu bisa dilakukan kapan saja dengan diprakarsai oleh PGRI. “Karena dalam jiwa para guru tersimpan sejuta ilmu, karena yakin dan percaya dalam jiwa guru pasti banyak aspirasi yang tidak tersampaikan,” tuturnya.

Usai membuka konferensi, Bupati H. Wenny Bukamo serta beberapa OPD melakukan peninjauan pada beberapa obyek bangunan pemerintah baik yang dianggarkan tahun ini maupun beberapa tahun lalu di wilayah Desa Matangga yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Banggai Selatan. ASW

Keterngan Foto: Bupati Balut, Wenny Bukamo selaku inspektur upacara di HUT PGRI ke-73. FOTO: ASWAN BASIR

Bakti Kesehatan Awali Harnus


BANGGAI RAYA-Rangkaian kegiatan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2018 yang digelar di Kabupaten Banggai dan puncak acaranya jatuh pada Kamis (13/12/2018), telah dimulai sejak Selasa (11/12/2018). Kegiatan yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom itu, diawali dengan kegiatan bakti kesehatan berupa pelayanan kesehatan gratis terhadap warga Kabupaten Banggai.

Untuk Selasa kemarin, kegiatan bakti kesehatan digelar di dua lokasi, yakni di Puskesmas Uling Kecamatan Kintom, dan di atas KRI dr Suharso-990 yang berlabuh di Pelabuhan Tangkiang.

Wakil Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan TNI Angkatan Laut Letkol L (K) Joko Haryono, SE yang ditemui di sela-sela kegiatan bakti kesehatan di Puskesmas Uling, Selasa kemarin, mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan berupa pengobatan akan berlangsung selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (11-12/12/2018). Untuk pengobatan hari pertama kemarin dan Rabu ini, dilaksanakan di Puskesmas Uling dan KRI dr. Suharso, sementara pelaksanaan hari ketiga pada Kamis besok, hanya dilaksanakan di KRI dr. Suharso.  “Jadi kegiatan pelayanan kesehatan untuk warga ini dilaksanakan selama tiga hari,” tuturnya.

Guna menunjang kegiatan bakti kesehatan itu kata Joko, TNI Angkatan Laut mengerahkan 76 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat, ditambah dengan lima dokter umum dan tiga dokter gigi dari Dinas Kesehatan, serta petugas PPLKB dan petugas unit transfusi darah. Kegiatan bakti kesehatan terdiri dari pengobatan umum dengan target 1.000 orang, pemeriksaan kesehatan gigi untuk 150 orang, khitanan atau sunatan massal untuk 150 orang dan operasi katarak untuk 50 orang serta donor darah. Khusus untuk operasi katarak kata Joko, dilaksanakan di KRI dr. Suharso yang merupakan rumah sakit apung atau kapal bantu rumah sakit (BRS) TNI Angkatan Laut.

Pemeriksaan kesehatan untuk warga yang merupakan bagian tak terpisahkan Hari Nusantara, mendapatkan apresiasi masyarakat dan pemerintah desa. Mereka menyatakan terima kasihnya pada pemerintah, khususnya TNI Angkatan Laut, yang telah melaksanakan pelayanan kesehatan bagi warga.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hari Nusantara yang digelar setiap tanggal 13 Desember, untuk tahun 2018 ini dilaksanakan di Kabupaten Banggai. Kegiatan yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom, diisi dengan sejumlah kegiatan mulai dari pelayanan kesehatan, parade kapal atau sailing pass, upacara pada Kamis besok serta berbagai kegiatan lain. Pada puncak acara Kamis besok, akan ada pula tarian kolosal yang diikuti ratusan penari.DAR

KETERANGAN FOTO: Pemeriksaan kesehatan untuk warga yang dilaksanakan tim kesehatan TNI Angkatan Laut dan Dinkes Banggai. FOTO ISKANDAR

Terima Kasih Bapak Presiden

jokowi-herwin
Bupati Banggai Herwin Yatim mengalungkan selendang dari Tenun Nambo kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Minggu (23/12/2018). FOTO: ISTIMEWA


BANGGAI RAYA- Kehadiran Presdien Joko Widodo di Kota Luwuk dalam rangka meresmikan pembangunan terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir, menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat dan Pemda Banggai.

Hadirnya Jokowi yang kedua kalinya di kota Berair ini (bersih, indah aman dan ramah), memberikan angin segar serta motiviasi bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.


Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo merasa puas dengan adanya Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Alhamduliah, Pak Jokowi merasa puas melihat Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang berfungsi mempermudah transportasi termasuk daerah tetangga Banggai, Banggai Laut, bahkan Kepulauan Sula,’ kata Herwin, Minggu (23/12/2018).

Herwin yang terlihat terus mendampingi Presiden Joko Widodo menambahkan bahwa Presiden RI ke-7 tersebut telah memerintahkan Kementerian Perhubungan agar menambah rute penerbangan Luwuk-Jakarta untuk penumpang dan pengiriman barang. “Pak Jokowi langsung perintahkan Pak Menteri Perhubungan dan langsung membicarakan dengan Direktur Garuda agar dilakukan penambahan rute Luwuk Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan Banggai ini bermohon kepada Presiden Jokowi agar 2019 mendatang pembangunan infrastruktur bandara Syukuran Aminuddin Amir terus dilanjutkan, seperti penambahan luasan landasan. “Saya juga bermohon agar ada program tahun 2019 untuk pengembangan bandara seperti perluasan landasan. Insya Allah tahun depan diwujudkan,” tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memprogramkan pembangunan terminal bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. “Terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi, Kementerian Perhubungan dan semua pihak yang telah membangun infrastruktur bandara menjadi lebih baik. Terima kasih pula atas kehadiran Pak Presiden di Kota Luwuk,” terangnya. NAL

GELADI PERSIAPAN HARNUS, Decak Kagum Warga Saksikan Atraksi TNI AL



BANGGAI RAYA- Guna mematangkan pelaksanaan kegiatan Hari Nusantara tahun 2018 yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkiang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, pasukan TNI Angkatan Laut sebagai kesatuan yang terkait erat dengan kegiatan kemaritiman tersebut, menggelar geladi atau pelatihan di perairan sekitar dermaga Pelabuhan Tangkiang, Senin (10/12/2018).
alah demo helli water jump atau pasukan yang melompat dari atas heli ke atas laut, serta free fall atau terjun bebas yang diikuti unit pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Khusus untuk terjun bebas pasukan khusus TNI Angkatan Laut, terdapat sasaran di atas areal pelabuhan atau mendarat di atas ponton yang ada di laut.

Setelah itu, diikuti sailing pass atau parade kapal yang diikuti kapal TNI AL yang sudah ada, yakni KRI Untung Suropati-372,  KRI Ajak-653 dan KRI Madidihang-855, disusul kapal pemerintah daerah dan kapal nelayan.



Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasukan yang diterjunkan dari Helli Bell terdiri dari tujuh orang Kopaska dari Koarmada II Surabaya. Sementara mereka yang diterjunkan dari pesawat Cassa, terdiri dari Pasukan Kopaska koarmada II,  pasukan Intai Amfibi Marinir Surabaya dan pasukan Denjaka (Detasemen Jalamangkara) Jakarta. Tidak ketinggalan dua srikandi atau prajurit wanita dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), yaitu Serda TTU/W. Yazella Agustin dan Serda TTU/W. Laila Noor, yang ikut terjun payung dan bergabung dengan pasukan khusus TNI Angkatan laut, dengan jumlah seluruhnya 17 penerjun.

Geladi yang disaksikan langsung Dansatgas Harnus 2018 Kol Laut (P) Andri Kristianto, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan KRI Ki Hajar Dewantara-364, didamping perwira staf Satgas, serta Sekretaris Kabupaten Banggai Ir Abdullah Ali didampingi sejumlah pejabat Pemda, mendapat perhatian antusias warga.

Berkali-kali terdengar decak kagum serta sorak sorai dari warga termasuk siswa yang melihat secara langsung atraksi pasukan penerjun TNI Angkatan Laut, terutama kala mereka berhasil mendarat di atas ponton apung.

Antusias masyarakat Tangkiang dan sekitarnya memang cukup tinggi. Tak hanya warga bisa, kalangan pelajar SD, SMP dan SMA juga berdatangan untuk melihat dari dekat demo terjun pasukan khusus TNI AL. Mereka ingin melihat dari dekat dan menyaksikan bagaimana pasukan khusus turun dari helli dan melompat ke laut, serta pasukan terjun payung yang mendarat dengan tepat di halaman  pelabuhan Tangkiang dan mendarat di ponton yang ada di laut. DAR/PR

KETERANGAN FOTO: Atraksi yang diperagakan pasukan khusus TNI Angkatan Laut, Senin (10/12/2018), sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Hari Nusantara. FOTO ISTIMEWA/TEDDY SUJANA

Yamaha Maxi Terlaris

Manager Marketing CV Prima Motor, Y. Reki Anis bersama motor produk Yamaha. FOTO: HERU HIDAYATULLAH
BANGGAI RAYA - Yamaha motor Indonesia tercatat sudah cukup banyak menghadirkan motor yang banyak diminati masyarakat. Meski begitu bukan berarti brand berlogo garpu tala ini berhenti dalam memproduksi motor baru. Hal ini terbukti di akhir tahun 2018 lalu dengan menghadirkan satu lagi tipe motor berkualitas dengan dengan nama “FreeGo”.

Manager Marketing CV.Prima Motor, Y.Reki Anis kepada Banggai Raya, Selasa (8/1/2019) menuturkan, FreeGo dengan mesin bluecore 125 cc ditambah dengan SMG menghadirkan era baru motor metik yang memberikan suara mesin lebih halus ketika dinyalakan dan memberikan pengalaman berkendara irit, bertenaga dan handal.

Dilengkapi electric power socket semakin praktis untuk mengisi daya gadget pengendara. Sistem kunci canggih tanpa anak kunci (Keyless). Pengisian bensin lebih praktis tanpa membuka jok.
Selain itu, FreeGo memiliki ban tubeless 12 Inch yang lebih nyaman serta stabil saat berkendara.

Ukuran bagasinya pun lebih besar,sehingga mampu menampung barang bawaan lebih banyak.

“FreeGo jenis metik kelas menengah ini lebih hemat dan bagasi yang lebih luas unggul dari maxi,” jelasnya.

Di tahun 2018 hingga saat ini, penjulan motor metik di tiga kabupatan yakni Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan mencapai 70 persen. Yamaha Maxi masih menduduki peringkat teratas permintaan pasar. “Motor khususnya untuk warga Luwuk bukan lagi barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan wajib,” jelas Reki

Tingginya minat masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai terhadap motor Yamaha juga tak lepas dukungan dan sinergi dari pembiayaan atau lising.

Kedepan, untuk semakin ‘merajai’ penjualan di tanah Babasal, teknik marketingnya akan mengembagkan lagi ke arah digital dengan memanfaatkan jejaring sosial dalam memaparkan program dan produk Yamaha. “Memang dampak lebih adanya sosmed untuk pemasaran,” akunya.

Untuk diketahui, dikutip dari situs resmi Yamaha Indonesia, Nmax meraih penghargaan sebagai Good Design Indonesia (GDI) 2018 untuk kategori transportasi sepeda motor dari Kementerian Perdagangan.

Nmax dinobatkan sebagai motor dengan Good Design Indonesia karena memiliki konsep desain “Active & Comfort Style” yang memberikan gaya berkendara baru. Nmax memiliki posisi berkendara yang nyaman dan enjoy yaitu dua posisi berkendara. Kapasitas tangki yang besar (6,6 liter) ditempatkan di tunnel tengah. Mempunyai bagasi yang super besar dimana dapat menyimpan helm dan berbagai macam barang-barang lainnya.

Penghargaan ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Hal ini membuktikan produk Yamaha semakin di depan.

Reki meyakini dengan adanya setiap produk baru dari Yamaha pasti permintaan selalu naik. Alasannya karena Terbukti harga jual kembali tetap tinggi. “Silahkan cek di penjulan motor bekas tanya harga yahama disitu, saya yakin harganya masih tinggi,”katanya. HRC

Razia Petugas Gabungan, Temukan Alat Hisap Sabu di Kos-Kosan



BANGGAI RAYA – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Laut (Balut) dibantu petugas kepolisian dan TNI, menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam dan kos-kosan pada Senin malam (28/5/2018).

Pada operasi kali ini, petugas menemukan alat hisap sabu saat melakukan razia pada salah satu kamar kos di Desa Tinakin Laut.

Meski barang bukti sabu tidak ditemukan, namun sekelompok pemuda tersebut mendapat penanganan serius dari pihak kepolisian. Setelah di data oleh petugas Pol PP, beberapa pemuda tersebut kemudian diserahkan ke Kantor Kepolisian Sektor Banggai untuk diproses hukum. Petugas juga mendapati pasangan muda mudi di bawah umur yang sedang berduan, serta sekelompok orang yang sedang berjudi.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Balut, Tedy Iba’ad mengatakan, kegiatan razia merupakan rutinitas dilakukan selama bulan Ramadhan.

“Razia ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di kota Balut selama Ramadhan,” katanya ditemui saat melaksanakan razia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI dan Polri dan semua pihak yang telah membantu suksesnya pelaksanaan razia tersebut.

“Saya mewakili pimpinan dan seluruh jajaran Satpol PP menyampaikan terima kasih atas bantuan TNI dan Polri pada kegiatan operasi kali ini. Saya mengganggap operasi kali sukses,” ucapnya. ASW

Pemda Balut Gelar Festival Malabot Tumpe


BANGGAI RAYA – Sudah menjadi tradisi turun temurun, telur burung Maleo yang berada di hutan lindung Bangkiriang, sebelum dikonsumsi oleh masyarakat sekitar (Kecamatan Batui) Kabupaten Banggai harus dibawah ke Kedatonan Banggai, Banggai Laut (Balut).

Dengan melihat momen yang sangat sakral dan membudaya inilah, maka Pemda Balut melalui Dinas Parawisata dan Kebudayaan menyambut momentum yang baik ini dengan mengadakan Festival Malabot Tumbe. Kegiatan dilaksanakan selama 4 (empat) hari yakni, 4-7 Desember 2018. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Taman Kota Banggai ini, dibuka Bupati Balut, Wenny Bukamo, Selasa (4/12/2018).

Wennyi Bukamo dalam sambutanya mengatakan, budaya yang sudah menjadi turun temurun ini perlu dijaga kelestariannya. Sehingganya melalui Festival Malabot Tumbe dapat mengingatkan betapa pentingnya warisan budaya.

“Selaku Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan Festival Malabot Tumbe ini. Dengan kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh perangkat adat. “Semoga budaya ini akan terus lestari selama-lamanya,” ujarnya. ASW

MENCINTAI ULAMA


Catatan: Sutopo Enteding


ARAH jarum jam menunjukkan pukul 21:14 Wita, semalam di ruang redaksi. Jam segini adalah jam sibuk teman-teman redaksi menyiapkan naskah untuk terbitan edisi paginya. Untuk ‘menyempurnakan’ suguhan informasi, maka saya membuka tab website di layar laptop Lenovo berukuran 14 inc.

Paling tidak ada 10 website yang saya buka untuk mendapatkan informasi menarik. Tak hanya menarik, tapi berkesesuaian dengan kebutuhan informasi bagi warga di tiga kabupaten ‘Banggai’ (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut). Website yang tidak boleh ketinggalan itu adalah antaranews.com (website informasi Lembaga Kantor Berita Nasional/LKBN Antara yang berbayar), KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) untuk memastikan model penulisan benar menurut kamus Bahasa Indonesia serta Youtube (kalau situs yang satu ini buat hiburan dengarkan musik ketika tengah editing) dan beberapa situs lainnya.

Dari kesibukan membuka beragam situs, saya cukup terkesan dengan informasi yang disadur oleh viva.co.id. Beritanya tentang Ustad Abdul Somad, Lc, MA. Siapa tak kenal Ustad Abdul Somad (UAS)?

Di berita dengan judul “Tengok Gaya Ustaz Abdul Somad Ngegas RX King”, pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Barat 40 tahun silam lulusan Al Azhar Kairo ini sempat diabadikan tengah memacu motor pabrikan Yamaha menuju tempat untuk mengisi tausiah Ramadhan.

Selain berita, terdapat pula video amatir yang direkam kelompok bikers ketika tengah menjajal motor RX King. Dengan kecepatan cukup tinggi, UAS berbalut jaket.

Penampilan Ustad Abdul Somad, salah satu dai kondang yang tenar melalui postingan di situs penayang video Youtube cukup sederhana. Walaupun tak termasuk dalam daftar 200 dai yang direkomendasikan oleh Kemenag itu, tapi UAS mendapat banyak simpati. Bahkan, ia tak henti-hentinya mendapatkan undangan bukan hanya di tanah Riau, tapi di berbagai wilayah nusantara. Bahkan, mengisi pengajian hingga luar negeri.

Ada hal menarik dari tampilannya itu. Salah satunya adalah keserhanaannya, baik dalam penampilan ditambah kesederhanaannya menyampaikan tausiah.

Keserhanannya inilah yang dikagumi Ummat Islam. Bahkan, ketika ia dijegal tak boleh menyampaikan ceramah di salah satu daerah, bukannya Abdul Somad yang bereaksi, tapi ummat Islam. Ini bukti bahwa UAS adalah ulama yang disayangi oleh ummat Islam.

Ulama di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Sudahlah, berhitung di urusan status ustadz. Ustadz di Indonesia sangatlah banyak. Tapi, ada pula cap ustadz itu belum tentu mendapatkan rasa kecintaan kaum muslimin dan muslimat. Mengapa demikian, karena kecintaan kaum muslim itu tidak dibuat-buat atau sengaja. Rasa cinta itu muncul dengan sendirinya, karena kedalaman ilmunya disertai dengan perangainya.

Tentu berbeda rasa ketika kedalaman ilmunya tak berbanding lurus dengan perangainya dalam hubungan sosial kemasyarakatan keseharian.

Tak jarang, status berilmu dijadikan sebagai tameng bagi orang-orang tertentu. Membenarkan oknum dan tak sulit menyalahkan orang lain yang bersebarangan dengan oknum yang dibelanya. Ya, sudah barang pasti, kecintaan sulit muncul.

Dari berbagai literature menyebutkan bahwa Ulama adalah orang-orang yang berjuang di jalan agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu agama. Mensyiarkan pengetahuan pada umat agar tetap berpegang pada kebenaran di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ulama berperan mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu kepada umat agar mereka berilmu dalam beramal. Sebab keimanan, ucapan, dan perbuatan apabila dilakukan tanpa disertai dengan ilmu maka semuanya malah bisa menjadi pedang yang menghunus, baik terhadap orang lain maupun diri sendiri. Pemahaman dalam urusan agama harus menjadi pendalaman yang mendarah daging. Apalagi ketika kita dihadapkan pada berbagai kewajiban yang menuntut kita untuk mengetahui ilmunya.

Sebagai umat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memuliakan ulama. Salah satu hadits di Kitab Lubabul Hadits bahwasanya Rasulullah bersabda “Hendaknya kamu semua memuliakan ulama, karena mereka itu orang-orang yang mulia menurut Allah dan dimuliakan,”. Cukup banyak hadits Nabi Muhammad yang menganjurkan kita memuliakan ulama.

Sang pengunggah di jejaring instagram dengan nama akun @FODAMARA hingga malam tadi telah disukai sebanyak 5.214, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah. Postingannya seperti berikut ini, “bela.agamaVideo Ustadz Abdul Somad Menaiki Motor RX KING. Ungkapkan perasaan kalian setelah melihat video ini :) sembari mendoakan Beliau (Tuan Guru Ustadz Abdul Somad Lc.MA). Catatan untuk kita semua. Beliau pagi mengisi dikelas (ngajar) hingga sore mandi lalu mengisi di Masjid Raya Ba'da Magrib, hingga pukul 9(kurang). Dan Harus berangkat menggunakan motor ke lokasi tausiyah bersama Komunitas Motor guna mensyiarkan dakwah. Tiada istirahat kah gurunda ustadz abdul somad :') kami bersamamu ✊✊ KAMI SIAP BELA ULAMA!!!.

Unggahan ini banjir komentar. Komentar terbanyak adalah mendoakan Ustad Abdul Somad, agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan istiqomah. Dengan modal sehat dan istiqomah itu, Abdul Somad tetap menyiarkan Syariat Islam.

Saya memang tidak pernah bersua dengan Ustad Abdul Somad. Saya hanya mempelototi dan mendengarkan berbagai tausiahnya di layar monitor melalui jejaring situs Youtube. Meskipun saya tidak pernah bersua, tapi saya merasa sangat dekat.

Ayo cintai ulama. ***

Pemda Balut Peringati HAB Kemenag

Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag di Banggai Laut. FOTO SUBIANTO
Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag di Banggai Laut. FOTO SUBIANTO

BANGGAI RAYA-Pemda besama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balut, menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag bertempat di Alum-alun Kota Banggai, Kamis (3/1/2019).

Upacara yang dipimpin Wabup Balut Drs Hj. Tuti Hamid dan didampingi Kepala Kemenag Balut Drs H Abdul Muluk Lanonci, MM, diikuti seluruh sekolah di lingkungan Kementerian Agama yakni MTs dan Madrasah Aliyah.

Selaku inspektur upacara, Tuti Hamid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undanganyang hadir, sebab upacara itu tidak dihadiri Bupati Balut Weni Bukamo. Bupati Balut Weni Bukamo kata dia, tengah melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, sehingga tidak bisa hadir bersama-sama dengan seluruh jajaran Kemenag. Wabup juga membacakan sambutan tertulis Menteri Agama.

Usai upacara, dilanjutkan dengan pelantikan sejumlah kepala bidang di lingkungan Kantor Kemenag Balut.SUB

OPD Balut Diminta Sinergi Realisasikan Program


BANGGAI RAYA– Bupati Banggai Laut, H. Wenny Bukamo telah menyerahkan secara resmi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah tersebut. Penyerahan dokumen DPA tersebut merupakan suatu agenda tahunan yang harus dilaksanakan, hal ini agar roda pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan perencanaan. 

Pada kesempatan itu Bupati Banggai Laut, H. Wenny Bukamo dalam DPA semuanya sudah jelas, sehingga diharapkan semua pimpinan SKPD bisa melaksanakan program sesuai dengan sesuai pagu anggaran dan waktu yang tersedia. “DPA sudah ada dan jelas, maka tugas kita adalah mengikuti aturan yang ada, tida ada lagi kata terlambat, karna semuanya sudah direncanakan dan disusun oleh masing-masing OPD, maka semua kegiatan harus dilaksanakan sesuai pagu anggaran dan waktu yang telah di tetapkan,” tekan H. Wenny Bokamo di ruang rapat kantor Bupati Balut. 

Masih kata dia, di tahun 2017 lalu, masih ada alasan keterlambatan pelaksanaan program karena terjadi perubahan struktur organisasi. “Namun untuk di tahun 2018 ini diharapkan tidak ada lagi keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan yang telah di tetapkan dengan mempertimbangkan segala ketentuan yang ada. Dan diharapkan suatu ketelitian, kecermatan, tepat, cepat dan juga tertib, hal ini agar semua yang telah kita rencanakan bisa berhasil dan di terima oleh masyarakat,” tandas Bupati H. Wenny Bukamo. ASW

Jokowi: Bandara SAA Amir Paling Indah



Bupati Banggai Herwin Yatim menjelaskan kondisi dan fasilitas Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang jauh lebih baik kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan RI , Budi Karya Sumadi. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk yang terletak di antara perbukitan dan laut, memiliki keindahan yang tak kalah menariknya degan bandara lain di Indonesia. Bahkan, keindahan Bandara yang baru saja diresmikan terminalnya ini, diakui Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI ke-7 yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini, begitu memuji keindahan Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir. “Salah satu Bandara paling cantik, paling indah,” kata Jokowi usai peresminan lima bandara secara simbolis di Luwuk, Minggu (23/12/2018).

Dari pesawat sudah terlihat laut dan bukit yang tinggi. “Berada dekat laut juga gunung yang tinggi,” turnya.

Ia berharap, Bandara Sukuran Aminuddin Amir dapat mempermudah dan meningkatkan pengiriman logistik , barang dan mobilitas penumpang. “Salah satunya bandara Syukuran Aminuddin Amir bisa mempercepat pengiriman ikan, sehingga masyarakat mersakan dampak yang sagat baik,” ujarnya.

Seperti diketahui Bandara Syukuran Aminuddin Amir mengalami perubahan pembangunan dan terlihat lebih indah di masa pemerintahan Bupati Banggai Herwin Yatim. Pembangunan terminal bandara berhasil dilakukan mulai tahun 2016-2017. Hal tersebut tak lepas dari perjuangan Bupati Banggai Herwin Yatim kepada Presiden Joko Widodo. Bagaimana tidak, tahun 2015 lalu, saat Presiden Jokowi megunungi Luwuk meresmikan LNG Dongi Senoro, Bupati Herwin bermohon kiranya Presiden Jokowi memprogramkan pembangunan bandara. Tanpa menunggu waktu lama, Kementerian Perhubungan merealisasikan degan membangun terminal yang cukup megah bahkan menjadi icon di bagian timur Sulawesi. NAL

Kembangkan Wisata Pantai Makakata - Batui, SCC JOB Tomori Tanam Karang


BANGGAI RAYA-Sebagai perusahaan yang mendapatkan kepercayaan dari negara melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang menjadi operator di Blok Senoro, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, tak hanya melakukan kegiatan operasi produksi migas. Perusahaan hulu migas itu juga terikat dengan tiga komitmen utama, yakni mengutamakan kesehatan pekerja, kelestarian lingkungan, serta membangun harmonisasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Komitmen itu dilakukan demi kesinambungan kehidupan di masa mendatang.

Sebagai salah satu upaya nyata mewujudkan ketiga komitmen tersebut, Senoro Cycling Club (SCC) yang merupakan wadah berhimpun karyawan dan karyawati JOB Tomori, dan memiliki hoby berolah raga mengayuh sepeda serta gemar berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan masyarakat, menggelar kegiatan lingkungan bertempat di Pantai Makakata, Kecamatan Batui, Minggu (4/11/2018).

Agenda kali itu diawali dengan bersepeda menempuh jarak sekira 18 kilometer dari pabrik CPP Senoro di Desa Paisubololi, Kecamatan Batui Selatan menuju Pantai Makakata. Kegiatan yang dilaksanakan hari Minggu itu, adalah konservasi laut berupa edukasi dan penanaman karang, dalam rangka memperingatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November.

Kegiatan di Minggu pagi itu dimulai dengan pengambilan bibit karang di lokasi terumbu karang dan penentuan lokasi penanaman karang yang sudah disurvei sebelumnya. Kemudian dilakukan pengikatan bibit karang ke rak perawatan karang, setelah sebelumnya diawali dengan briefing singkat tentang teknik pengikatan bibit karang. Rak perawatan ini terbuat dari material sisa yang sudah tidak dipergunakan lagi dan kemudian dirangkai untuk dijadikan media transplantasi karang. Rak yang sudah diikat bibit karang kemudian dibawa ke lokasi transplantasi yang sudah ditentukan, untuk ditenggelamkan ke dasar perairan.

Penanaman karang ini mendapat perhatian dari masyarakat pengunjung Pantai Makakata, karena lokasi tersebut merupakan area rekreasi yang sering dikunjungi masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, utamanya di hari libur. Mereka dengan antusias mendengar penjelasan tentang proses penanaman karang dan manfaat terumbu karang bagi kehidupan manusia.

Dengan meningkatnya kualitas terumbu karang di Pantai Makakata, akan berdampak langsung bagi peningkatan populasi biota laut yang berasosiasi dengan terumbu karang seperti ikan, kerang, tanaman laut dan lainnya sebagai sumber utama mata pencaharian nelayan. Dari sisi pariwisata, kondisi terumbu karang yang kaya dan sehat, akan memperindah pemandangan bawah laut yang akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Makakata Batui.

Field Senior Manager (FSM) JOB Tomori, Iwan Sutrisno, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang digagas SCC tersebut. Ia bahkan mendorong untuk terus meningkatkan kegiatan serupa, dengan melibatkan banyak pihak, seperti unsur dari Pemda Banggai dan melibatkan lebih banyak masyarakat, dengan harapan semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya melindungi ekosistem laut, khususnya ekosistem terumbu karang.DAR/PR

Harnus di Tangkiang

Om susupo baca di koran kamarin, ini torang pe daerah mo jadi tuan rumahnya Hari Nusantara atau Harnus. Yah, kegiatan yang mungkin mo dihadirinya Presiden Jokowi itu, tantu nanti bisa babikin ini torang pe daerah makin terkenal. Bayangkan, ada barapa kegiatan yang mo dibikin, mulai dari pengobatan, parade kapal prang, parade parahu deng kapal hias,deng masih banyak lagi kegiatan laen. Om susupo dengar-dengar, mo ada juga pembagian sertifikat deng peresmian pabrik basaar sama torang pe daerah.

Yah buat om susupo, itu kegiatan kalu jadi sama torang pe daerah, tantu bisa babikin ini perhatiannya pamarentah pusat sama torang pe daerah makin basaar. Kan ada banyak pajabat yang hadir, kon itu tantu diharap bisa badorong program buat taon-taon depan, apalagi kalu depe pamarentahan tasambung turuus. Ini kegiatan biar di Tangkiang yang maso Kabupaten Banggai, tapi tantu depe dampak diharap bisa tarasa di samua daerah tetangga.

Om susupo juga bapikir, karna ini mo ada kegiatannya angkatan laut, tantu jadi bagus, karna ada yang bisa diliat-liat, rupa parade kapal prang. Ini juga buat bakase liat sama torang samua, kalu torang pe TNI siap bajaga ini negara, siap bajaga samua rakyat, supaya pembangunan bajalan lancar. Kon buat ini yang biasa masih bakalakuan rupa babom-bom ikan, lebeh bae berenti kasian, jang nanti dikarbas, jang nanti dihukum, baru mo kalangkabut.

Om susupo sandiri baharap, ini patugas rupa angkatan laut, baku bantu bakarbas ini tukang kase rusak laut, rupa tukang bom ikan. Yah memang ini tukang kase rusak laut, biasa babasambunyi. Cuma carita soal itu masih ada, apalagi di daerah-daerah yang susah dijaganya patugas deng depe peralatan yang blum talalo mantap. Tagal itu, kalu memang mo karbas ini tukang kase rusak laut, rupa tukang bom ikan, samua kekuatan parlu baku bantu, terutama ini angkatan laut yang memang depe peralatan lengkap. Kalu parlu buat ini tukang bom ikan, jang kase ampun, tapi langsung bage deng mariam kasana depe kapal atau parahu, supaya dorang rasa-rasa.**